OKI Maju Bersama

Keadilan Digital dari Pelosok Ogan Komering Ilir

Keadilan Digital dari Pelosok Ogan Komering Ilir
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir mengintegrasikan papan interaktif digital dan internet satelit di 951 sekolah guna menyeragamkan standar kualitas pendidikan. Dok. Diskominfo OKI

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir mengintegrasikan papan interaktif digital dan internet satelit di 951 sekolah guna menyeragamkan standar kualitas pendidikan. Langkah ini dibarengi upaya penguatan status guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu serta penyesuaian kesejahteraan yang diselaraskan dengan kemampuan fiskal daerah.

KAYUAGUNG, NUSALY – Geografi selama ini menjadi tantangan purba bagi pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Dengan luas wilayah mencapai 17.071,33 kilometer persegi lebih luas dari kedaulatan negara Timor Leste serta berkali-kali lipat melampaui Singapura dan Brunei Darussalam, distribusi standar pendidikan yang setara di wilayah ini memerlukan pendekatan yang luar biasa.

Kondisi geografis yang didominasi lahan basah dan perairan luas menciptakan sekat isolasi yang kronis antara sekolah di pusat kota dan pelosok. Selama puluhan tahun, akses terhadap informasi di sekolah yang berada di titik terjauh sering kali tertinggal, yang pada akhirnya berimplikasi pada posisi tawar siswa dalam kompetisi akademik nasional. Namun, per pertengahan Februari 2026, wajah ruang kelas di Bumi Bende Seguguk mulai mengalami migrasi sistemik melalui digitalisasi masif.

Sebanyak 951 satuan pendidikan kini mulai mengoperasikan perangkat papan interaktif digital (Interactive Flat Panel) dan laptop. Di titik-titik blank spot yang sulit dijangkau menara telekomunikasi konvensional, pemerintah daerah menerjunkan teknologi internet satelit Starlink. Pemasangan akses satelit ini menjadi solusi radikal guna memastikan “jalur tol informasi” benar-benar sampai ke meja belajar siswa, memutus rantai isolasi digital yang selama ini membelenggu wilayah pedesaan.

Bupati OKI, H. Muchendi, menegaskan bahwa langkah ini adalah instrumen wajib untuk memastikan siswa di daerah kompetitif secara nasional. Namun, ia mewanti-wanti agar kemewahan infrastruktur ini tidak berakhir sebagai pajangan kelas.

“Digitalisasi ini bukan pilihan, melainkan instrumen wajib untuk bertahan di era siber. Kuncinya kini beralih pada kesiapan dan kompetensi guru untuk meramu metode pembelajaran yang partisipatif dan kontekstual,” ujarnya dalam peluncuran program di SMPN 6 Kayuagung, Sabtu (14/2/2026).

Martabat Guru

Transformasi digital ini tidak berdiri sendirian di atas meja kebijakan. Pemkab OKI menyadari bahwa perangkat teknologi secanggih apa pun akan lumpuh tanpa dukungan penggerak yang memiliki kepastian status. Di tengah deru modernisasi ruang kelas, Muchendi membawa komitmen pada penguatan pilar kesejahteraan tenaga pendidik melalui skema yang terukur secara birokrasi dan disesuaikan dengan realitas fiskal daerah.

“Ada penyesuaian gaji PPPK, khususnya PPPK Paruh waktu yang menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. Namun kami berupaya memberi kepastian status, termasuk pengangkatan guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu serta peningkatan kesejahteraan,” tegas Muchendi.

Langkah ini diambil agar para guru dapat fokus sepenuhnya pada penguasaan teknologi pembelajaran tanpa harus terus-menerus dihantui oleh ketidakpastian administratif dan finansial.

Kepastian status ini juga diharapkan mampu menutup celah bagi praktik transaksional dalam pengisian jabatan di lingkungan pendidikan. Muchendi menekankan bahwa manajemen talenta kini murni bertumpu pada kinerja dan prestasi, bukan lagi pada kedekatan atau jalur pintas.

“Tunjukkan prestasi dan dedikasi. Di era digital ini, manajemen sekolah harus dipegang oleh mereka yang memiliki kapabilitas instruksional, bukan yang mencari jalan belakang lewat oknum penjual jabatan,” tambahnya, memberikan lapisan integritas dalam transformasi digital ini.

Pemkab OKI menyadari bahwa perangkat teknologi secanggih apa pun akan lumpuh tanpa dukungan penggerak yang sejahtera. Dok. Diskominfo OKI

Kepala Dinas Pendidikan OKI, M. Refly, merinci bahwa distribusi perangkat telah menjangkau 479 sekolah dasar dan 150 sekolah menengah pertama. Tantangan berikutnya adalah menuntaskan distribusi bagi 304 lembaga PAUD yang masih dalam antrean tahun ini.

“Sekolah dasar dan menengah pertama sudah menerima dan kini memasuki tahap optimalisasi pemanfaatan. PAUD akan menerima secara bertahap,” kata Refly.

Angka ini menunjukkan bahwa transformasi digital di OKI dilakukan secara menyeluruh dari jenjang pendidikan dini hingga menengah, guna memastikan fondasi literasi digital terbangun sejak awal.

Kedaulatan Akses

Dampak nyata dari sinergi teknologi dan pembenahan status guru ini mulai dirasakan di wilayah-wilayah sulit seperti Sungai Menang dan Pampangan. Akses internet satelit memutus rantai isolasi informasi, memungkinkan guru menjangkau referensi pembelajaran global yang selama ini hanya menjadi kemewahan sekolah di kota besar. Ratna, seorang kepala sekolah di pelosok perairan, menyebut kedaulatan akses ini sebagai “oase” yang membuat siswanya memiliki peluang kompetitif yang setara.

Di SDN 1 Desa Jermun, papan digital mulai menggantikan ketergantungan pada buku teks cetak yang distribusinya kerap terkendala logistik akibat luasnya wilayah. Siswa kini tidak lagi sekadar membayangkan teori; mereka berinteraksi langsung dengan visualisasi data dan simulasi visual yang memancing daya kritis mereka sejak dini. Penggunaan papan interaktif ini memungkinkan materi yang kompleks menjadi lebih mudah dicerna dan partisipatif bagi siswa di pelosok.

Modernisasi di 951 sekolah ini pada akhirnya mengirimkan pesan kuat tentang keadilan sosial. Di Ogan Komering Ilir, kualitas otak anak bangsa tidak boleh lagi ditentukan oleh seberapa jauh rumah mereka dari aspal jalan raya provinsi.

Melalui jembatan teknologi dan upaya keras menjamin martabat pendidik, standar kualitas pendidikan di tepian rawa kini mulai menyentuh level yang sama dengan mereka yang berada di jantung kota.

(puputzch)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version