Kilas Daerah

Dinsos OKU Dampingi Penjaringan 60 Calon Siswa Sekolah Rakyat

Dinsos OKU Dampingi Penjaringan 60 Calon Siswa Sekolah Rakyat
Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU, Ir. Iwarman, S.T., M.Eng. Dok. Radit/Nusaly.com

Seluruh penyelenggaraan, kurikulum, hingga pembiayaan fasilitas asrama dan kebutuhan sekolah berada di bawah otoritas penuh Kementerian Sosial.

BATURAJA, NUSALYDinas Sosial Kabupaten Ogan Komering Ulu menegaskan hanya berperan mendampingi proses penjangkauan calon siswa dalam Program Sekolah Rakyat yang diselenggarakan Kementerian Sosial. Tahun ini, sebanyak 60 siswa dari keluarga kurang mampu di OKU disiapkan mengikuti program tersebut.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU, Ir. Iwarman, S.T., M.Eng., menjelaskan bahwa seluruh tanggung jawab mengenai kurikulum, legalitas, hingga penerbitan ijazah bagi anak-anak tersebut berada di bawah kewenangan penuh Kementerian Sosial (Kemensos).

“Jadi kalau Sekolah Rakyat itu di Kementerian Sosial. Tugas kami di Dinas Sosial cuma pendampingan untuk penjangkauan siswa, sifatnya membantu. Kita di daerah ini membantu,” kata Iwarman saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/7/2026).

Bantuan Fasilitas Penuh dari Pusat

Menurut Iwarman, program Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang akan masuk ke kelas X SMA. Sasaran program adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

Seluruh sumber pendanaan untuk program ini berasal langsung dari pemerintah pusat. Siswa yang terjaring akan mendapatkan pemenuhan kebutuhan secara gratis, termasuk pakaian seragam, alat-alat sekolah, hingga konsumsi sehari-hari.

“Yang ingin sekolah tetapi tidak punya kemampuan, itu yang difasilitasi. Semuanya gratis, termasuk bajunya, alat-alat sekolahnya, makan, minum, dan fasilitas asramanya juga ada karena disediakan dari kementerian,” ujar Iwarman.

Penjangkauan di Seluruh Kecamatan

Iwarman mengatakan calon peserta sebanyak 60 anak tersebut berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten OKU. Penjangkauan dilakukan berdasarkan data dari Kementerian Sosial dengan pendampingan pemerintah daerah agar sasaran program sesuai dengan kondisi di lapangan.

Dalam proses penjaringan data di tingkat lokal, Dinsos OKU juga berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta Dinas Pendidikan untuk memetakan anak-anak yang membutuhkan bantuan tersebut. Sejauh ini, proses pemetaan data di lapangan berjalan tanpa hambatan.

Melalui program ini, Iwarman berharap anak-anak dari keluarga prasejahtera di OKU tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak. Menurut dia, pendidikan menjadi salah satu jalan agar kemiskinan tidak terus berulang dari orang tua ke anak-anak mereka.

“Sekarang ini kan kalau orang tidak mampu, anak putus sekolah, diusahakan bisa sekolah. Jangan sampai orang miskin, anaknya tidak sekolah. Kalau orang tuanya miskin, jangan sampai anaknya tidak punya kesempatan untuk mengubah hidupnya,” tutur Iwarman. (radit)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version