Kehadiran Presiden International Minifootball Federation ke Palembang bukan sekadar kunjungan seremonial. Di balik meja audiensi, ada ambisi besar untuk menyeret turnamen kelas dunia ke Bumi Sriwijaya sekaligus memacu sport tourism.
PALEMBANG, NUSALY – Kota Palembang nampaknya belum mau berhenti mencatatkan namanya dalam peta olahraga internasional. Belum hilang euforia berbagai perhelatan besar, kini angin segar berhembus dari lapangan hijau yang lebih mungil. Kedatangan Dr. Mohammed Aldousari, sang Presiden International Minifootball Federation (IMF), ke Rumah Dinas Sekda Palembang pada Jumat (6/2/2026), menjadi sinyal kuat bahwa kota ini sedang dibidik menjadi panggung baru bagi turnamen dunia.
Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, yang menerima langsung kunjungan tersebut, tidak ingin membuang waktu. Bagi Aprizal, ini bukan sekadar urusan jabat tangan atau pertukaran plakat. Di balik obrolan hangat itu, ada kalkulasi matang soal bagaimana minifootball—cabang olahraga yang sedang naik daun secara global—bisa menjadi mesin baru bagi pariwisata olahraga atau sport tourism di Palembang.
Potensi itu memang nyata. Palembang punya segalanya; dari stadion yang sudah teruji hingga pengalaman menangani atlet mancanegara. Diskusi hari itu pun langsung mengerucut pada satu hal: sejauh mana Palembang siap berkolaborasi untuk menyelenggarakan ajang berskala internasional yang tidak hanya mengejar medali, tapi juga mendatangkan dolar.
“Kami menyambut sangat baik peluang ini. Pemerintah kota punya komitmen besar untuk menyokong kegiatan yang punya dampak ganda, baik untuk prestasi atlet kita sendiri maupun dampak ekonomi ke warga,” ujar Aprizal dengan nada bicara yang optimistis.
Bukan Sekadar Main Bola
Diskusi antara Aprizal dan Aldousari juga menyentuh sisi pembinaan. Mereka tidak ingin Palembang hanya jadi sekadar tempat numpang lewat bagi turnamen besar. Harapannya, jika event internasional benar-benar mendarat di sini, ada transfer pengetahuan dan peningkatan kualitas bagi atlet lokal di daerah. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mematangkan bibit-bibit muda minifootball Sumatera Selatan.
Aldousari sendiri nampak terkesan dengan kesiapan infrastruktur Palembang. Baginya, komitmen dari otoritas lokal adalah separuh dari kesuksesan event internasional. Di bawah naungan IMF, federasi ini sedang mencari kota-kota yang punya gairah tinggi dan dukungan birokrasi yang tidak berbelit, dan Palembang masuk dalam kriteria tersebut.
Maka, rencana kolaborasi ini sebenarnya adalah ajang promosi daerah yang sangat efektif. Lewat turnamen kelas dunia, wajah Palembang akan kembali terpampang di berbagai kanal media internasional. Artinya, investasi yang masuk lewat jalur olahraga ini akan berputar ke sektor perhotelan, kuliner, hingga UMKM lokal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kota.
Kini, bola panas ada di tangan Pemerintah Kota Palembang untuk segera mengonversi pembicaraan ini menjadi rencana kerja yang konkret. Publik tentu berharap, peluit pertama kejuaraan dunia itu benar-benar ditiupkan di Bumi Sriwijaya, mengukuhkan kembali status Palembang sebagai rumah bagi berbagai disiplin olahraga dunia.
(desta)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
