Sumsel Maju Terus untuk Semua

Festival Digital Menjadi Ruang Baru Pertumbuhan UMKM Sumsel

Festival Digital Menjadi Ruang Baru Pertumbuhan UMKM Sumsel
Ribuan warga memadati penutupan festival ekonomi digital di kawasan Benteng Kuto Besak Palembang. Dok. Istimewa/nusaly.com

Arus kunjungan puluhan ribu warga dalam tiga hari menandai bergesernya adopsi teknologi finansial dari sekadar program sosialisasi menjadi kebiasaan baru masyarakat.

PALEMBANG, NUSALY – Ribuan warga yang memadati kawasan Benteng Kuto Besak selama tiga hari berturut-turut menunjukkan bahwa transaksi nontunai mulai menjadi bagian dari aktivitas ekonomi harian masyarakat Sumatera Selatan.

Fenomena ini menandai babak baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang kini kian terintegrasi ke dalam ekosistem digital domestik.

Indikator pergeseran budaya bertransaksi tersebut terekam sepanjang pelaksanaan agenda “Gemilang Raya X Digital Kito Galo ke-7” yang diinisiasi oleh Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan hingga akhir pekan kemarin.

Selama tiga hari kegiatan, sekitar 21 ribu pengunjung menghadiri festival ini. Tingginya partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa ruang promosi ekonomi digital mulai mendapat tempat yang kokoh di tengah masyarakat.

Catatan arus kunjungan ini sekaligus mencerminkan evolusi perilaku konsumen lokal. Jika beberapa tahun lalu pengenalan sistem pembayaran digital seperti QRIS masih memerlukan edukasi yang intensif dan sarat simulasi, kini instrumen teknologi finansial tersebut telah meluas menjadi motor penggerak transaksi riil di stan-stan pasar rakyat.

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, mengonfirmasi bahwa konsistensi penguatan infrastruktur perbankan digital ini memberikan dampak linear terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Sistem pembayaran digital yang kian terbuka mempermudah pelaku usaha kecil untuk naik kelas dan masuk ke dalam jaringan pasar yang lebih modern.

“Langkah ini berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan transaksi digital, serta terciptanya ekonomi masyarakat yang lebih inklusif. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk terus memperkuat pemberdayaan UMKM dan menjadikan Palembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital di Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru, Senin (29/6/2026).

Digitalisasi Tidak Lagi Sekadar Kampanye

Keberhasilan perpindahan kebiasaan berbelanja dari uang tunai ke platform digital menuntut daya tahan ekosistem pasca-acara. Keberlanjutan penggunaan pembayaran digital menjadi tantangan berikutnya setelah festival berakhir. Konsistensi transaksi akan menentukan apakah digitalisasi benar-benar menjadi kebiasaan atau hanya meningkat selama kegiatan berlangsung.

Bagi pelaku UMKM, pembayaran digital kini bukan lagi sekadar pilihan tambahan untuk gaya hidup, tetapi mulai menjadi bagian dari cara berusaha sehari-hari. Pencatatan keuangan yang rapi melalui sistem digital menjadi modal penting bagi pelaku usaha mikro saat mereka membutuhkan akses pembiayaan formal ke depan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, optimistis sinergi yang terbangun antar-otoritas akan mempercepat lahirnya ekosistem keuangan yang modern dan inovatif. Penguatan jaringan ini ditargetkan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami berharap penyelenggaraan Palembang Digital Raya dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan memperkuat ekosistem ekonomi digital yang mampu menjangkau seluruh lapisan,” kata Bambang Pramono.

Menjaga Momentum di Tingkat Lokal

Penyediaan ruang temu fisik berskala besar seperti festival terbukti menjadi katalis efektif untuk mempertemukan komoditas UMKM dengan basis konsumen digital yang masif. Kesiapan jajaran pemerintah kota dalam memfasilitasi ruang-ruang publik yang mendukung transaksi digital. menjadi kunci utama.

Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa, mengapresiasi tingginya partisipasi warga yang memadati lokasi kegiatan di pelataran Benteng Kuto Besak. Antusiasme tersebut dinilai sebagai modal sosial sekaligus energi bagi birokrasi daerah untuk mempercepat digitalisasi layanan publik maupun komersial di Kota Palembang.

Keberhasilan festival ini menunjukkan bahwa penguatan ekonomi digital tidak cukup dibangun melalui penyediaan teknologi semata, tetapi juga lewat ruang pertemuan yang mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam satu ekosistem yang solid. ***

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version