Keberhasilan merestorasi ekosistem mangrove dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pantai mengantarkan Sumatera Selatan meraih pengakuan tertinggi dari negara
JAKARTA, NUSALY – Komitmen jangka panjang dalam merawat kelestarian lingkungan hidup dan mengoptimalkan potensi maritim daerah berhasil membuahkan pengakuan tertinggi di tingkat nasional.
Menyeimbangkan antara akselerasi pembangunan ekonomi dan perlindungan ekosistem esensial merupakan tantangan terbesar kepala daerah modern, terutama dalam mengelola wilayah perairan yang rentan terhadap degradasi lingkungan.
Keberhasilan dalam menakhodai tantangan tersebut mengantarkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), H. Herman Deru, meraih tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Republik Indonesia.
Penghargaan bergengsi atas dedikasi dan kontribusi luar biasa di bidang pemerintahan, khususnya pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan sektor kelautan serta perikanan ini diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian.
Prosesi penganugerahan berlangsung khidmat di Sasana Bhakti Praja, Gedung C Lantai 3 Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026). Penghargaan ini mempertegas posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu provinsi yang progresif dalam menelurkan regulasi pro-lingkungan.
Restorasi Berbasis Regulasi
Pemberian tanda kehormatan ini didasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 126/TK/Tahun 2025. Herman Deru dinilai sangat berhasil dan berperan aktif dalam memimpin gerakan konservasi kawasan pesisir melalui program rehabilitasi mangrove yang terstruktur sejak tahun 2021.
Langkah penyelamatan lingkungan di lapangan tersebut diperkuat oleh payung hukum tata ruang yang solid serta pembentukan berbagai kelembagaan strategis.
Di antaranya adalah Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD), Forum Daerah Aliran Sungai (DAS), serta Lembaga Desa Pengelola Hutan Desa (LDPHD). Instrumen-instrumen inilah yang menjadi mesin penggerak penguatan koordinasi lintas sektor di Sumsel.
“Proses seleksinya sangat ketat dan panjang. Ada panitia seleksi yang melibatkan Kemenko Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemendagri, serta berbagai pihak lainnya. Banyak nama yang diajukan, namun setelah melalui seleksi administrasi, verifikasi lapangan, dan klarifikasi, akhirnya terpilih tiga gubernur, termasuk dua gubernur yang masih aktif menjabat,” ujar Mendagri Tito Karnavian dalam sambutannya.
Tito menambahkan, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan 65 persen wilayah berupa perairan, Indonesia sangat membutuhkan figur kepala daerah yang berani melahirkan inovasi dari hulu hingga hilir di sektor maritim.
Langkah Pemprov Sumsel yang memadukan riset ilmiah dengan pelibatan aktif masyarakat bawah dinilai menjadi model ideal pembangunan pesisir yang berkelanjutan.
Kembalinya Habitat Kelautan
Bagi Sumatera Selatan, penghargaan ini merupakan buah dari konsistensi kerja keras yang dievaluasi secara komprehensif oleh tim pusat selama empat tahun terakhir.
Program rehabilitasi hutan payau yang digalakkan tidak sekadar menjadi benteng hijau untuk mencegah abrasi pantai, melainkan menjelma menjadi stimulan kebangkitan ekonomi warga lokal.
“Alhamdulillah, kami bersyukur karena kerja-kerja lapangan yang kami lakukan dinilai dan dihargai secara komprehensif. Melalui rehabilitasi mangrove, kita tidak hanya menghindari abrasi, tetapi juga mengembalikan habitat berbagai jenis ikan yang sebelumnya mulai langka. Kini ikan-ikan yang menjadi konsumsi masyarakat bahkan memiliki nilai ekspor sudah mulai kembali ditemukan. Ini menjadi indikator bahwa program yang kami lakukan berhasil,” ungkap Gubernur Herman Deru dengan nada optimis.
Herman Deru menegaskan bahwa kepuasan sejati dari sebuah kebijakan ekologis bukan terletak pada selembar piagam, melainkan pada kembalinya keseimbangan alam yang langsung berdampak pada isi jaring-jaring para nelayan di akar rumput.
Motivasi Masa Depan
Akselerasi rehabilitasi mangrove di Sumsel juga dinilai sukses karena mampu meruntuhkan ego sektoral. Kolaborasi harmonis antara dinas terkait, kalangan akademisi lewat jalur riset, serta kelompok swadaya masyarakat menjadi fondasi utama yang menjaga program ini tetap berjalan konsisten terlepas dari berbagai dinamika lapangan.
Menutup keterangannya, orang nomor satu di Bumi Sriwijaya ini menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden RI, Mendagri, serta seluruh elemen masyarakat Sumsel yang telah bahu-bahu menjaga kelestarian pesisir.
Penghargaan Satyalancana Wira Karya ini diposisikan sebagai bahan bakar motivasi baru bagi jajaran pemerintah provinsi untuk terus melahirkan kebijakan hulu-hilir yang berwawasan lingkungan, sekaligus memastikan sektor perikanan Sumsel mampu menjadi pilar ketahanan pangan yang tangguh di masa depan. (ril/dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
