Palembang Berdaya

Sambut Mudik Lebaran 2026, Ratu Dewa Usul Pembatasan Truk dan Tambah Koridor Feeder LRT

Sambut Mudik Lebaran 2026, Ratu Dewa Usul Pembatasan Truk dan Tambah Koridor Feeder LRT
Ratu Dewa saat menghadiri rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran bersama Menteri Perhubungan RI di Griya Agung Palembang, Rabu (25/2/2026). Dok. Diskominfo Palembang

Pemerintah Kota Palembang menyiapkan 850 personel untuk mengawal kelancaran arus mudik Lebaran 2026. Di hadapan Menteri Perhubungan, Wali Kota Ratu Dewa mengusulkan pembatasan jam operasional kendaraan tonase besar serta perluasan jangkauan transportasi massal di titik padat penumpang.

PALEMBANG, NUSALY – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026, Pemerintah Kota Palembang mulai melakukan persiapan “All Out” guna mengantisipasi lonjakan mobilitas warga. Wali Kota Palembang Ratu Dewa memastikan sedikitnya 850 personel gabungan disiagakan di tujuh posko strategis yang tersebar di titik-titik rawan kemacetan dan pintu masuk kota.

Kesiapan tersebut disampaikan Ratu Dewa saat menghadiri rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran bersama Menteri Perhubungan RI di Griya Agung Palembang, Rabu (25/2/2026). Dewa menekankan bahwa fokus utama pemerintah tahun ini adalah memastikan arus masuk dan keluar kendaraan di Palembang berjalan tertib tanpa hambatan berarti.

“Keamanan dan kenyamanan pemudik adalah prioritas. Kami sudah siapkan 850 personel yang akan bertugas di posko-posko gabungan maupun internal Dinas Perhubungan,” ujar Ratu Dewa.

Solusi Macet: Terminal Karya Jaya dan Jam Malam Truk

Salah satu terobosan yang diusulkan Ratu Dewa guna mengurai kemacetan adalah pengaturan ketat terhadap kendaraan bertonase besar. Ia mengusulkan agar Terminal Karya Jaya dijadikan lokasi parkir sementara bagi truk-truk besar selama musim mudik.

Dewa merencanakan agar kendaraan berat hanya diperbolehkan masuk ke area kota setelah pukul 21.00 WIB. Langkah ini dinilai efektif untuk memisahkan arus logistik dengan kendaraan pribadi pemudik pada jam-jam sibuk. Saat ini, usulan tersebut tengah menunggu restu resmi dari Kementerian Perhubungan.

“Kendaraan besar seringkali menjadi pemicu kemacetan di simpul utama kota. Jika usulan jam malam ini disetujui, beban jalan di siang hari akan berkurang drastis,” tegas Dewa.

Perluasan Jangkauan Feeder LRT

Tak hanya bicara soal jalan raya, Ratu Dewa juga mendorong penguatan transportasi massal. Ia mengusulkan penambahan dua koridor baru feeder LRT yang menyasar wilayah padat penduduk seperti Kertapati, Plaju, dan Alang-Alang Lebar.

Wilayah-wilayah tersebut diprediksi akan mengalami lonjakan mobilitas tinggi saat musim Lebaran. Dengan adanya tambahan koridor feeder, akses masyarakat menuju stasiun LRT akan lebih mudah sehingga mampu mereduksi penggunaan kendaraan pribadi di jalanan.

“Perluasan jangkauan LRT sangat dibutuhkan masyarakat, terutama saat terjadi lonjakan mobilitas lebaran. Kami ingin mobilitas warga lebih efisien dan aman dengan angkutan massal yang terintegrasi,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara Pemkot Palembang dan Kementerian Perhubungan ini, Palembang optimis mampu menghadirkan pengalaman mudik yang lebih manusiawi dan minim kendala bagi warganya maupun pendatang yang melintasi Bumi Sriwijaya. (desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version