MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Korporasi

Bendung Ancaman Kabut Asap, Mitra APP Group Terapkan Sistem Deteksi Dini Berlapis

Bendung Ancaman Kabut Asap, Mitra APP Group Terapkan Sistem Deteksi Dini Berlapis
Bendung ancaman kabut asap di Sumatera Selatan, tiga mitra APP Group (PT BMH, PT BAP, PT RHM) terapkan sistem deteksi dini berlapis terintegrasi. Dok. Ist

Kesiapsiagaan menghadapi siklus kemarau di Sumatera Selatan diperketat demi menjaga ruang udara dari kepungan polusi udara. Investasi teknologi proteksi di tingkat konsesi menjadi garis depan dalam memutus rantai bencana ekologis.

PALEMBANG, NUSALY – Memasuki fase transisi iklim, ancaman bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menjadi tantangan serius bagi kenyamanan ruang publik di Sumatera Selatan. Guna memastikan memori kelam polusi asap tidak kembali berulang, sektor dunia usaha mulai memperketat barikade pertahanan di tingkat tapak melalui penguatan instrumen pengawasan wilayah secara masif.

Keseriusan dalam mengamankan lanskap hijau tersebut ditunjukkan secara konkret oleh tiga perusahaan konsesi yang merupakan mitra pemasok APP Group di Sumatera Selatan, yakni PT Bumi Mekar Hijau (BMH), PT Bumi Andalas Permai (BAP), dan PT Rimba Hutani Mas (RHM). Langkah mitigasi terintegrasi yang mereka jalankan menempatkan porsi deteksi dini sebagai kunci utama penahan laju kemunculan titik api.

Komitmen taktis dalam membendung bencana lingkungan ini bahkan mendapatkan pengakuan resmi berupa penghargaan dari Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. Apresiasi tersebut diberikan di sela-sela agenda Pelatihan Penanggulangan Karhutla Polda Sumsel yang berlangsung di Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Jumat (22/5/2026).

Otoritas keamanan daerah menegaskan bahwa pengamanan wilayah hutan dari risiko kebakaran tidak bisa lagi dilakukan dengan pola penanganan konvensional setelah api membesar. Penyelamatan ruang udara daerah menuntut adanya konsistensi pemantauan secara real-time agar stabilitas kesehatan masyarakat, roda ekonomi, hingga citra daerah tetap terjaga.

“Karhutla berkaitan langsung dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat dan kualitas lingkungan kita. Sinergi yang kuat antara aparat, pemerintah, dan perusahaan pemegang konsesi menjadi kunci penting untuk memastikan pencegahan berjalan optimal sejak awal,” ujar Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana saat membacakan amanat pimpinan tertinggi kepolisian daerah.

Empat pilar manajemen api

Dalam meredam risiko kebakaran di dalam area konsesi hutan tanaman industri, ketiga perusahaan mitra APP Group tersebut mengoperasikan arsitektur perlindungan modern bertajuk Integrated Fire Management (IFM).

Arsitektur ini mengandalkan korelasi kuat antara empat pilar utama, yaitu pencegahan dini, kesiapsiagaan armada, deteksi berlapis, serta kecepatan respons eksekusi di lapangan.

Pada ring pertama pertahanan, aspek pencegahan diwujudkan melalui pemberdayaan sosial lewat program Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Melalui pendekatan persuasif ini, masyarakat di sekitar lingkar operasional dirangkul dan diberikan alternatif insentif ekonomi agar tidak lagi menerapkan metode pembersihan lahan tradisional dengan cara membakar yang tidak terkendali.

Sementara itu, untuk membendung api di areal yang sulit dijangkau, sistem deteksi dini berlapis diaktifkan penuh menggunakan teknologi pemantauan ruang udara berbasis satelit guna memantau dinamika titik panas (hotspot).

Data tersebut kemudian dikonfirmasi secara cepat melalui pos pantau menara, zona patroli darat harian, hingga pengerahan tim reaksi cepat yang didukung oleh sarana pemadaman berkualifikasi global.

“Penghargaan dari Polda Sumsel ini menjadi motivasi besar bagi seluruh personel di lapangan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan. Kami memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung penanggulangan karhutla berada dalam kondisi siap tempur kapan pun dibutuhkan,” tegas Direktur Utama PT Bumi Mekar Hijau Khafid Sudrajat.

Sinergi berkelanjutan

Langkah responsif yang diperlihatkan oleh ketiga korporasi mitra swasta ini juga dinilai oleh Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) sebagai pemodelan yang sehat bagi industri kehutanan modern. Pola pengelolaan hutan produksi lestari yang bertanggung jawab memang menuntut investasi besar pada sistem keamanan lingkungan hidup yang berdampak makro bagi publik.

Menjelang puncak kemarau, pengawasan lapangan dipastikan akan semakin diperketat oleh instansi teknis bersama jajaran kepolisian di tingkat polres. Penegakan hukum di lapangan akan berjalan paralel dengan langkah edukasi kepada publik luas.

Keberhasilan Sumatera Selatan untuk tetap bebas dari belenggu kabut asap pada tahun ini sepenuhnya bertumpu pada seberapa konsisten barikade pertahanan di hulu ini dipertahankan.

Gerak cepat mitra APP Group dalam merajit teknologi deteksi berlapis ini diharapkan mampu menjadi jaminan nyata bahwa langit Bumi Sriwijaya akan tetap biru dan ramah bagi aktivitas harian warga. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version