Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu memulai langkah masif pengentasan kemiskinan melalui peluncuran Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Gebrak Rutilahu). Dengan sinergi lintas sektor, mulai dari APBD hingga dana CSR, Bupati Teddy Meilwansyah menargetkan pembenahan ratusan hunian warga guna menjamin hak dasar masyarakat atas tempat tinggal yang sehat dan bermartabat.
BATURAJA, NUSALY – Bagi Muhammad Sawiri, warga Kelurahan Sepancar Lawang Kulon, Selasa (5/5/2026) menjadi hari yang tidak terlupakan.
Di tengah keterbatasan ekonomi, mimpinya untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan jalan terang setelah Bupati OKU, Teddy Meilwansyah, secara langsung meletakkan batu pertama di kediamannya sebagai tanda dimulainya program bedah rumah skala kabupaten.
Program yang diberi nama Gebrak Rutilahu ini bukan sekadar seremoni konstruksi fisik. Ini adalah strategi jemput bola Pemerintah Kabupaten OKU untuk hadir di tengah warga yang selama ini luput dari jangkauan infrastruktur perumahan yang layak.
Sinergi Anggaran untuk 300 Unit Rumah
Dalam peluncuran di Kecamatan Baturaja Timur tersebut, Bupati Teddy Meilwansyah menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2026, Pemkab OKU memasang target ambisius untuk membedah total 300 unit rumah. Pencapaian target ini tidak dilakukan sendiri oleh pemda, melainkan melalui kolaborasi anggaran yang terukur.
Didampingi Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) OKU, Muzaim Aliansyah, Bupati merinci distribusi program tersebut.
Pada tahap awal, sebanyak 61 unit rumah mulai dikerjakan, disusul tahap kedua sebanyak 19 unit yang kini dalam proses administrasi. Selain itu, porsi khusus diberikan bagi warga terdampak bencana sebanyak 10 unit.
“Ini adalah bukti nyata kehadiran pemerintah saat rakyat membutuhkan. Kami ingin memastikan tidak ada warga OKU yang merasa ditinggalkan dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar rumah tinggal,” ujar Teddy Meilwansyah di lokasi peletakan batu pertama.
Kolaborasi Pusat dan Sektor Swasta
Salah satu poin penting dalam Gebrak Rutilahu tahun ini adalah masuknya partisipasi sektor swasta. Sebanyak 10 unit rumah akan dibedah menggunakan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari berbagai BUMN dan BUMD yang beroperasi di wilayah OKU.
Selain dukungan daerah dan swasta, Pemkab OKU juga berhasil menarik dukungan dari Pemerintah Pusat. Sebanyak 200 unit rumah tambahan akan didanai melalui APBN, sehingga total jangkauan program ini menjadi salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Bumi Sebimbing Sekundang.
Membangun Harapan dari Sepancar
Suasana haru menyelimuti Kelurahan Sepancar saat alat kerja mulai menggempur bagian rumah lama yang sudah lapuk. Bagi penerima manfaat seperti Sawiri, bantuan ini lebih dari sekadar bantuan material semen dan batu bata.
“Alhamdulillah, rumah kami akhirnya mendapat perhatian. Terima kasih banyak Pak Bupati Teddy Meilwansyah atas bantuannya,” ungkap Sawiri dengan nada penuh syukur.
Melalui Gebrak Rutilahu, Pemkab OKU menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu harus tentang gedung bertingkat atau jalan aspal yang lebar.
Adakalanya, keberhasilan pembangunan justru diukur dari seberapa hangat dan amannya seorang warga saat beristirahat di bawah atap rumahnya sendiri. Dengan target 300 rumah di tahun 2026, Teddy Meilwansyah tengah membangun fondasi kesejahteraan dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga. (Jum Radit)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
