Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memanfaatkan momentum demam Piala Dunia untuk menyuntikkan semangat hidup aktif bagi masyarakat melalui keteladanan langsung dari rutinitas harian kepala daerah.
PALEMBANG, NUSALY – Gelombang euforia turnamen sepak bola terbesar sejagat raya, Piala Dunia 2026, berpotensi mengubah pola aktivitas harian masyarakat menjadi lebih pasif akibat durasi menonton yang panjang.
Menyikapi fenomena global tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengambil langkah preventif dengan menjadikan momentum ini sebagai panggung kampanye kesehatan dan kebugaran massal.
Alih-alih membiarkan warganya terjebak dalam tren malas bergerak selama berminggu-minggu, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru justru gencar mempromosikan pentingnya menjaga keseimbangan fisik.
Pendekatan yang dilakukan tidak berupa instruksi kaku di atas kertas, melainkan lewat pembuktian stamina kepemimpinan di lapangan yang diperlihatkan langsung kepada publik.
Langkah taktis ini disampaikan Gubernur di sela-sela acara bincang sore bersama TVRI sebagai pemegang hak siar resmi di kawasan ruang publik Kambang Iwak, Palembang. Sinergi ini dirancang untuk memastikan pesan kebugaran berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan hiburan rakyat.
Keteladanan fisik dari meja birokrasi
Menjaga kebugaran di tengah padatnya agenda pemerintahan daerah membutuhkan komitmen personal yang kuat. Di hadapan masyarakat yang memadati kawasan hijau kota, Gubernur Herman Deru membagikan rahasia stamina primanya yang tetap terjaga meski harus memimpin wilayah provinsi yang sangat luas.
Herman Deru mengungkapkan bahwa aktivitas fisiknya tidak berkurang sedikit pun meski tensi kerja daerah sedang tinggi. Dalam satu hari, ia terbiasa bergerak dinamis meninjau jalannya pembangunan dan pelayanan publik hingga mencapai sepuluh titik lokasi berbeda tanpa memperlihatkan tanda-tanda kelelahan fisik.
Kegemaran merawat kondisi tubuh ini diakui telah mengakar sejak masa remajanya, di mana ia sangat mengidolakan maestro sepak bola dunia, Diego Maradona.
Kedekatan emosional dengan dunia kulit bundar itu pula yang sempat mengantarkan Herman Deru menjadi salah satu pemain inti dalam tim sepak bola bentukan instansi saat dirinya masih aktif meniti karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Memutus rantai gaya hidup tidak aktif
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melihat bahwa daya tarik sepak bola yang mudah, murah, dan meriah harus diarahkan pada hal yang produktif bagi kualitas hidup warga.
Apresiasi besar diberikan kepada stasiun televisi publik TVRI yang berhasil menghadirkan akses siaran hingga ke tingkat desa terluar, sehingga tidak ada ketimpangan informasi atau hiburan antara masyarakat kota dan desa.
Namun, Gubernur mengingatkan agar kenyamanan menyaksikan pertandingan berkualitas tidak membuat masyarakat melupakan olahraga mandiri. Demam Piala Dunia harus dikonversi menjadi inspirasi bagi warga untuk kembali turun ke lapangan, berjalan kaki, atau melakukan aktivitas fisik ringan demi menjaga metabolisme tubuh tetap ideal.
Pemprov Sumsel secara struktural terus mendorong penyediaan fasilitas-fasilitas olahraga rekreasi yang inklusif di lingkungan pemukiman. Tujuannya adalah agar atmosfer kompetisi internasional yang ditonton lewat layar kaca dapat merangsang anak-anak muda lokal untuk giat berlatih dan menorehkan prestasi olahraga di masa depan.
Menjaga kesehatan sosial lewat ruang kebersamaan
Selain kesehatan fisik secara individu, kebijakan penataan sosial Pemprov Sumsel di musim turnamen ini juga menyasar pada upaya menjaga kesehatan psikologis dan kohesi sosial masyarakat bawah. Gubernur mengeluarkan instruksi agar kegiatan nonton bareng (nobar) digelar secara tersebar di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Titik penempatan nobar diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang menjadi tempat berkumpul harian para pekerja informal harian. Ruang kebersamaan yang difasilitasi oleh jajaran instansi daerah ini didesain sebagai sarana pelepasan penat yang sehat bagi para pekerja setelah seharian beraktivitas mencari nafkah.
Melalui integrasi kegiatan nobar ini, Pemprov Sumsel juga membuka peluang bagi para pelaku industri kreatif lokal untuk memasarkan produk suvenir bernuansa kearifan lokal.
Pola pendekatan yang humanis dan menyeluruh ini membuktikan bahwa di bawah kendali Herman Deru, kampanye hidup sehat dapat dikemas secara populer, menggembirakan, sekaligus berdampak nyata pada kesejahteraan ekonomi rakyat. (ADV)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
