MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
MotoGP

Adrian Fernandez Segel Pole Position di Le Mans, Veda Ega Pratama Amankan Baris Kedua

Adrian Fernandez Segel Pole Position di Le Mans, Veda Ega Pratama Amankan Baris Kedua
Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa solid dengan mengunci posisi keenam meski sempat terkendala batas lintasan di sektor terakhir. Dok. TMCBlog

Adrian Fernandez sukses merebut posisi start terdepan dalam kualifikasi Moto3 GP Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti yang membara. Pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa solid dengan mengunci posisi keenam meski sempat terkendala batas lintasan di sektor terakhir.

LE MANS, NUSALY – Persaingan perebutan posisi start di kelas Moto3 pada GP Prancis 2026 berlangsung sengit di bawah sengatan matahari musim semi. Aspal Sirkuit Bugatti, Le Mans, mencatat suhu permukaan hingga 33 derajat celsius, Sabtu (9/5/2026), yang memaksa para pebalap dan teknisi bekerja ekstra keras menjaga performa ban di atas lintasan yang licin.

Pebalap Leopard Racing, Adrian Fernandez, menjadi bintang utama dalam sesi kualifikasi kedua (Q2) kali ini. Pebalap asal Spanyol tersebut berhasil membukukan waktu terbaik 1 menit 40,044 detik pada lap kedelapan atau putaran terakhirnya. Pencapaian ini menjadi pole position perdana bagi Fernandez di musim 2026, sekaligus mengukuhkan dominasi mesin Honda di sirkuit sepanjang 4,1 kilometer tersebut.

Fernandez akan memimpin baris terdepan (row 1) pada balapan esok hari. Ia ditempel ketat oleh pebalap CFMOTO Gaviota Aspar Team, Maximo Quiles, yang hanya terpaut 0,140 detik di posisi kedua. Sementara itu, posisi ketiga diamankan oleh pebalap Australia, Joel Kelso, yang mencatatkan waktu 1 menit 40,204 detik.

Aksi Gemilang Veda Pratama

Sorotan publik Indonesia tertuju pada debutan berbakat, Veda Ega Pratama. Membela panji Honda Team Asia, Veda menunjukkan nyali besar sejak awal sesi time attack. Pada akhir putaran pertama, pebalap asal Gunungkidul ini sempat merangsek ke posisi empat besar, bersaing ketat dengan para pebalap elit Eropa.

Namun, drama terjadi pada upaya terakhir pengejaran waktu (last flying lap). Veda kehilangan momentum krusial saat memasuki sektor keempat Sirkuit Bugatti. Ia dilaporkan sempat menyentuh batas lintasan (track limit) yang membuatnya gagal mempertajam catatan waktunya secara signifikan di detik-detik akhir.

Meski demikian, torehan waktu 1 menit 40,304 detik sudah cukup untuk menempatkan Veda di posisi keenam. Hasil ini menempatkan pebalap bernomor motor 9 tersebut di baris kedua (row 2) untuk memulai balapan esok hari. Veda juga tercatat sebagai pebalap pengguna Honda tercepat ketiga dalam sesi ini, di bawah Adrian Fernandez dan Joel Kelso.

Tantangan Teknis di Trek Panas

Suhu trek yang mencapai 33 derajat celsius menjadi tantangan mekanis tersendiri bagi motor-motor Moto3. Dengan selisih waktu yang sangat tipis—hanya 0,260 detik antara posisi pertama dan keenam—manajemen ban akan menjadi kunci kemenangan pada balapan utama.

Pebalap lain yang patut diwaspadai adalah Marco Morelli dari Argentina yang akan start dari posisi keempat, serta David Munoz di posisi kelima. Keberadaan Veda di baris kedua bersama para pebalap agresif ini diprediksi akan menyuguhkan duel sengit sejak tikungan pertama selepas start.

Asa Podium bagi Indonesia

Bagi Veda Pratama, memulai balapan dari baris kedua memberikan peluang besar untuk merangsek ke grup depan sejak awal lomba. Performa motor Honda yang tampak kompetitif di sektor teknis Le Mans menjadi modal berharga bagi pebalap muda Indonesia ini untuk mengejar podium pertamanya di kancah dunia.

Para penggemar balap di tanah air menaruh harapan besar pada konsistensi Veda dalam menjaga ritme balap selama 20 putaran esok. Jika ia mampu menjaga manajemen ban di tengah suhu lintasan yang mungkin akan lebih panas, bukan tidak mungkin lagu Indonesia Raya akan berkumandang di tanah Prancis.

Kualifikasi Moto3 Le Mans 2026 telah memberikan gambaran betapa tipisnya batas antara kesuksesan dan kegagalan di level tertinggi. Adrian Fernandez memang memegang kendali start, namun determinasi Veda Pratama dari posisi keenam akan menjadi ancaman nyata yang wajib diperhitungkan oleh para rival di barisan depan. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version