Palembang Berdaya

Ratu Dewa dan Ikhtiar Memutus Rantai Birokrasi di Rumah Aspirasi

Wali Kota Palembang Ratu Dewa melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Aspirasi untuk memastikan pelayanan publik bebas dari praktik "pingpong" antar-instansi. Langkah ini menjadi bagian dari transformasi birokrasi guna mengembalikan fungsi pemerintah sebagai pelayan warga.

Ratu Dewa dan Ikhtiar Memutus Rantai Birokrasi di Rumah Aspirasi
Wali Kota Palembang Ratu Dewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Aspirasi pada Kamis (22/1/2026). (Dok. Diskominfo Palembang)

PALEMBANG, NUSALY — Budaya birokrasi yang kerap dianggap kaku dan berbelit kini tengah mendapat sorotan tajam di Kota Palembang. Wali Kota Palembang Ratu Dewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Aspirasi pada Kamis (22/1/2026) untuk memastikan bahwa garda terdepan pelayanan publik di kota tertua di Indonesia ini benar-benar berjalan sesuai prinsip transparansi dan kecepatan.

Kehadiran orang nomor satu di Palembang tersebut mengejutkan warga yang tengah mengantre untuk mengurus berbagai keperluan administratif. Tanpa sekat protokoler yang ketat, Ratu Dewa menyapa dan mendengar langsung keluhan masyarakat, mulai dari kendala pengurusan administrasi kependudukan hingga hambatan pada layanan teknis sektoral lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ratu Dewa memberikan penekanan keras agar masyarakat tidak lagi menjadi korban ego sektoral antar-instansi pemerintahan. Fenomena “dipersulit” atau dilempar-lempar tanpa kejelasan informasi harus segera diakhiri.

“Hari ini saya datang untuk memastikan petugas di lapangan melayani dengan hati. Saya tidak ingin mendengar ada warga yang kesulitan mendapatkan informasi atau merasa dipersulit. Semua harus jelas prosedurnya dan cepat penyelesaiannya,” tegas Ratu Dewa di hadapan para petugas layanan.

Eksekusi di Lapangan

Sebagai mantan Sekretaris Daerah yang memahami seluk-beluk birokrasi, Ratu Dewa tidak hanya menampung aspirasi, tetapi langsung melakukan tindakan nyata. Di lokasi sidak, ia langsung menghubungi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat melalui sambungan telepon untuk menyelesaikan kendala teknis yang dikeluhkan warga saat itu juga.

Instruksi tegas diberikan kepada para bawahannya agar kendala aturan atau sistem tidak menjadi alasan untuk menghentikan layanan tanpa kepastian bagi warga. Menurutnya, birokrasi harus menjadi solusi, bukan justru menjadi penghambat kemajuan masyarakat.

“Jika ada kendala aturan atau sistem, segera carikan solusinya. Jangan biarkan warga pulang tanpa kepastian. Kita di sini untuk melayani, bukan untuk menghambat,” ujar Ratu Dewa sembari memantau proses input data di salah satu meja layanan.

Transformasi Menuju Kepercayaan Publik

Meskipun menyoroti beberapa titik lemah, Wali Kota juga memberikan apresiasi terhadap keramahan petugas yang tetap terjaga di tengah beban kerja yang tinggi. Bagi Pemerintah Kota Palembang, keramahan dan kecepatan adalah dua pilar utama untuk membangun kembali kepercayaan publik yang sempat tergerus oleh stigma birokrasi yang lamban.

Sidak ini merupakan bagian dari komitmen besar pembenahan birokrasi di Palembang. Pemerintah kota tengah berupaya menyelaraskan transformasi layanan digital dengan layanan tatap muka agar warga dari berbagai lapisan usia dan latar belakang teknologi tetap bisa terlayani dengan optimal.

Langkah lapangan seperti ini diharapkan mampu mengubah budaya kerja di seluruh tingkat pemerintahan, mulai dari kelurahan hingga tingkat kota. Rumah Aspirasi diharapkan benar-benar menjadi wadah bagi warga untuk mendapatkan kepastian atas hak-hak administratif mereka secara terhormat dan tanpa hambatan yang tidak perlu.

(desta)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version