MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
MotoGP

Ironi Red Flag di Balaton Park yang Mengandaskan Perjuangan Veda Ega Pratama Meraih Poin

Ironi Red Flag di Balaton Park yang Mengandaskan Perjuangan Veda Ega Pratama Meraih Poin
Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) menunjukkan dominasinya dalam balapan Moto3 yang diwarnai kibaran bendera merah di Grand Prix Hungaria. Dok. Motogp.com

Keputusan regulasi pasca-kecelakaan massal di lap terakhir memaksa hasil balapan Moto3 Hungaria dihitung mundur dan mengunci posisi pebalap Indonesia di luar zona poin

BUDAPEST, NUSALY – Perjuangan keras pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, untuk mengamankan poin di Grand Prix Hungaria 2026 harus berakhir anti-klimaks akibat intervensi regulasi bendera merah (red flag).

Dalam balapan yang berlangsung ketat di Sirkuit Balaton Park, Minggu (7/6/2026), Veda terpaksa kehilangan peluang poinnya setelah hasil akhir balapan diputuskan mengacu pada posisi pebalap di putaran ke-19.

Balapan seri kesembilan ini sebenarnya sempat membuka harapan besar bagi kubu Honda Team Asia. Memulai jalannya lomba dari posisi yang kurang menguntungkan, Veda melakukan start gemilang yang langsung mengantarkannya melesat ke posisi keenam di barisan depan.

Namun, momentum positif tersebut langsung terganjal oleh kewajiban mengeksekusi sanksi Long Lap Penalty pada lap ketiga. Hukuman ini memaksa sang rookie asal Indonesia melorot jauh ke urutan ke-17.

Meski terlempar ke barisan belakang, Veda memperlihatkan daya juang tinggi dengan perlahan memangkas jarak. Ia bahkan sempat berhasil merangkak naik ke posisi ke-15 yang merupakan batas akhir zona perebutan poin.

Namun, sebuah insiden kecelakaan massal yang melibatkan sejumlah pebalap di putaran terakhir mengubah segalanya.

Kekejaman regulasi hitung mundur

Ketika duel di barisan depan menyisakan momen-momen krusial, kecelakaan beruntun melanda grup pengejar yang melibatkan David Munoz dan Valentin Perrone.

Mengingat tingkat bahaya di lintasan, marshal langsung mengibarkan bendera merah yang menghentikan balapan seketika saat Maximo Quiles tengah mendominasi jalannya lomba di posisi terdepan.

Penghentian prematur ini menjadi petaka bagi Veda Ega Pratama. Sesuai dengan regulasi balap internasional, jika red flag berkibar di lap terakhir, maka hasil akhir balapan wajib dihitung mundur (countdown) ke putaran sah sebelumnya, yakni lap ke-19.

Sistem kalkulasi ini otomatis membatalkan seluruh upaya manuver di detik-detik akhir dan mengunci posisi Veda di peringkat ke-16, tepat satu setrip di luar batas zona poin.

Sementara itu, podium tertinggi di Balaton Park diraih secara dominan oleh Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) yang berhasil menyentuh garis finis dengan keunggulan telak 3,147 detik atas David Almansa.

Urutan ketiga dilengkapi oleh Alvaro Carpe, diikuti oleh Brian Uriarte dan Rico Salmela yang diuntungkan oleh skema pembekuan posisi pasca-insiden tersebut.

Konsekuensi pahit di papan klasemen

Dampak dari kegagalan meraih poin di Hungaria ini langsung memberikan efek kejut pada posisi Veda di papan klasemen sementara Moto3 musim 2026.

Tambahan poin penuh yang diraih para rival di barisan depan membuat peta persaingan papan atas langsung bergeser secara agresif.

Kemenangan kelima Quiles musim ini membuatnya semakin kokoh memimpin klasemen dengan memperlebar jarak keunggulan menjadi 59 poin dari Alvaro Carpe yang berada di peringkat kedua.

Di sisi lain, lompatan poin yang diraih oleh Brian Uriarte sukses menggeser posisi pebalap andalan Indonesia.

Veda Ega Pratama kini harus rela turun ke peringkat keenam klasemen sementara. Ironisnya, ia berada di posisi tersebut dengan jarak yang sangat tipis, yakni hanya terpaut satu poin saja di belakang Uriarte.

Konsekuensi pahit dari regulasi di Balaton Park ini sekaligus menjadi bahan evaluasi besar bagi Veda sebelum menghadapi putaran kesepuluh di Sirkuit Brno, Ceko, pada pertengahan Juni mendatang. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version