Anggota DPRD Ogan Ilir dari Dapil III Muhammad Iqbal menilai usia ke-22 sebagai fase krusial untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam tata kelola pemerintahan. Ia menekankan bahwa pembangunan cerdas harus berorientasi pada penguatan SDM dan transparansi pelayanan publik.
OGAN ILIR, NUSALY – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Ogan Ilir ke-22 menjadi titik tolak penting dalam reposisi visi pembangunan daerah yang lebih modern. Dalam Rapat Paripurna XXVII di Gedung DPRD Ogan Ilir, Rabu (7/1/2026), Anggota DPRD Ogan Ilir Muhammad Iqbal menegaskan bahwa tema “Ogan Ilir Smart” yang diusung tahun ini merupakan manifestasi dari arah baru kebijakan yang lebih responsif terhadap tantangan zaman.
Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, Muhammad Iqbal melihat bahwa transformasi digital yang tengah didorong oleh Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir bersama legislatif harus mampu menyentuh esensi mendasar, yakni kemudahan akses bagi warga. Kehadiran tokoh-tokoh kunci seperti Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang dan Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar di tengah sidang paripurna memperkuat sinergi lintas otoritas untuk mewujudkan ekosistem daerah yang cerdas.
Muhammad Iqbal memandang usia 22 tahun sebagai fase pendewasaan yang menuntut Ogan Ilir untuk melampaui pola pembangunan konvensional. Baginya, konsep cerdas tidak boleh terjebak pada penggunaan teknologi semata, melainkan harus mencakup cara berpikir yang inovatif dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
“Selamat Hari Jadi Kabupaten Ogan Ilir ke-22. Konsep ‘smart’ ini harus menjadi arah baru yang nyata, di mana teknologi digunakan untuk menciptakan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan transparan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Muhammad Iqbal di sela-sela kekhidmatan rapat paripurna.
Infrastruktur Digital dan Keunggulan SDM
Dalam refleksinya, Muhammad Iqbal menyoroti bahwa pembangunan fisik yang masif di Ogan Ilir selama dua dekade terakhir harus segera diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan literasi digital masyarakat agar mampu beradaptasi dengan sistem pemerintahan berbasis data yang terintegrasi.
Menurutnya, Ogan Ilir memiliki posisi geografis yang strategis di Sumatera Selatan, sehingga iklim investasi yang sehat dan pembukaan lapangan kerja harus didukung oleh birokrasi yang efisien. Melalui fungsi pengawasan di DPRD, Iqbal berkomitmen memastikan bahwa setiap program “smart region” benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi konstituennya.
“Kita optimistis bahwa Ogan Ilir dapat tumbuh menjadi kabupaten yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga unggul dalam kualitas SDM. Ini memerlukan kolaborasi yang kuat antara DPRD, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif seluruh warga,” tambahnya.
Komitmen Legislatif dalam Mengawal Visi
Di bawah kepemimpinan Ketua DPRD Ogan Ilir H. Edwin Cahya Putra, S.IP., lembaga legislatif terus mempertegas fungsinya dalam penganggaran dan legislasi guna mendukung visi modernisasi daerah. Muhammad Iqbal menegaskan bahwa DPRD akan terus bersikap kritis namun konstruktif dalam memastikan program digitalisasi pemerintahan berjalan sesuai koridor transparansi dan akuntabilitas.
Apresiasi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terhadap capaian Ogan Ilir menjadi motivasi tambahan bagi dewan untuk terus melakukan inovasi kebijakan. Stabilitas politik yang terjaga di Gedung Rakyat Ogan Ilir menjadi modal utama agar agenda pembangunan berkelanjutan tidak terhambat oleh kendala birokrasi yang berbelit.
Peringatan hari jadi ini ditutup dengan semangat kebersamaan yang diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh pemangku kepentingan. Bagi Muhammad Iqbal, “Ogan Ilir Smart” adalah janji masa depan yang harus dikawal dengan integritas legislatif, demi mewujudkan kesejahteraan yang merata bagi seluruh masyarakat di kabupaten penyangga ini.
***
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
