Anggota DPRD Ogan Ilir dari Dapil setempat, Raden Ayu Amrina Rosyada, menyuarakan aspirasi terkait kerawanan keamanan dan kehilangan fasilitas di SDN 6 Kecamatan Kandis dalam Rapat Paripurna DPRD Ogan Ilir. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir merespons cepat untuk melakukan investigasi dan peninjauan langsung.
INDRALAYA, NUSALY – Komitmen nyata dalam mengawal kenyamanan serta keamanan fasilitas pendidikan di tingkat wilayah disuarakan secara tegas oleh jajaran legislatif dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ogan Ilir, Senin (25/5/2026). Persoalan krusial mengenai keamanan lingkungan sekolah menjadi salah satu sorotan utama yang diangkat demi melindungi kelangsungan kegiatan belajar mengajar.
Isu tersebut disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Ogan Ilir dari Daerah Pemilihan (Dapil) setempat, Raden Ayu Amrina Rosyada, melalui interupsi dan penyampaian aspirasi di hadapan peserta sidang yang dipimpin oleh pimpinan dewan serta dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani, S.H., M.H..
Aspirasi dapil
Dalam penyampaiannya, Raden Ayu Amrina Rosyada mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kejadian berulang berupa hilangnya berbagai fasilitas penunjang di SDN 6 Kecamatan Kandis. Peristiwa pencurian dan kerusakan fasilitas fisik, seperti jendela ruang kelas hingga area kantor sekolah, dinilai sangat merugikan pihak sekolah dan mengganggu kenyamanan proses pendidikan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun dari konstituen dan pihak sekolah, kejadian serupa kerap berulang terutama saat sekolah memasuki masa libur panjang di mana kondisi lingkungan sekitar sepi dari aktivitas pengawasan.
“Sarana yang hilang cukup beragam, mulai dari peralatan administrasi seperti printer, tabung gas, alat olahraga, hingga peralatan kesenian sekolah. Kondisi ini biasanya terjadi saat sekolah sedang dalam masa libur,” ungkap Amrina di sela jalannya sidang paripurna.
Kekosongan penjaga
Politisi perempuan Ogan Ilir ini mengidentifikasi bahwa salah satu pemicu utama kerawanan tersebut adalah belum adanya personel pengganti untuk posisi penjaga keamanan sekolah yang sebelumnya telah memasuki masa pensiun.
Meskipun pihak sekolah telah melaporkan insiden ini kepada aparat berwenang, evaluasi menyeluruh dan langkah preventif lintas instansi dinilai sangat mendesak untuk segera direalisasikan.
Respons eksekutif
Menanggapi aspirasi yang disampaikan secara konstruktif tersebut, Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani memberikan respons positif dan kooperatif. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir menyatakan kesiapannya untuk segera menerjunkan dinas teknis terkait guna melakukan peninjauan langsung ke SDN 6 Kecamatan Kandis.
Selain pembenahan internal, pihak eksekutif memastikan akan memperkuat koordinasi dengan aparat kepolisian setempat untuk mengusut tuntas kejadian serta meningkatkan patroli keamanan wilayah.
“Harapan kita bersama, langkah sinergis dan preventif ini dapat segera memberikan rasa aman yang nyata bagi pihak sekolah, mencegah kejadian serupa terulang kembali, serta memastikan ekosistem pendidikan di wilayah Kecamatan Kandis tetap berjalan kondusif,” pungkas Wakil Bupati H. Ardani. ***
