Balai Latihan Kerja Sekayu menjadi saksi antusiasme puluhan pencari kerja lokal dalam mengikuti seleksi langsung bersama PT Gorby Putra Utama. Melalui kolaborasi strategis ini Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin mempertegas komitmen agar industri yang beroperasi di Bumi Serasan Sekate wajib memprioritaskan tenaga kerja lokal.
SEKAYU, NUSALY – Riuh rendah harapan membuncah di pelataran Balai Latihan Kerja (BLK) Sekayu sejak matahari baru saja naik, Senin (2/3/2026). Sebanyak 49 pencari kerja datang membawa map cokelat berisi asa dan dokumen masa depan. Hari itu bukan sekadar agenda rekrutmen biasa, melainkan panggung pembuktian bagi warga lokal Musi Banyuasin (Muba) di hadapan tim seleksi PT Gorby Putra Utama.
Langkah jemput bola yang diinisiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Muba ini menjadi oase di tengah ketatnya persaingan lapangan kerja. Pemerintah kabupaten sadar betul bahwa urusan pengangguran tidak bisa selesai hanya dengan tumpukan berkas lamaran di atas meja birokrasi. Perlu ada jembatan langsung yang mempertemukan keringat para pencari kerja dengan kebutuhan industri di tanah mereka sendiri.
Harapan Lokal
Pemandangan di lokasi seleksi mencerminkan kegigihan yang luar biasa. Peserta bukan hanya datang dari sekitaran Kota Sekayu, melainkan juga melintasi batas-batas kecamatan yang jauh. Sebagian dari mereka menempuh perjalanan berjam-jam dari Bayung Lencir, sebuah bukti betapa mahalnya sebuah kesempatan kerja di mata putra daerah. Kehadiran seleksi langsung atau walk interview ini memangkas ketidakpastian yang selama ini sering menghantui para pelamar kerja melalui jalur konvensional.
Posisi yang ditawarkan pun cukup menantang dan variatif. Mulai dari tenaga operasional di balik kemudi hingga posisi manajerial serta administratif seperti admin officer. Rentang posisi ini menunjukkan bahwa putra-putri Muba sebenarnya memiliki kesiapan kompetensi yang luas, baik untuk bekerja di lapangan yang keras maupun mengelola urusan manajerial di dalam kantor perusahaan.
Akses Transparan
Di tengah proses seleksi, Kepala Disnakertrans Muba Herryandi Sinulingga tampak mengawal langsung jalannya kegiatan. Baginya, transparansi adalah harga mati. Model seleksi di tempat seperti ini menutup celah bagi praktik-praktik informasi yang tidak merata. Semua orang yang hadir memiliki garis start yang sama, diuji secara terbuka, dan mendapatkan akses informasi yang jujur mengenai peluang mereka untuk bergabung di industri pertambangan tersebut.
“Kami ingin memastikan putra-putri daerah menjadi prioritas utama. Perusahaan yang mengais rezeki di Muba harus punya tanggung jawab moral untuk menyerap tenaga kerja dari sekelilingnya terlebih dahulu,” tegas Herryandi. Pesan ini bukan sekadar imbauan, melainkan sebuah penegasan kebijakan agar investasi yang masuk ke Muba benar-benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat setempat, bukan hanya sekadar angka dalam laporan investasi daerah.
Prioritas Daerah
Kehadiran investasi memang ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi ia membawa pertumbuhan ekonomi, namun di sisi lain ia bisa menjadi asing bagi warga lokal jika tidak dikelola dengan keberpihakan yang jelas. Pemkab Muba memilih jalan untuk terus mengawal kedaulatan tenaga kerja lokal. Perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Bumi Serasan Sekate dituntut untuk tidak menutup mata terhadap potensi SDM lokal yang sebenarnya hanya butuh kesempatan untuk membuktikan diri.
Optimalisasi gedung BLK Sekayu sebagai titik temu rekrutmen adalah strategi yang cerdas. Fasilitas ini tidak lagi hanya menjadi tempat kursus singkat, tetapi telah bertransformasi menjadi jembatan emas menuju dunia kerja profesional. Dengan sistem terbuka, kecurigaan publik terhadap “permainan dalam” dalam rekrutmen perusahaan bisa ditepis. Warga merasa pemerintah benar-benar hadir untuk melindungi hak-hak mereka di pasar kerja yang kompetitif.
Ekosistem Mandiri
Bagi pihak PT Gorby Putra Utama, menjaring tenaga kerja lokal sebenarnya adalah langkah efisiensi yang strategis. Pekerja dari wilayah sekitar cenderung memiliki loyalitas yang lebih tinggi karena faktor keterikatan emosional dengan daerahnya. Selain itu, sinkronisasi antara kebutuhan perusahaan dan kurikulum pelatihan di BLK ke depannya akan menciptakan ekosistem tenaga kerja yang mandiri dan berkelanjutan. Hal ini penting agar perusahaan tidak perlu lagi mendatangkan tenaga kerja dari luar daerah untuk posisi-posisi yang bisa diisi oleh warga Muba.
Pemerintah Kabupaten Muba tetap optimistis bahwa tren penurunan angka pengangguran akan terus berlanjut seiring dengan masifnya kolaborasi serupa di masa depan. Peningkatan martabat warga melalui pekerjaan yang layak adalah inti dari setiap derap pembangunan di kabupaten ini. Dengan keberpihakan yang nyata, putra daerah tidak akan lagi menjadi penonton di tengah deru mesin industri yang beroperasi di halaman rumah mereka sendiri.
Keberlanjutan program seleksi terbuka ini diharapkan menular ke perusahaan-perusahaan lain di berbagai sektor. Martabat pembangunan di Musi Banyuasin tidak diukur dari megahnya infrastruktur semata, melainkan dari seberapa banyak warga lokal yang mampu berdiri tegak di kaki sendiri melalui pekerjaan yang bermartabat. (*)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
