MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Peristiwa Terkini

Ichsanul Akmal Berpulang, Palembang Kehilangan Sosok Birokrat Teladan dan Mengayomi

Ichsanul Akmal Berpulang, Palembang Kehilangan Sosok Birokrat Teladan dan Mengayomi
Momen Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Almarhum Ichsanul Akmal semasa hidup. Dok. Istimewa

Wali Kota Palembang Ratu Dewa melepas kepergian Asisten I Ichsanul Akmal dengan duka mendalam. Almarhum dikenang sebagai birokrat langka yang memadukan disiplin baja dengan sikap mengayomi di tengah beban tugas strategis.

PALEMBANG, NUSALY – Jumat pagi (27/2/2026) yang biasanya tenang di tengah suasana Ramadhan, mendadak berubah menjadi kelabu bagi keluarga besar Pemerintah Kota Palembang. Ichsanul Akmal, sosok senior yang menjabat sebagai Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Bari Palembang.

Kepergiannya bukan sekadar kehilangan seorang pejabat eselon, melainkan hilangnya salah satu “penjaga gawang” birokrasi yang selama ini dikenal paling teliti dan berintegritas.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa tidak dapat menyembunyikan rasa kehilangannya. Begitu kabar duka sampai ke telinganya, ia bersama sang istri segera meluncur ke rumah sakit.

Di sana, Ratu Dewa berdiri menatap kepergian sosok yang selama ini menjadi tangan kanannya dalam urusan-urusan pemerintahan yang paling rumit. Bagi mantan Sekda Palembang ini, Ichsanul bukan sekadar bawahan yang menjalankan instruksi, melainkan kawan berpikir yang memiliki ketajaman analisis dalam mengelola tata kelola kota.

“Saya sangat percaya kalau sudah melimpahkan urusan pemerintahan kepada beliau. Beliau itu disiplinnya luar biasa, sangat bertanggung jawab, teliti, dan yang paling membekas adalah caranya mengayomi bawahan,” ujar Ratu Dewa dengan suara yang sedikit bergetar, Jumat pagi.

Dedikasi Tanpa Batas

Rekam jejak Ichsanul Akmal di lingkungan Pemkot Palembang adalah potret pengabdian yang nyaris tanpa jeda. Belum genap beberapa hari sebelum jatuh sakit, ia baru saja menerima amanah berat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Sektor pendapatan adalah jantung dari pembangunan kota, dan Ratu Dewa menunjuk Ichsanul justru karena ia membutuhkan sosok yang tidak hanya kompeten, tapi juga memiliki benteng integritas yang sulit ditembus.

Kepercayaan itu bukan tanpa alasan. Di mata rekan sejawat, almarhum adalah tipikal pejabat yang lebih banyak bekerja daripada bicara. Ia adalah orang yang akan memastikan setiap draf kebijakan sudah bebas dari celah hukum sebelum sampai ke meja Wali Kota.

Kedisiplinannya menjadi standar bagi para pejabat muda di bawahnya, namun ia tetap mampu tampil sebagai sosok ayah yang melindungi bagi staf-stafnya di Sekretariat Daerah.

Filosofi Kain Kafan dan Kepergian yang Sunyi

Ada satu fragmen ingatan yang mendadak menjadi sangat relevan dalam duka kali ini. Sekitar sebulan yang lalu, saat Pemkot Palembang menggelar evaluasi kinerja besar-besaran terhadap Kepala OPD dan Camat, Ratu Dewa melakukan tindakan yang sempat mengheningkan ruangan. Ia memberikan sepotong kain kafan secara simbolis kepada para pejabatnya.

Tindakan itu awalnya dianggap sebagai pengingat moral agar para pejabat tidak terjebak dalam euforia jabatan dan tetap memegang teguh amanah. Namun, kini momen itu terasa seperti sebuah firasat atau setidaknya pengingat bagi mereka yang ditinggalkan, bahwa Ichsanul Akmal telah menuntaskan tugasnya dengan kain kafan yang bersih—tanpa celaan dalam pengabdiannya.

“Beberapa hari lalu saya berikan amanah baru di Bapenda karena rekam jejaknya. Tapi Allah punya rencana lain,” tambah Ratu Dewa.

Kepergian Ichsanul Akmal menyisakan ruang kosong dalam struktur birokrasi Palembang yang kini sedang berjuang menjaga stabilitas harga pangan dan pelayanan publik selama Ramadhan.

Sosoknya akan selalu dikenang bukan karena jabatan yang ia rengkuh, melainkan karena teladan disiplin yang ia wariskan. Palembang berduka, melepas seorang putra terbaiknya kembali ke pangkuan Sang Khalik di hari yang mulia. Selamat jalan, Pak Ichsanul.

(desta)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version