Tingginya minat masyarakat Sumatera Selatan untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci harus diimbangi dengan pelayanan yang profesional.
PALEMBANG, NUSALY – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meminta asosiasi penyelenggara ibadah haji dan umrah untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat. Penguatan kualitas pelayanan dinilai menjadi kunci utama di tengah tingginya minat warga daerah dalam menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat secara resmi menutup Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) Tahun 2026 di Hotel Novotel Palembang, Rabu (24/6/2026).
Pemerintah daerah mengapresiasi pelaksanaan Mukernas yang dinilai produktif dalam menghasilkan berbagai rekomendasi penting bagi peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan umrah di Indonesia.
Pelayanan jadi kunci
Herman Deru menekankan bahwa tingginya antusiasme keagamaan di Sumatera Selatan harus disikapi secara bertanggung jawab oleh para pelaku usaha atau biro perjalanan ibadah. Aspek profesionalisme dalam mendampingi jemaah merupakan hal yang tidak bisa ditawar.
“Utamakan pelayanan kepada masyarakat. Kepercayaan yang telah diberikan harus terus dijaga dengan baik,” ujar Herman Deru.
Melalui komitmen pelayanan tersebut, pelaksanaan ibadah haji khusus maupun umrah diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan rasa aman yang optimal bagi masyarakat sejak masa persiapan hingga kembali ke tanah air.
Pergeseran tren industri religi
Permintaan kepala daerah tersebut mengemuka di tengah pergeseran dinamika industri jasa keagamaan di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor perjalanan ibadah—khususnya umrah dan haji khusus—terus berkembang menjadi industri yang masif seiring dengan semakin panjangnya daftar antrean haji reguler di berbagai wilayah.
Kondisi tersebut membuat peran penyelenggara perjalanan ibadah (travel agent) menjadi kian krusial bagi masyarakat. Calon jemaah kini tidak hanya membutuhkan fasilitas akomodasi dan keberangkatan teknis semata, melainkan juga jaminan kepastian legalitas hukum, keamanan tata kelola dana, serta kualitas pendampingan ibadah yang sah selama berada di Tanah Suci.
Peran edukasi AMPHURI
Melihat peta industri yang kian kompleks tersebut, pemerintah daerah mendorong organisasi profesi untuk memperkuat fungsi pengawasan internal dan edukasi publik secara berkala sebelum masyarakat menentukan pilihan biro perjalanan.
Herman Deru menilai, AMPHURI telah menjadi salah satu organisasi yang dipercaya oleh masyarakat. Kepercayaan tersebut harus diwujudkan dalam langkah nyata untuk membentengi publik dari potensi kerugian akibat penawaran perjalanan dari oknum yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“AMPHURI memiliki peran penting dalam memberikan edukasi agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran perjalanan ibadah yang tidak jelas,” katanya.
Sumsel jadi tuan rumah
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus pusat AMPHURI yang telah memilih Kota Palembang sebagai pusat pelaksanaan agenda nasional ini. Kehadiran para peserta Mukernas dari berbagai wilayah diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi citra daerah.
“Semoga hasil Mukernas ini membawa manfaat yang lebih luas bagi peningkatan pelayanan haji dan umrah serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin beribadah ke Tanah Suci. Mudah-mudahan para peserta merasa betah selama berada di Kota Palembang, khususnya Sumsel,” pungkas Herman Deru.
Acara penutupan Mukernas AMPHURI 2026 ini dihadiri oleh sejumlah pejabat serta pengurus organisasi, di antaranya Asisten I Setda Sumsel H. Apriyadi, Karo Umum Perlengkapan Darmayanti, Ketua Umum DPP AMPHURI H. Firman M. Nur, serta Sekretaris Jenderal DPP AMPHURI H. Ahmad Zaky Zakaria Anshary. (dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
