Dalam LKPJ 2025 Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru tunjukkan rapor hijau pembangunan dengan capaian pertumbuhan sebesar 5,33 persen.
PALEMBANG, NUSALY – Sumatera Selatan kini berada di jalur pertumbuhan yang sangat meyakinkan. Di tengah dinamika ekonomi global, Bumi Sriwijaya justru mencatatkan performa impresif dengan pertumbuhan mencapai 5,33 persen sepanjang tahun 2025.
Angka ini secara signifikan berada di atas rata-rata nasional yang bertengger di level 5,11 persen. Capaian tersebut menjadi inti dari Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) yang disampaikan Gubernur H. Herman Deru dalam Rapat Paripurna ke-XXXIII DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Senin (30/3/2026).
Di hadapan pimpinan dan anggota legislatif, Herman Deru menegaskan bahwa statistik ini bukanlah kebetulan semata. Pertumbuhan yang melaju kencang tersebut dibarengi dengan indeks kualitas hidup yang terus membaik.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumatera Selatan kini menempatkan diri dalam jajaran tertinggi di Indonesia, sementara tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan hingga ke level 3,89 persen.
Rapor Hijau
Bagi Herman Deru, keberhasilan menekan pengangguran dan memacu pertumbuhan adalah buah dari kerja kolaboratif yang terukur. Ia memandang LKPJ bukan sekadar kewajiban konstitusional tahunan, melainkan cermin dari efektivitas kebijakan yang telah diambil pemerintah daerah.
Angka-angka makro ini menjadi bukti nyata bahwa mesin ekonomi daerah bekerja pada ritme yang tepat.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen. Ini menjadi bahan refleksi bagi kita semua untuk terus melangkah lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata,” ujar Gubernur di Ruang Rapat Paripurna.
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie ini juga membedah keberhasilan daerah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan inflasi.
Akselerasi Infrastruktur
Wajah pembangunan Sumatera Selatan ke depan dipastikan akan semakin terkoneksi. Herman Deru memastikan sejumlah proyek strategis tetap menjadi prioritas, termasuk pembangunan New Palembang Port yang diproyeksikan menjadi gerbang ekonomi baru.
Tak hanya itu, sektor kesehatan mendapat suntikan besar melalui rencana pembangunan rumah sakit bertaraf internasional sebagai pusat rujukan regional di Sumatera.
Di sektor agraria, penguatan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) tetap menjadi senjata utama untuk menjaga kedaulatan pangan rumah tangga. Skema food estate dan peningkatan produksi pertanian terus dipacu seiring dengan pembangunan jalan provinsi, penyediaan rumah layak huni, hingga perluasan akses internet masuk desa.
Bagi Pemprov Sumsel, pembangunan harus menyentuh hingga ke beranda depan pelosok daerah.
Marwah Budaya
Menariknya, di tengah gempuran angka pembangunan fisik, Herman Deru tetap menyisipkan komitmen pada pelestarian jati diri. Pembangunan taman seni budaya dan pengenalan kembali Aksara Ulu menjadi bukti bahwa modernitas di Sumatera Selatan tidak akan mencabut akar tradisi.
Toleransi beragama tetap dijaga sebagai fondasi stabilitas agar pembangunan bisa berjalan tanpa gangguan konflik sosial.
Menutup paparannya, Gubernur menegaskan bahwa transparansi dan tata kelola pemerintahan yang bersih adalah harga mati. Dengan dibentuknya panitia khusus (pansus) oleh DPRD, proses evaluasi LKPJ ini diharapkan melahirkan rekomendasi yang tajam demi Sumatera Selatan yang lebih berkeadilan.
Capaian 5,33 persen ini adalah modal besar, namun bagi Herman Deru, kepuasan rakyat di lapangan tetap menjadi indikator kesuksesan yang sesungguhnya. (desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
