Melalui metode membaca nyaring di Rumah Aspirasi Tasik, anak-anak sekolah dasar diajak mempercantik akal budi sekaligus membentengi diri dari dampak negatif ketergantungan gawai.
PALEMBANG, NUSALY – Pemerintah Kota Palembang melalui sinergi lintas lembaga meluncurkan sebuah pendekatan edukatif yang segar guna menumbuhkan kecintaan terhadap buku di kalangan generasi muda.
Di tengah derasnya arus digitalisasi yang kerap menjauhkan anak-anak dari kebiasaan membaca, gerakan membaca nyaring kini diadopsi sebagai instrumen penting untuk merangsang imajinasi serta membentuk karakter anak sejak usia dini.
Langkah taktis tersebut diwujudkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Palembang melalui kegiatan BERIAS, yang merupakan akronim dari Bercerita Dengan Suara Keras.
Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang ke-1343 ini dipusatkan di Rumah Aspirasi Tasik pada Kamis, 11 Juni 2026.
Gerakan literasi ini melibatkan partisipasi aktif dari para siswa tingkat sekolah dasar, khususnya dari SD Negeri 23 Palembang dan SD Negeri 167 Palembang.
Kehadiran program ini menjadi jawaban nyata atas tantangan pola asuh modern, di mana ruang kehangatan keluarga kini mulai terdistraksi oleh paparan gawai dan media sosial secara berlebihan.
Mempercantik Akal Budi dan Masa Depan Anak
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Palembang Ida Royani menjelaskan bahwa pemilihan Rumah Aspirasi Tasik sebagai lokasi acara memiliki pesan filosofis tersendiri.
Tempat tersebut diproyeksikan bukan sekadar bangunan fisik belaka, melainkan sebuah ruang publik untuk melahirkan gagasan dan harapan masyarakat yang diwujudkan melalui program positif, termasuk peningkatan literasi dasar.
Ida Royani juga membedah makna mendalam di balik penamaan BERIAS. Jika dalam kehidupan sehari-hari istilah berias selalu diidentikkan dengan aktivitas mempercantik penampilan fisik atau wajah, maka melalui gerakan ini esensi yang dipercantik adalah akal budi, daya imajinasi, dan masa depan anak-anak melalui kekuatan sebuah cerita.
“Ketika sebuah buku dibacakan dengan suara lantang dan penuh penghayatan, di situlah keajaiban literasi dimulai. Anak-anak dapat menjelajahi dunia, mengenal nilai-nilai kehidupan, dan mengembangkan imajinasi mereka tanpa batas,” ujar Ida Royani saat memberikan sambutan.
Menurut Ida, tantangan terbesar dunia literasi di era digital saat ini bukan lagi mengenai minimnya akses fisik terhadap ketersediaan buku, melainkan tingginya durasi penggunaan gawai yang membuat anak-anak semakin jauh dari kebiasaan membaca.
Dalam konteks ini, DWP serta Bunda Literasi harus memosisikan diri sebagai benteng pertahanan pertama di lingkungan keluarga.
Ibu-ibu Dharma Wanita diharapkan menjadi jangkar dalam keluarga agar peran dan kehangatan seorang ibu saat membacakan dongeng tidak digantikan oleh layar telepon genggam.
Gerakan BERIAS ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi kebiasaan harian dengan meluangkan waktu minimal 15 menit setiap hari untuk membacakan cerita kepada anak di rumah sebagai fondasi emas pembentukan karakter.
Investasi Menuju Indonesia Emas 2045
Sinergi penguatan literasi ini juga mendapat dukungan penuh dari otoritas pendidikan di tingkat daerah. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palembang Heru mengungkapkan bahwa metode membaca nyaring atau read aloud memiliki dampak psikologis dan kognitif yang sangat besar dalam meningkatkan kemampuan berbahasa serta membangun integritas anak sejak dini.
Pihak Dinas Pendidikan menegaskan bahwa budaya literasi mutlak harus ditanamkan sejak anak duduk di bangku sekolah dasar. Melalui kolaborasi yang kokoh antara lingkungan sekolah, keluarga, dan pemerintah, Kota Palembang optimistis dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi.
“Melalui kegiatan seperti BERIAS, anak-anak tidak hanya belajar membaca, tetapi juga belajar memahami, berimajinasi, dan menanamkan nilai-nilai positif yang terkandung dalam setiap cerita. Literasi adalah investasi penting untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” kata Heru menjelaskan esensi program.
Melalui konsistensi gerakan dari bangku sekolah dasar ini, Pemkot Palembang berharap dapat memicu lahirnya calon-calon pemimpin masa depan yang memiliki kedalaman ilmu dan kecintaan terhadap buku, mulai dari tingkat daerah hingga tingkat nasional. ***
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
