MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Humaniora

Inisiasi Seni Jaranan Batumarta, Langkah Nyata Martin Arikardi Rawat Tradisi dan Gerakkan Ekonomi Warga

Inisiasi Seni Jaranan Batumarta, Langkah Nyata Martin Arikardi Rawat Tradisi dan Gerakkan Ekonomi Warga
Ketua Fraksi NasDem DPRD OKU Martin Arikardi menginisiasi pagelaran Seni Jaranan Batumarta sebagai ruang silaturahmi, penggerak UMKM, dan edukasi kamtibmas. Dok. Radit/Nusaly.com

Melalui pemanfaatan ruang komunal di tingkat desa, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD OKU Martin Arikardi mengintegrasikan pelestarian budaya kebudayaan dengan penguatan ekonomi mikro dan edukasi ketertiban sosial.

BATURAJA, NUSALY – Komitmen seorang wakil rakyat dalam mengawal aspirasi daerah tidak selalu diwujudkan melalui ruang sidang formal. Di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, sebuah pendekatan kultural yang berdampak langsung pada ekonomi domestik masyarakat bawah diperlihatkan secara nyata melalui aktivasi kesenian rakyat di tingkat desa.

Langkah taktis tersebut diwujudkan langsung oleh Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD OKU, Martin Arikardi. Ia memanfaatkan lahan kosong di dekat kediamannya di Desa Tanjung Baru Kecamatan Baturaja Timur untuk menggelar pertunjukan kesenian Kuda Lumping atau Jaranan “Turonggo Sari Budoyo” secara maraton siang hingga malam, Senin (1/6/2026).

Langkah Martin mengaktifkan panggung tradisi ini tidak hanya berhasil mengumpulkan ratusaan warga yang antusias, tetapi juga menjadi magnet bagi bangkitnya sektor informal di pedesaan. Di lokasi acara, Martin yang mengenakan kaos kuning tampak membaur tanpa jarak di tengah kerumunan, mendengarkan langsung masukan warga sembari memantau ketertiban jalannya acara.

Visi kebudayaan di era digital

Bagi Martin Arikardi, Jaranan Batumarta bukan sekadar tontonan musiman, melainkan sebuah instrumen kebudayaan yang memiliki akar sejarah dan nilai kebersamaan yang kuat di dalam struktur sosial masyarakat setempat.

Di tengah gempuran teknologi dan tren hiburan modern, ia melihat ada urgensi besar untuk memberikan proteksi dan ruang bagi bertumbuhnya identitas lokal.

”Di tengah derasnya hiburan modern dan perkembangan teknologi, kita tidak boleh melupakan identitas budaya daerah. Justru melalui kegiatan seperti ini, generasi muda dapat mengenal dan mencintai warisan budaya leluhur,” ujar Martin di sela-sela memantau antusiasme penonton anak-anak yang memadati garis depan arena, Senin siang.

Ia menegaskan bahwa eksistensi seni tradisional sesungguhnya tidak pernah pudar, asalkan para pemangku kebijakan dan figur publik mau turun tangan memberikan ruang tampil yang konsisten serta dukungan moril maupun materil.

Melalui pemanfaatan ruang komunal di tingkat tapak, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD OKU Martin Arikardi mengintegrasikan pelestarian budaya kebudayaan dengan penguatan ekonomi mikro dan edukasi ketertiban sosial. Dok. Radit/Nusaly.com

Edukasi kamtibmas berbasis kesadaran kolektif

Selain pelestarian budaya, kepemimpinan Martin juga terlihat dari inovasi manajemen keramaian yang diterapkannya. Melalui selebaran resmi acara, ia memberlakukan aturan ketat berupa sanksi finansial penuh bagi pembuat keributan. Kebijakan ini sempat memicu diskusi hangat di media sosial karena dinilai berani dan tidak biasa.

Martin menjelaskan, klausul tegas tersebut sengaja ia rancang bukan untuk membatasi ruang gerak warga, melainkan sebagai instrumen edukasi publik agar masyarakat terbiasa menikmati hiburan secara bertanggung jawab dan dewasa.

”Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga kewajiban seluruh masyarakat yang hadir. Kami ingin membuktikan bahwa hiburan rakyat bisa berlangsung aman, nyaman, dan tertib,” kata legislator NasDem tersebut.

Validasi dari otoritas desa

Keberhasilan Martin Arikardi dalam merancang acara ini mendapat apresiasi tinggi dan pengakuan langsung dari otoritas pemerintahan desa.

Kepala Desa Tanjung Baru, Sobri Bustan, ST, yang hadir di lokasi dengan mengenakan kaos hitam, menyatakan bahwa inisiatif yang diambil oleh Martin merupakan contoh ideal bagaimana seorang wakil rakyat merangkul konstituennya.

Menurut Sobri, kehadiran panggung rakyat ini secara instan memulihkan keintiman sosial sekaligus menjadi katup penyelamat bagi perekonomian warga kelas bawah, terutama para pelaku UMKM.

”Kegiatan ini sangat positif untuk menyambung tali silaturahmi sesama masyarakat. Di sisi lain, langkah Pak Martin ini secara nyata membantu para pedagang UMKM kita yang berjualan di sekitar lokasi untuk meningkatkan pendapatan mereka,” ungkap Sobri Bustan.

Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan pedagang kecil—mulai dari penjual minuman dingin seperti es cappuccino cincau hingga pedagang popcorn—meraih omzet berlipat ganda berkat konsentrasi massa yang terkumpul di lahan dekat rumah Martin.

Para pedagang kecil mampu meraih omzet tambahan berkat konsentrasi massa yang terkumpul di lahan dekat rumah Martin Arikardi. Dok. Radit/Nusaly.com

Aktivasi ruang budaya ini pada akhirnya menegaskan filosofi politik yang dianut oleh Martin Arikardi. Di atas lahan terbuka tersebut, sekat-sekat formalitas kepartaian melebur, meninggalkan ruang dialog yang cair, jujur, dan partisipatif antara warga dan wakilnya di parlemen.

”Di sini masyarakat datang sebagai warga, bukan sebagai pendukung partai tertentu. Melalui kegiatan seperti ini, saya dapat berinteraksi langsung, mendengar masukan, keluhan, maupun harapan masyarakat secara lebih santai dan terbuka. Politik sejatinya adalah tentang melayani masyarakat,” pungkas Martin. (radit)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version