Anggota DPRD Ogan Ilir dari Dapil I Royatuddin menegaskan bahwa konsep Ogan Ilir Smart harus diterjemahkan dalam pelayanan publik berbasis teknologi yang merata. Ia meminta pemerintah daerah tidak hanya terjebak pada simbolisme seremonial.
OGAN ILIR, NUSALY – Usia ke-22 bagi sebuah kabupaten hasil pemekaran bukan sekadar penanda waktu, melainkan garis pembatas menuju kemandirian dan kecerdasan tata kelola. Dalam Rapat Paripurna XXVII memperingati Hari Jadi Kabupaten Ogan Ilir, Rabu (7/1/2026), Anggota DPRD Ogan Ilir Royatuddin menekankan bahwa momentum ini harus menjadi titik balik bagi penguatan kebijakan yang lebih responsif dan inovatif.
Gedung DPRD Ogan Ilir yang menjadi lokasi rapat paripurna tersebut dipenuhi semangat kolaborasi lintas otoritas. Kehadiran Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang dan Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar menjadi saksi atas komitmen legislatif dalam mengawal visi besar daerah. Bagi Royatuddin, representasi dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, kehadiran para pemimpin ini adalah sinyal kuat untuk menyatukan langkah dalam mewujudkan konsep “Ogan Ilir Smart”.
Royatuddin memandang bahwa tema tahun ini mencerminkan orientasi baru pembangunan yang tidak lagi melulu soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia dan sistem digital. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan konsep daerah cerdas sangat bergantung pada kemauan pemerintah untuk meninggalkan pola birokrasi lama yang kaku.
“Mewakili pimpinan dan seluruh anggota DPRD dari Dapil I, saya mengucapkan Selamat Hari Jadi Kabupaten Ogan Ilir ke-22. Harapan kita, di usia yang semakin matang ini, Ogan Ilir mampu bertransformasi menjadi daerah yang modern dan inovatif, di mana pelayanan publik benar-benar responsif terhadap kebutuhan warga,” ujar Royatuddin di sela-sela kekhidmatan acara.
Mewujudkan Kebijakan yang Melampaui Slogan
Salah satu catatan kritis yang dibawa Royatuddin adalah perlunya penerjemahan visi daerah ke dalam program kerja yang konkret. Ia menegaskan bahwa “Smart” harus dirasakan melalui kemudahan akses teknologi di tingkat desa, transparansi anggaran, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di tingkat regional.
Sebagai anggota legislatif, Royatuddin berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan agar setiap program strategis yang sejalan dengan smart region tidak hanya menjadi belanja rutin tanpa dampak nyata. Ia mendorong adanya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memastikan pembangunan dirasakan merata.
“Usia 22 tahun adalah fase penting menuju kedewasaan daerah. Ini saatnya Ogan Ilir memantapkan langkah, memastikan setiap kebijakan berbasis teknologi mampu meningkatkan kualitas hidup seluruh lapisan masyarakat secara adil,” tegasnya.
Sinergi untuk Resiliensi Ekonomi
Dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang tercermin lewat kehadiran Wakil Gubernur dipandang Royatuddin sebagai modal penting bagi resiliensi ekonomi Ogan Ilir. Di bawah kepemimpinan Ketua DPRD H. Edwin Cahya Putra, S.IP., lembaga legislatif terus memposisikan diri sebagai mitra strategis yang mengawal sinkronisasi kebijakan antara kabupaten dan provinsi.
Suasana tertib dan khidmat dalam rapat paripurna tersebut menunjukkan stabilitas politik yang terjaga di Ogan Ilir. Royatuddin berharap semangat persatuan ini terus dirawat agar agenda pembangunan berkelanjutan, mulai dari sektor pendidikan hingga kesehatan, dapat berjalan optimal tanpa terhambat kendala administratif.
Peringatan hari jadi ini ditutup dengan tekad kolektif untuk bekerja lebih keras. Bagi Royatuddin, tugas sebagai wakil rakyat adalah memastikan bahwa masa depan Ogan Ilir bukan hanya sekadar cerdas dalam teknologi, tetapi juga cerdas secara sosial dan sejahtera secara ekonomi bagi seluruh masyarakat di kabupaten penyangga ini.
***
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
