Metode ujian berbasis komputer mulai merambah kompetisi akademik anak-anak di tingkat daerah. Penggunaan teknologi ini dirancang untuk mendidik mental siswa agar terbiasa dengan sistem penilaian yang cepat, jujur, dan terbuka.
MARTAPURA, NUSALY – Ratusan pelajar tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur baru saja menyelesaikan ujian akademis yang tidak biasa.
Bukan memakai kertas dan pensil, mereka harus berhadapan langsung dengan layar komputer dalam ajang Olimpiade Matematika dan Sains (MIPAS) 2026.
Kompetisi yang digelar di Aula SMA Unggulan Negeri 3 Martapura pada Sabtu, 23 Mei 2026 kemarin ini terasa berbeda. Lembaga bimbingan belajar Optima selaku mitra penyelenggara nekat membawa sistem Computer Assisted Test atau CAT ke dalam perlombaan anak-anak.
Sistem ujian digital ini mirip dengan model seleksi penerimaan pegawai negeri sipil (CPNS) yang selama ini dikenal ketat dan teliti.
Penerapan sistem baru ini menjadi tontonan menarik bagi para guru dan pengamat pendidikan di daerah. Melalui sistem ini, nilai ujian peserta bisa langsung keluar secara cepat begitu tombol selesai diklik. Hal ini dinilai mampu menutup celah kecurangan atau permainan nilai dalam perlombaan.
Ketua Tim Penggerak PKK OKU Timur Sheila Noberta saat membuka acara mengatakan bahwa model kompetisi yang jujur seperti ini sangat bagus untuk melatih mental anak sejak kecil.
Menurutnya, penguasaan ilmu dasar seperti matematika dan sains merupakan modal utama anak-anak daerah agar tidak gagap menghadapi dunia modern yang serba komputer.
“Lewat lomba dengan sistem ini, anak-anak kita tidak cuma diuji otaknya, tapi juga dilatih keberaniannya untuk bersaing secara jujur,” kata Sheila di Martapura.
Mematahkan hambatan biaya prestasi
Total ada 109 murid SD dari 43 sekolah serta 69 siswa SMP dari 23 sekolah yang ikut ambil bagian dalam lomba ini. Angka kepesertaan yang cukup tinggi ini membuktikan bahwa minat anak-anak di bidang numerasi dan sains di Sumsel sebenarnya sangat besar jika wadahnya tersedia.
Pendiri Bimbel Optima Febydina Arinda menyebutkan bahwa pengenalan sistem digital ke daerah-daerah sangat penting agar anak desa tidak kaget saat harus bersaing di tingkat nasional nanti. Selain itu, dia menegaskan bahwa masalah biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi anak berprestasi untuk ikut lomba.
“Semua anak punya hak yang sama untuk berdiri di depan dan meraih prestasi, tanpa peduli bagaimana latar belakang ekonomi mereka,” ujar Febydina.
Dukungan fasilitas dari sekolah unggulan
Pihak sekolah selaku penyedia tempat menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari perayaan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 di OKU Timur. Kepala SMA Unggulan Negeri 3 Martapura Bambang Siswanto menyatakan siap mendukung setiap program yang bertujuan untuk menaikkan mutu lulusan sekolah di wilayahnya.
Ujian komputer untuk anak-anak ini ditutup dengan pembagian kenang-kenangan dan foto bersama para tokoh masyarakat serta dinas terkait.
Masyarakat di Martapura kini tinggal melihat apakah model ujian jujur berbasis komputer ini bisa dicontoh oleh sekolah-sekolah biasa dalam ujian harian mereka.
Konsistensi pemerintah daerah dalam menyediakan komputer dan jaringan internet yang merata di setiap kecamatan akan menjadi penentu utama. Apakah anak-anak di pedalaman OKU Timur bisa terus menikmati kemajuan teknologi ini, atau justru kembali ke cara lama karena kurangnya modal fasilitas. (radit)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
