Laporan Utama

33 Konflik Manusia dan Gajah Tercatat, Habitat Benakat-Semangus Direstorasi

33 Konflik Manusia dan Gajah Tercatat, Habitat Benakat-Semangus Direstorasi
Tercatat 33 konflik manusia dan Gajah Sumatera di Benakat-Semangus. Lahan 5,7 hektare direstorasi dengan penanaman 3.650 pohon pakan alami. Dok. Istimewa

Sebanyak 3.650 pohon pakan ditanam di lahan seluas 5,7 hektare sebagai bagian dari pemulihan koridor jelajah Gajah Sumatera di Musi Rawas.

MUSI RAWAS, NUSALY – Bentang alam Benakat-Semangus di Sumatera Selatan masih menghadapi tantangan konflik antara manusia dan Gajah Sumatera. Catatan bersama pemerintah setempat dan pemangku kepentingan menunjukkan terdapat 33 interaksi negatif—mulai dari gajah yang memasuki perkebunan warga hingga potensi gesekan fisik—yang terjadi sepanjang tahun 2024 hingga 2025. Kondisi tersebut mendorong dilakukannya restorasi habitat satwa melalui penanaman ribuan pohon pakan alami.

Restorasi tahap awal dilakukan melalui penanaman 3.650 bibit pohon di Camp Konservasi Hutan Blok Teras, Kabupaten Musi Rawas, Senin (22/6/2026). Penanaman mencakup lahan seluas 5,7 hektare di wilayah kerja Pertamina EP Pendopo Field.

Jenis vegetasi yang dipilih merupakan pakan alami Gajah Sumatera, antara lain gaharu, pulai, bambang lanang, huru, nyamplung, bungur, medang, meranti, merbau, dan merawan. Kegiatan ini sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Konflik manusia dan gajah masih terjadi

Upaya pemulihan vegetasi di bentang alam Benakat-Semangus menjadi mendesak karena kawasan hutan tersebut berbatasan langsung dengan sebagian area operasional PT Pertamina EP (PEP) Zona 4. Tingginya angka interaksi negatif dalam dua tahun terakhir mendorong perusahaan menetapkan Gajah Sumatera sebagai fitur keanekaragaman hayati prioritas dalam rencana pengelolaan jangka panjang tahun 2025–2029.

General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, memaparkan bahwa pemulihan koridor hijau ini merupakan bagian dari implementasi Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati (Biodiversity Action Plan) perusahaan.

“Tujuannya untuk memulihkan koridor hijau sehingga fungsi ekologis area lintas gajah ini tetap terjaga secara berkelanjutan,” ujar Djudjuwanto.

Program ini diarahkan untuk menjaga koridor jelajah gajah yang berbatasan dengan sebagian wilayah operasi perusahaan sekaligus mendukung target penurunan emisi karbon.

Target pemulihan habitat

Berdasarkan rencana strategis konservasi, total kebutuhan pemulihan dan penyeimbangan habitat di kawasan tersebut mencapai 28,6 hektare hingga tahun 2029. Target tersebut disusun untuk memperluas habitat yang layak bagi Gajah Sumatera demi menekan potensi konflik dengan masyarakat di masa depan.

Pada tahun 2025, pemulihan lahan telah terealisasi seluas 5,95 hektare, dari target tahunan sebesar 5,72 hektare. Evaluasi di lapangan menunjukkan tingkat keberhasilan hidup tanaman pakan tersebut mencapai 70 persen.

Selain penanaman pohon, pengelolaan habitat juga dilakukan melalui pemetaan jalur jelajah, identifikasi sumber air, pemantauan habitat secara berkala, serta pengelolaan interaksi satwa dengan masyarakat sekitar hutan.

Kolaborasi lintas lembaga

Langkah pemulihan ekosistem di habitat gajah ini mendapat tanggapan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan dan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel menyatakan bahwa instansinya mendukung inisiatif penanaman pohon pakan ini.

Pemerintah daerah berharap vegetasi yang telah ditanam dapat dirawat secara konsisten agar tumbuh optimal, sehingga mampu berfungsi sebagai penyerap emisi karbon sekaligus menekan potensi konflik satwa.

Program restorasi habitat ini dilaksanakan bersama DLHP Sumsel, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Dinas Kehutanan Sumsel, DLH PALI, DLH Musi Rawas, serta PT Musi Hutan Persada (MHP). (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version