MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Sumsel Maju Terus untuk Semua

Herman Deru Dorong Sektor Swasta di Sumsel Terapkan WFH Guna Hemat BBM

Herman Deru Dorong Sektor Swasta di Sumsel Terapkan WFH Guna Hemat BBM
Gubernur Sumsel Herman Deru. Dok. DetikSumbagsel/Muhammad Alyuda Tri Utama

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru sebut efisiensi energi adalah benteng utama pertahanan ekonomi di tengah guncangan konflik global Timur Tengah.

PALEMBANG, NUSALY – Gelombang efisiensi energi di Sumatera Selatan kini tidak hanya menyasar lingkungan birokrasi. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru secara terang-terangan mengusulkan agar sektor swasta ikut ambil bagian dalam penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM). Salah satu poin krusial yang dilempar adalah penerapan kebijakan Work From Home (WFH) bagi pekerja kantoran di perusahaan swasta guna menekan mobilitas kendaraan pribadi di jalan raya.

Langkah ini dipandang Herman Deru sebagai respons mendesak atas ketidakpastian kondisi global akibat konflik Israel-Amerika Serikat dan Iran. Baginya, setiap tetes BBM bersubsidi memiliki andil besar dari negara dan rakyat, sehingga pemborosan energi yang tidak perlu harus segera dipangkas demi menjaga napas ekonomi daerah tetap stabil di tengah guncangan dunia.

Benteng Efisiensi

Herman Deru menilai, pembatasan penggunaan kendaraan dinas pemerintah saja tidak akan cukup untuk mengamankan stok energi di Bumi Sriwijaya. Sektor swasta, dengan jumlah pekerja kantor yang masif, dianggap memiliki potensi penghematan yang signifikan jika skema bekerja dari rumah diterapkan secara tepat.

“Jangan kendaraan dinas pemerintah saja, tapi kendaraan swasta dan pekerjanya juga harus berhemat. Pegawai swasta yang kerjanya di kantor bisa di-WFH-kan. Satu-satunya pertahanan kita saat ini adalah efisiensi. Pemborosan energi yang tidak penting wajib kita pangkas lagi,” tegas Herman Deru, Sabtu (21/3/2026).

Kebijakan ini sekaligus memperkuat rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang tengah bersiap memberlakukan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dengan berkurangnya mobilitas kendaraan secara kolektif, beban konsumsi BBM bersubsidi diharapkan menyusut, sehingga pasokan untuk sektor-sektor produktif lainnya tetap terjaga dan aman.

Kesadaran Energi

Selain urusan bahan bakar, Gubernur juga mengingatkan jajarannya dan pelaku usaha untuk memperketat penggunaan listrik. Efisiensi energi tahun ini menjadi prioritas utama agar negara dan daerah tetap mampu bertahan (survive). Herman Deru menekankan bahwa kesadaran kolektif dalam menjaga setiap sumber daya adalah kunci untuk menghadapi dampak ekonomi dari ketegangan di Timur Tengah.

“Misalnya listrik, yang tidak perlu ya kita efisiensi. Setiap tetes BBM itu ada andil negara di sana. Kita lakukan ini semua agar negara ini tetap bisa bertahan di tengah situasi yang sulit,” tambahnya.

Usulan WFH bagi sektor swasta ini memang masih bersifat imbauan strategis, namun pesan yang disampaikan sangat jelas: Sumatera Selatan harus bersiap dengan skenario “ikat pinggang” energi. Keberhasilan transisi pola kerja ini akan menjadi tolok ukur sejauh mana ketahanan daerah dalam merespons krisis global yang sewaktu-waktu bisa memukul sektor transportasi dan logistik. (desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version