MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Ogan Ilir Bangkit

Derry Sulaiman dan Jejak Hikmah di Langit Tanjung Senai

Derry Sulaiman dan Jejak Hikmah di Langit Tanjung Senai
Peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H di Ogan Ilir. Menghadirkan Derry Sulaiman di Masjid Agung An-Nur untuk menguatkan pondasi spiritual pembangunan daerah. Dok. Diskominfo Ogan Ilir

Masjid Agung An-Nur menjadi saksi bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dipanggil kembali ke tengah hiruk-pikuk pemerintahan. Lewat tausiyah Derry Sulaiman, Pemkab Ogan Ilir ingin memastikan bahwa pembangunan daerah tak boleh kehilangan kompas moralnya.

OGAN ILIR, NUSALY – Senin petang (9/3/2026), Kompleks Perkantoran Terpadu (KPT) Tanjung Senai tidak sedang sibuk dengan urusan birokrasi. Ribuan pasang mata justru tertuju ke Masjid Agung An-Nur. Di sana, peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah digelar bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban kalender hari besar, melainkan sebagai upaya mendaratkan kembali nilai-nilai langit ke bumi Caram Seguguk.

Kehadiran Derry Sulaiman, penceramah yang dikenal dengan gaya bicaranya yang lugas, memberikan warna berbeda. Di atas mimbar, ia tidak hanya berceramah tentang sejarah. Derry melempar tantangan kepada jemaah: sejauh mana Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman, bukan sekadar pajangan estetis di rak buku atau dibaca tanpa dipahami akarnya.

“Al-Qur’an itu petunjuk hidup, bukan hanya bacaan. Di tengah tantangan zaman yang makin tidak menentu, kita butuh pegangan yang konkret,” pesan Derry di hadapan jemaah yang menyimak dalam keheningan.

Pesan dari Mimbar An-Nur

Wakil Bupati Ogan Ilir, H. Ardani, S.H., M.H., yang membuka acara didampingi jajaran kepala perangkat daerah, tampak mengamini pesan tersebut. Baginya, pembangunan Ogan Ilir memiliki ambisi besar secara fisik, namun pondasi spiritual tetap menjadi harga mati.

Ia berharap momentum Nuzulul Qur’an ini mampu menyuntikkan semangat religius yang lebih segar di tengah masyarakat. Ambisi Pemkab jelas: mewujudkan daerah yang tidak hanya makmur secara materi, tapi juga harmonis dan memiliki integritas akhlak. “Kita ingin memperkuat komitmen bersama. Membangun daerah yang religius itu butuh konsistensi dari semua pihak,” tegas Ardani.

Suasana makin bergetar saat ayat-ayat suci mulai dilantunkan, menggema di bawah kubah An-Nur yang megah. Ada keheningan yang dalam, sebuah kontras dari kesibukan dinas yang biasanya mewarnai kawasan Tanjung Senai.

Ukhuwah di Tepi Senja

Peringatan ini mencapai puncaknya saat sekat-sekat jabatan seolah tanggal. Jajaran pemerintah, tokoh agama, hingga warga biasa duduk bersila di lantai yang sama. Mereka berbagi ruang, berbagi doa, dan akhirnya berbagi hidangan saat waktu berbuka puasa tiba.

Sinergi semacam ini yang menjadi modal sosial bagi Ogan Ilir. Lewat kegiatan keagamaan yang masif, pemerintah daerah sedang membangun investasi jangka panjang pada karakter manusianya. Peringatan Nuzulul Qur’an ini ditutup dengan shalat Magrib berjamaah, sebuah akhir yang tenang bagi sebuah perjalanan spiritual di sore hari.

Malam itu, Tanjung Senai tidak hanya pulang dengan laporan kegiatan, tapi dengan pengingat bahwa setiap kebijakan yang diambil harus tetap selaras dengan tuntunan nilai-nilai Qur’ani. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version