Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru tegaskan sektor kesehatan tetap prioritas utama di tengah rencana pemberlakuan WFH bagi pegawai pemprov.
PALEMBANG, NUSALY – Kebijakan penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dipastikan tidak akan memukul sektor pelayanan dasar. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menegaskan bahwa kendaraan dinas yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat, terutama ambulans dan armada layanan kesehatan, tetap beroperasi normal tanpa pembatasan.
Langkah efisiensi melalui skema Work From Home (WFH) satu hari dalam sepekan hanya menyasar sektor administratif yang tidak memerlukan kehadiran fisik di lapangan. Herman Deru menjamin, penanganan darurat dan kegiatan yang menyangkut hajat hidup orang banyak tetap menjadi prioritas yang tidak boleh terhambat oleh alasan penghematan energi.
Prioritas Layanan Dasar
Bagi Herman Deru, memisahkan sektor krusial dari kebijakan efisiensi adalah harga mati agar hak-hak masyarakat tidak tercederai. Ia tidak ingin kebijakan “ikat pinggang” energi justru memicu kemacetan layanan di rumah sakit atau pusat kesehatan masyarakat.
“Penghematan BBM terhadap kendaraan dinas tidak akan dilakukan pada sektor khusus seperti pelayanan publik. Layanan kesehatan tidak akan berhemat BBM. Yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat, itu tidak kita batasi,” tegas Herman Deru, Sabtu (21/3/2026).
Meski meyakini kebijakan WFH bakal efektif menekan konsumsi energi, Gubernur mengaku masih memerlukan waktu untuk menghitung detail angka efisiensi yang didapat. Kajian mendalam mengenai jumlah kendaraan dinas operasional tengah dilakukan guna melihat sejauh mana dampak nyata dari pengurangan mobilitas pegawai kantor tersebut terhadap beban APBD.
Pasokan Mudik Aman
Di tengah rencana efisiensi ini, Herman Deru juga membawa kabar baik mengenai ketersediaan energi di Bumi Sriwijaya. Berdasarkan koordinasi dengan pimpinan Pertamina Patra Niaga, pasokan BBM untuk wilayah Sumatera Selatan dipastikan dalam kondisi aman dan lancar, terutama menghadapi lonjakan arus mudik dan balik Lebaran.
Sejauh ini, belum ada laporan mengenai kelangkaan BBM bagi pemudik yang melintasi jalur lintas Sumatera. Kondisi kondusif ini diharapkan tetap terjaga hingga masa arus balik usai, sehingga stabilitas mobilitas warga tidak terganggu.
“Pasokan BBM saat ini lancar. Kita tidak mendengar ada pemudik yang melewati Sumsel tidak kebagian BBM. Kita harapkan pascalebaran nanti kondisi tetap kondusif,” tukasnya.
Dengan penegasan ini, Pemprov Sumsel mencoba menyeimbangkan dua kepentingan besar: menjaga ketahanan energi daerah sekaligus memastikan mesin pelayanan publik tetap menderu tanpa hambatan. (desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
