Almarhum dikenal sebagai salah satu pilar utama yang konsisten memperjuangkan tata kelola organisasi dan kemandirian bisnis media digital nasional.
JAKARTA, NUSALY – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) kehilangan salah satu sosok yang selama hampir satu dekade ikut membangun fondasi organisasi sekaligus memperjuangkan keberlanjutan media digital di Indonesia. Sekretaris Jenderal AMSI periode 2023–2027, Maryadi, meninggal dunia setelah lebih dari dua dekade mengabdikan diri bagi perkembangan jurnalisme dan bisnis media digital di Tanah Air.
Informasi wafatnya Maryadi dikonfirmasi langsung oleh Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika. Jenazah almarhum disemayamkan di Rumah Sakit Siloam Mampang, Jakarta Selatan, sebelum diberangkatkan ke rumah duka untuk prosesi pemakaman.
Menurut Ketua Umum AMSI Wahyu Dhyatmika, Maryadi merupakan salah satu sosok yang sejak awal berperan penting membangun organisasi. Sebelum mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal, almarhum terlebih dahulu dipercaya sebagai Bendahara Umum AMSI selama dua periode, yakni pada rentang tahun 2017 hingga 2023.
“Maryadi adalah salah satu tokoh kunci dalam perjalanan AMSI sejak awal berdiri. Kepergiannya merupakan kehilangan yang sangat besar, tidak hanya bagi organisasi kami, tetapi juga bagi seluruh komunitas media di Indonesia,” ujar Wahyu Dhyatmika dalam pernyataan resminya, Jumat (3/7/2026).
Di bawah kepengurusan AMSI, Maryadi ikut mendorong berbagai program yang bertujuan memperkuat kualitas jurnalisme, keberlanjutan bisnis media, serta kolaborasi antarperusahaan media siber di berbagai daerah. Almarhum secara konsisten memperjuangkan misi organisasi untuk mewujudkan ekosistem media digital yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Bagi keluarga besar AMSI, Maryadi bukan sekadar seorang pengurus administratif. Almarhum adalah rekan seperjuangan yang memegang teguh prinsip bahwa jurnalisme berkualitas hanya dapat tumbuh subur apabila ditopang oleh perusahaan media yang sehat secara bisnis serta independen secara redaksional.
Selama menjadi pengurus nasional, Maryadi terlibat dalam pembentukan fondasi kelembagaan, penyempurnaan tata kelola organisasi, serta pengembangan berbagai program strategis AMSI. Wahyu menambahkan, Maryadi selalu menjalankan setiap tanggung jawab organisasi dengan penuh kesungguhan, loyalitas, serta rasa memiliki yang tinggi terhadap seluruh anggota.
“Atas nama Pengurus Nasional dan seluruh anggota AMSI di berbagai daerah, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan seluruh amal pengabdiannya menjadi pahala yang terus mengalir,” kata Wahyu.
Dari Ruang Redaksi ke Pengembangan Bisnis Media
Rekam jejak Maryadi di industri media digital Indonesia membentang sepanjang lebih dari dua dekade. Perjalanan karier jurnalistiknya dimulai pada tahun 1999 di Harian Suaka Pontianak, sebelum kemudian menjadi koresponden (stringer) untuk kantor berita internasional Associated Press (AP) pada periode 2000 hingga 2006.
Pada rentang waktu yang sama, almarhum bergabung dengan detik.com sebagai editor sekaligus pemimpin proyek (project leader) hingga tahun 2008. Kiprahnya di dunia editorial semakin matang saat ia bergabung dengan VIVA Network selama lebih dari satu dekade (2008–2021), hingga dipercaya menduduki posisi Pemimpin Redaksi jaringan media tersebut. Pengalaman panjang ini membentuk reputasinya sebagai jurnalis yang memahami manajemen ruang redaksi dan pengembangan produk berita digital.
Setelah lama berkiprah di lini editorial, Maryadi memperluas pengabdiannya ke sektor manajemen ekonomi media. Langkah ini diawali dengan bergabungnya almarhum ke Katadata Media Network sebagai direktur komersial, kemudian melanjutkan kiprah eksekutifnya di Nusantara TV serta Kabar Bursa. Jabatan terakhir yang diembannya di industri media adalah Direktur Bisnis Tutur Media Digital.
Dalam Kongres III AMSI yang digelar di Bandung pada tahun 2023, Maryadi terpilih secara aklamasi untuk mendampingi Wahyu Dhyatmika dalam memimpin organisasi. Perjalanan sebagai reporter, editor, pemimpin redaksi, hingga eksekutif bisnis menjadikan Maryadi dikenang sebagai salah satu figur yang berhasil menjembatani idealisme jurnalistik dengan tantangan keberlanjutan industri media digital Indonesia. ***
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
