Grup band Ungu kembali meramaikan kancah musik religi dengan single “Pulang Pada-Mu”. Lagu ciptaan Enda ini bukan sekadar pelengkap daftar putar Ramadan, melainkan sebuah kesaksian personal tentang kerinduan hamba untuk kembali ke jalan Tuhan setelah lelah mengejar dunia.
JAKARTA, NUSALY — Di tengah gegap gempita industri musik yang kian bising, grup band Ungu kembali mengambil peran sebagai penanda datangnya bulan suci. Lewat single religi terbaru bertajuk “Pulang Pada-Mu” yang dirilis secara digital, Senin (16/2/2026), band yang digawangi Pasha, Enda, Oncy, Makki, dan Rowman ini mencoba membedah makna kepulangan spiritual. Bukan sekadar kepulangan fisik, melainkan sebuah titik balik batiniah di mana ambisi duniawi diletakkan demi sebuah pengampunan.
Lagu ini lahir dari rahim keresahan personal Enda, sang gitaris. Bagi Enda, “Pulang Pada-Mu” adalah cermin retak dari perjalanannya sendiri yang sempat terhanyut dalam rutinitas kerja dan kejaran ambisi yang tak kunjung usai. Di balik kemilau panggung dan kesibukan mengejar materi, ia justru menemukan ruang kosong yang mencekam dalam jiwanya. Dari lubang kekosongan itulah, lirik-lirik lagu ini mengalir sebagai bentuk penyesalan sekaligus permohonan untuk diterima kembali dalam dekapan ilahi.
“Saya menulis ini berdasarkan apa yang benar-benar saya rasakan. Ketika hari-hari cuma diisi buat kerja dan ambisi, saya malah merasa kosong. Di titik itulah muncul pencarian terhadap Allah SWT,” ungkap Enda. Baginya, kata “pulang” dalam lagu ini adalah simbol bahwa sejauh apa pun seorang hamba tersesat dalam distraksi dunia, pintu untuk kembali selalu terbuka lebar, terutama di momentum Ramadan yang menjadi bulan perenungan kolektif.
Ruang Refleksi Lintas Generasi
Pasha, sang vokalis, melihat karya terbaru ini sebagai kelanjutan dari identitas Ungu yang sudah melekat kuat sejak album Surga-Mu puluhan tahun silam. Ungu seolah telah mengunci satu slot khusus di memori publik Indonesia sebagai band yang mampu membungkus pesan-pesan sakral ke dalam balutan pop yang renyah namun tetap bernyawa. Lewat “Pulang Pada-Mu”, mereka ingin menyediakan ruang refleksi bagi pendengar yang mungkin sedang merasakan “kelelahan duniawi” yang sama.
“Kami ingin lagu ini menjadi teman perjalanan spiritual. Identitas Ungu memang tidak bisa dilepaskan dari karya religi yang mencoba menjadi pengingat, baik bagi kami sendiri sebagai musisi maupun bagi para pendengar,” ujar Pasha. Ketulusan dalam vokal Pasha yang khas, berpadu dengan aransemen musik yang syahdu hasil rekaman di Musica Studio, membuat lagu ini terasa sangat intim, seolah sedang membisikkan doa di telinga pendengarnya.
Sentuhan personal lagu ini diperkuat dengan kehadiran Enda sebagai model dalam video musiknya. Hal ini memberikan bobot emosional lebih, menunjukkan bahwa narasi taubat yang diusung bukan sekadar “jualan” musiman menjelang bulan puasa, melainkan sebuah kesaksian yang punya “daging” dan pengalaman nyata. Lirik “Kini ku pulang pada-Mu/Inilah hamba-Mu yang lemah” menjadi kalimat kunci yang merangkum ketidakberdayaan manusia di hadapan Sang Pencipta.
Melawan Distraksi Duniawi
Secara musikal, “Pulang Pada-Mu” tetap mempertahankan DNA Ungu yang melankolis namun megah. Namun, di balik kemasan pop tersebut, ada kritik halus terhadap gaya hidup modern yang serba cepat dan seringkali membuat manusia lupa akan “surga”. Liriknya yang lugas seperti “Pernah ku tenggelam mengejar dunia, melupakan surga” adalah sebuah pengakuan jujur yang mungkin mewakili jutaan orang di luar sana yang terjebak dalam siklus konsumerisme dan persaingan hidup yang melelahkan.
Dirilis satu minggu sebelum Ramadan, lagu di bawah naungan Trinity Optima Production ini memang dirancang sebagai pembuka tirai perenungan diri. Ramadan 1447 H diharapkan menjadi momen di mana setiap orang bisa berhenti sejenak dari “pelarian” mengejar ambisi dan mulai menatap jalan pulang. Ungu membuktikan bahwa meski sudah puluhan tahun berkarya, mereka tetap mampu menangkap kegelisahan zaman dan mengubahnya menjadi harmoni yang menenangkan.
Kehadiran single ini juga menegaskan posisi Trinity Optima Production sebagai label yang jeli melihat brand positioning artisnya. Dengan misi “Nurturing STARS to Inspire Happiness”, label ini berhasil menjaga Ungu tetap relevan melintasi berbagai generasi pendengar. “Pulang Pada-Mu” kini sudah tersedia di seluruh platform digital streaming, siap menemani setiap sujud dan heningnya malam para pemburu ampunan di bulan suci nanti. Karena pada akhirnya, perjalanan sejauh apa pun akan terasa sia-sia jika kita lupa jalan untuk pulang ke rumah yang sebenarnya: Tuhan.
(dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
