Kilas Daerah

Hari Anak Nasional 2026, PKK Sumsel Minta Fokus pada Isu Perundungan dan Inklusivitas

Hari Anak Nasional 2026, PKK Sumsel Minta Fokus pada Isu Perundungan dan Inklusivitas
Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru saat menerima audiensi Panitia Peringatan HAN 2026 di Sekretariat TP PKK Sumsel, Palembang, Senin (22/6/2026). Dok. BHP Pemprov Sumsel

Panitia diminta melibatkan anak-anak panti asuhan serta mengedukasi kewaspadaan dini. Dinas PPA menjadwalkan sosialisasi anti-kekerasan pada Juli mendatang.

PALEMBANG, NUSALY – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumatera Selatan meminta panitia peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 menyusun program kerja yang berdampak langsung pada pemenuhan hak anak. Peringatan tahunan ini diharapkan tidak terjebak pada kegiatan seremonial belaka.

Tema tersebut menjadi sorotan karena kasus perundungan dan kekerasan terhadap anak belakangan masih menjadi salah satu persoalan yang kerap ditemukan di lingkungan sekolah maupun keluarga di Sumatera Selatan.

Hal tersebut ditegaskan Ketua TP PKK Sumsel Feby Herman Deru saat menerima audiensi Panitia Peringatan HAN 2026 di Sekretariat TP PKK Sumsel, Palembang, Senin (22/6/2026).

Feby menyatakan, perhatian dan ruang kreativitas harus diberikan secara merata kepada seluruh lapisan anak tanpa membatasi kelompok usia maupun latar belakang sosial tertentu.

“Mohon juga melibatkan anak-anak yatim dan panti asuhan. Mereka juga berhak merasakan kebahagiaan dan perhatian dalam peringatan Hari Anak Nasional,” ujar Feby.

Edukasi Keamanan

Selain aspek hiburan, edukasi mengenai keselamatan anak di ruang publik dinilai perlu menjadi materi utama. Feby mendorong panitia menyelipkan pemahaman materi vokasi ringan serta simulasi kewaspadaan dini bagi anak-anak terhadap potensi kejahatan dari orang tidak dikenal.

Menurut Feby, anak-anak juga perlu dibekali pemahaman sederhana agar lebih waspada terhadap orang asing dan berani meminta pertolongan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.

Gerakan Anti-Bullying

Merespons arahan tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA) Sumsel, Zaki Aslam, menjelaskan bahwa rangkaian utama peringatan HAN 2026 dijadwalkan berjalan pada Juli mendatang.

Salah satu agenda strategis yang disiapkan adalah kampanye penekanan angka kekerasan anak di lingkungan sekolah dan keluarga. Edukasi tersebut nantinya akan digerakkan secara sebaya oleh Forum Anak Sumatera Selatan.

“Para anggota Forum Anak akan mengedukasi sesama anak mengenai bahaya perundungan (bullying) serta kekerasan terhadap anak,” kata Zaki.

Dinas PPA memilih pendekatan edukasi sebaya agar pesan anti-perundungan lebih mudah diterima oleh anak-anak. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version