Sekda Kota Palembang Aprizal Hasyim meninjau langsung pengecatan marka jalan sepanjang 90 kilometer untuk menghadirkan estetika kota yang rapi
PALEMBANG, NUSALY – Pemerintah Kota Palembang terus mematangkan kesiapan tata ruang estetika menjelang perayaan hari jadi kota yang bersejarah. Langkah penataan ruang publik diintensifkan guna memberikan impresi visual yang bersih, rapi, dan representatif bagi warga sekaligus tamu yang berkunjung.
Salah satu fokus utama gerakan pembenahan ini menyasar infrastruktur jalan di sejumlah titik strategis. Pembenahan diwujudkan lewat pengecatan pembatas jalan, trotoar, median, serta pembaruan marka jalan secara masif di pusat aktivitas publik.
Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim turun langsung ke lapangan guna memimpin pengawasan pengerjaan penataan estetika tersebut. Peninjauan difokuskan di sepanjang koridor utama Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, Selasa (2/6/2026).
Koridor utama
Jalan Jenderal Sudirman selama ini dikenal sebagai urat nadi sekaligus beranda utama bagi ibu kota Provinsi Sumatera Selatan. Keindahan dan kerapian jalur ini menjadi representasi langsung dari keseriusan tata kelola pemerintahan daerah dalam menyambut rangkaian agenda nasional maupun regional.
Sekda Kota Palembang Aprizal Hasyim menjelaskan bahwa penataan wajah kota ini merupakan atensi khusus dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang. Kehadiran ruang publik yang bersih diharapkan mampu mendongkrak kenyamanan sosial dan daya tarik pariwisata daerah.
“Kami meninjau langsung pelaksanaan pengecatan trotoar dan marka jalan yang menjadi atensi Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang. Jalan Jenderal Sudirman merupakan salah satu koridor utama dan wajah Kota Palembang, sehingga perlu ditata dengan baik agar memberikan kesan yang nyaman dan menarik bagi masyarakat maupun para tamu yang datang ke Palembang,” kata Aprizal.
Tantangan rute
Skala penataan infrastruktur estetik pada momentum menyambut hari jadi tahun ini tergolong sangat luas. Secara akumulatif, target pengecatan dan pembenahan median jalan menyasar jalur transportasi darat sepanjang kurang lebih 90 kilometer.
Meskipun memiliki target capaian yang besar, jalannya proyek pembenahan ini menghadapi tantangan tersendiri di sektor regulasi anggaran. Sebagian besar ruas jalan utama yang menjadi target penataan memiliki status sebagai jalan nasional.
Status kepemilikan aset tersebut menimbulkan batasan ruang gerak bagi pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran perbaikan secara mandiri. Namun, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan komitmen pemerintah kota untuk menghadirkan kualitas penataan yang maksimal demi kenyamanan publik.
Sinergi usaha
Menyiasati tantangan keterbatasan dana anggaran negara, Pemerintah Kota Palembang bergerak taktis dengan membuka ruang kolaborasi lintas sektor. Sektor swasta dan korporasi diajak mengambil peran aktif dalam agenda pembangunan estetik kota ini.
Pemerintah daerah mengimbau para pelaku usaha dan pemilik industri di Palembang untuk mengalokasikan dana kepedulian sosial mereka. Kontribusi melalui skema program Corporate Social Responsibility (CSR) dipandang sebagai wujud nyata kepemilikan bersama terhadap kemajuan daerah.
“Kami berharap para pelaku usaha dapat bersama-sama berkontribusi melalui program CSR untuk mempercantik dan memperindah Kota Palembang. Menjaga keindahan kota bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha,” ujar Aprizal menekankan.
Gotong royong
Semarak penyambutan hari jadi ke-1343 ini diharapkan tidak hanya menjadi milik jajaran birokrasi, melainkan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Partisipasi publik secara swadaya menjadi kunci utama dalam menghidupkan atmosfer perayaan di permukiman.
Warga yang bermukim di sepanjang koridor utama maupun area pertokoan diimbau untuk turut mempercantik lingkungan mereka masing-masing. Pemasangan ornamen dekoratif, bendera, serta umbul-umbul dapat memperkuat identitas kota yang dinamis dan berbudaya.
Momentum hari ulang tahun ini diposisikan sebagai jembatan untuk mempererat kembali ikatan sosial masyarakat urban. Rasa memiliki terhadap kota yang dijuluki Bumi Sriwijaya ini harus tercermin dari kepedulian menjaga kebersihan lingkungan harian.
“Palembang adalah rumah bagi kita semua. Karena itu, mari kita rayakan hari jadi kota ini dengan semangat kebersamaan dan gotong royong. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Palembang akan semakin indah, nyaman, dan membanggakan bagi generasi sekarang maupun yang akan datang,” kata Aprizal menutup keterangannya. (desta)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
