MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Sumsel Maju Terus untuk Semua

Kedepankan Sisi Kemanusiaan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tanggung Seluruh Kebutuhan Keluarga Korban Bus ALS

Kedepankan Sisi Kemanusiaan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Tanggung Seluruh Kebutuhan Keluarga Korban Bus ALS
Gubernur Sumsel Herman Deru pastikan pemprov tanggung seluruh kebutuhan logistik dan tempat tinggal keluarga korban kecelakaan Bus ALS di Palembang. Dok. BHP Pemprov Sumsel

Kehadiran otoritas publik dalam kedaruratan bencana diwujudkan lewat jaminan pemenuhan fasilitas logistik dan tempat tinggal bagi kerabat yang setia menanti kepastian di ruang identifikasi.

PALEMBANG, NUSALY – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengambil langkah taktis untuk meringankan beban psikologis sekaligus finansial yang dihadapi oleh keluarga korban kecelakaan maut moda transportasi darat. Seluruh akomodasi harian, pemenuhan konsumsi, hingga penyediaan tempat tinggal sementara bagi para kerabat korban dipastikan akan ditanggung sepenuhnya oleh anggaran daerah selama masa tunggu pemeriksaan forensik berjalan.

Kepastian perlindungan sosial tersebut ditegaskan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru saat menjenguk langsung perwakilan keluarga korban yang tengah dirundung duka. Kunjungan kemanusiaan ini dilakukan di tengah masa pemindahan penanganan jenazah pasca-insiden tabrakan fatal yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan sebuah truk tangki.

Langkah aktif jajaran eksekutif ini diambil setelah seluruh jenazah korban meninggal dunia dipindahkan secara berkala dari Rumah Sakit Siti Aisyah Lubuklinggau menuju instalasi forensik RS Bhayangkara Palembang. Pemindahan terpusat ini bertujuan untuk memudahkan kerja pemeriksaan medis yang mendalam oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Sumatera Selatan.

Menjamin pemenuhan logistik selama masa tunggu

Saat berada di area rumah sakit pada Kamis (7/5/2026) pagi, Gubernur Herman Deru menyempatkan diri berdialog secara personal dengan sejumlah anggota keluarga untuk menyerap keluhan serta mengetahui rute perjalanan asli mereka. Salah satu interaksi terjadi ketika kepala daerah berbincang dengan seorang pria yang mengaku bertolak dari kawasan Way Tuba dengan tujuan akhir menuju Kota Medan, Sumatera Utara.

Menyikapi kondisi psikologis keluarga yang terguncang dan harus bertahan di kota orang dalam waktu lama, Herman Deru menyatakan bahwa negara tidak boleh abai. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengambil alih seluruh tanggung jawab pemenuhan kebutuhan dasar hidup agar keluarga dapat fokus mengawal proses pencocokan data antemortem dan postmortem.

Ketelitian dalam proses identifikasi ini dinilai sebagai hal yang mutlak dan tidak boleh ditawar demi menghormati hak-hak jenazah serta ahli waris. “Kalau sampai selesai identifikasi, makan, minum, dan tempat tinggal keluarga korban akan difasilitasi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan,” ujar Herman Deru menegaskan komitmen penanganan jajarannya.

Ia menambahkan, ketepatan identifikasi sangat krusial sebelum peti jenazah diserahkan secara resmi kepada pihak perwakilan. Kehati-hatian yang tinggi dari tim medis kepolisian diharapkan mampu menutup celah terjadinya kekeliruan tertukarnya jenazah saat proses pemulangan ke kampung halaman masing-masing.

Kolaborasi lintas provinsi dan desakan santunan

Musibah yang memakan korban jiwa lintas pulau ini memicu komunikasi intensif antar-kepala daerah di Sumatera. Gubernur Herman Deru bersama Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution telah membangun kesepakatan bersama untuk mengawal dan membantu kelancaran seluruh proses pemulangan 16 jenazah korban menuju alamat duka di daerah asal mereka.

Berdasarkan data manifes sementara yang dihimpun otoritas terkait, seluruh korban fatalitas tersebut berada di dua kendaraan yang berbeda saat benturan terjadi di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara pada Rabu (6/5/2026). Pada armada truk tangki, terdapat tiga korban jiwa yang terdiri atas pengemudi dan kernet asal Sumatera Utara, sedangkan 13 korban meninggal dunia lainnya merupakan penumpang yang berada di dalam kabin Bus ALS.

Di samping jaminan operasional dari pemprov, Gubernur Sumatera Selatan juga mengeluarkan desakan kuat kepada jajaran PT Jasa Raharja untuk segera memproses dan mencairkan hak santunan bagi seluruh korban luka maupun meninggal dunia. Birokrasi penyaluran jaminan kecelakaan diminta bergerak cepat secara inklusif tanpa melakukan pembedaan latar belakang sosial ataupun status kependudukan korban. “Jangan pandang bulu, berikan bantuan,” kata Herman Deru.

Mengenai kepastian penyebab utama di balik kecelakaan fatal tersebut, Gubernur menyerahkan sepenuhnya proses investigasi teknis lapangan kepada jajaran kepolisian. Pihak Pemprov Sumsel menegaskan tidak akan mendahului hasil analisa ilmiah tim penegak hukum yang dipimpin oleh Kapolda Sumatera Selatan.

Berdasarkan evaluasi jaringan infrastruktur perhubungan, kondisi jalan raya di sepanjang koridor Sumatera Selatan dilaporkan berada dalam status mantap dan layak untuk dilintasi kendaraan. Kendati demikian, faktor kelaikan fisik aspal harus tetap diimbangi dengan tingkat kedisiplinan dan kehati-hatian yang tinggi dari para pengemudi saat mengendalikan laju kendaraan di jalur lintas provinsi. (ADV)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version