MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
SAYANGI OKU

Gedor Sektor Hulu-Hilir, Program Makan Bergizi Gratis Polres OKU Gerakkan Ekonomi Lokal

Gedor Sektor Hulu-Hilir, Program Makan Bergizi Gratis Polres OKU Gerakkan Ekonomi Lokal
Polres OKU luncurkan Sentra Penyiapan Pangan Gizi (SPPG). Bupati Teddy Meilwansyah sebut Makan Bergizi Gratis dongkrak ekonomi hulu-hilir. Dok. Diskominfo OKU

Operasionalisasi Sentra Penyiapan Pangan Gizi resmi bergulir di markas kepolisian resor setempat. Penyiapan dapur umum skala massal ini diproyeksikan menjadi stimulus baru bagi ekosistem pertanian dan pasar rakyat.

BATURAJA, NUSALY – Cetak biru penguatan kualitas sumber daya manusia sekaligus ketahanan ekonomi di tingkat tapak terus diperluas di wilayah hukum Ogan Komering Ulu (OKU).

Melalui kolaborasi taktis antara korps baju cokelat dan pemerintah daerah, operasionalisasi Sentra Penyiapan Pangan Gizi (SPPG) Polres OKU-1 kini resmi diluncurkan sebagai motor penggerak program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Fasilitas dapur umum modern yang berpusat di markas kepolisian tersebut dirancang khusus untuk memotong rantai logistik penyaluran asupan nutrisi bagi ribuan siswa sekolah dan kelompok masyarakat kurang mampu.

Fokus intervensi awal akan menyasar kawasan padat perkotaan, terutama di Kecamatan Baturaja Timur dan Baturaja Barat, sebelum nantinya direplikasi secara masif ke wilayah ekosistem penyangga.

Peluncuran sentra pangan ini menempatkan Kabupaten OKU sebagai salah satu wilayah paling progresif dalam pemenuhan infrastruktur penunjang gizi.

Berdasarkan data pemetaan wilayah, bumi Sebimbing Sekundang kini telah mengoperasikan total 27 unit SPPG yang tersebar secara merata di tujuh kecamatan, sementara enam kecamatan perimeter lainnya diakomodasi melalui sistem distribusi silang dari sentra terdekat.

Efek Domino

Kehadiran dapur logistik massal milik kepolisian ini mendapat respons positif dari eksekutif daerah. Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, menegaskan bahwa esensi dari program MBG tidak boleh hanya terjebak pada dimensi filantropi sektor pendidikan atau instrumen pemenuhan kalori semata.

Lebih dari itu, perputaran modal harian di dalam SPPG membawa dampak ganda (multiplier effect) yang langsung menyuntikkan darah segar ke dalam urat nadi perekonomian lokal.

Skala belanja bahan baku yang masif setiap harinya memaksa rantai pasok hulu, mulai dari kelompok tani, peternak ayam petelur, pembudidaya ikan, hingga buruh angkut di pasar tradisional, ikut bergerak aktif.

“Program ini menyerap ribuan tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi lokal, mulai dari sektor transportasi lokal, perdagangan sayuran dan sembako di pasar rakyat, hingga mendorong produktivitas kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan di desa-desa,” urai Teddy Meilwansyah di sela-sela peninjauan fasilitas dapur, Minggu (17/5/2026).

Teddy mengajak pelaku usaha dan pengamat wilayah untuk jeli melihat peluang perputaran uang tunai (velocity of money) yang tercipta dari dapur umum ini, yang dinilainya mampu menjaga daya beli masyarakat di tingkat bawah tetap stabil.

Strategi Kamtibmas

Langkah korps kepolisian resor dalam mendirikan SPPG mandiri juga dinilai sebagai perluasan fungsi modern Polri. Penanganan urusan ketahanan pangan kini bertransformasi menjadi bagian dari strategi preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) jangka panjang.

Keterlibatan aktif ini ditegaskan sebagai investasi sosial untuk memutus rantai tengkes (stunting) demi menyongsong target Indonesia Emas 2045.

Kehadiran Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Sumsel, Kombes Pol Feri Handoko Soenarso—yang hadir mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr Sandi Nugroho SIK SH MH—menjadi sinyal kuat bahwa program ketahanan pangan ini masuk dalam pengawasan mutu berlapis institusi polri.

Pimpinan daerah mengingatkan para koordinator lapangan, Koordinator Wilayah (Korwil), Koordinator Desa (Kordes), hingga Kepala SPPG untuk memperketat mitigasi risiko teknis di lapangan.

Satuan tugas khusus telah dibentuk untuk mengawal parameter higienitas, ketepatan jam distribusi, hingga akurasi data penerima manfaat guna mencegah potensi kebocoran anggaran maupun sirkulasi makanan kedaluwarsa.

Disiplin manajemen operasional ini menjadi harga mati agar integritas program tetap terjaga di mata publik.

Dengan sinergi segitiga antara kepolisian, pemda, dan asosiasi pedagang lokal, operasionalisasi SPPG Polres OKU-1 diharapkan mampu menjadi jangkar penguat ekonomi Baturaja dari ancaman kelesuan pasar global. (Jum Radit)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version