Laporan Utama

Komisi XIII DPR Dorong Program Literasi Rutan Surabaya Jadi Model Pembinaan Nasional

Komisi XIII DPR Dorong Program Literasi Rutan Surabaya Jadi Model Pembinaan Nasional
Komisi XIII DPR RI dorong inovasi Literasi Pemasyarakatan Rutan Surabaya jadi model nasional. Konversi sanksi isolasi jadi wajib membaca & menulis esai. Dok. Istimewa

Konversi sanksi isolasi fisik menjadi kewajiban membaca buku dan menulis esai dinilai sebagai langkah progresif dalam merestorasi karakter warga binaan melalui pendekatan humanis.

JAKARTA, NUSALY – Pendekatan konvensional dalam penegakan disiplin di dalam lembaga pemasyarakatan yang bertumpu pada isolasi atau kurungan sunyi dinilai mulai usang dan tidak lagi efektif mengubah perilaku.

Sebagai alternatif yang lebih humanis, reformasi sistem pemasyarakatan kini mulai diarahkan pada stimulasi intelektual untuk memulihkan hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan warga binaan.

Langkah progresif tersebut salah satunya diinisiasi oleh Rumah Tahanan Negara Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur.

Pihak rutan melakukan inovasi radikal dengan mengonversi sanksi pelanggaran tata tertib internal menjadi kewajiban membaca buku-buku pilihan dan menulis esai refleksi, sebuah terobosan yang kini mendapat dukungan penuh dari parlemen.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai langkah institusi pemasyarakatan di Jawa Timur tersebut sebagai bentuk terobosan hukum dan moral yang sangat strategis.

Kebijakan ini dipandang mampu menjadi preseden baik bagi restrukturisasi sistem pembinaan narapidana dan tahanan pada tingkat nasional.

“Saya mengapresiasi inovasi Program Literasi Pemasyarakatan yang dikembangkan oleh Rutan Kelas I Surabaya sebagai bentuk pembinaan yang kreatif, edukatif, dan berorientasi pada pembangunan kualitas manusia,” ujar Sugiat di Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Restorasi Karakter

Menurut Sugiat, memindahkan fokus sanksi dari pengetatan fisik ke aktivitas penalaran merupakan langkah yang sejalan dengan semangat transformasi pemasyarakatan modern.

Melalui metode ini, rutan tidak hanya membangun budaya literasi di lingkungan yang terisolasi, tetapi juga menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan kesadaran diri secara persuasif.

Dalam pelaksanaannya, Rutan Surabaya mengintegrasikan fasilitas perpustakaan baru sebagai pusat rehabilitasi perilaku.

Warga binaan yang melanggar aturan tidak lagi dijebloskan ke sel isolasi sunyi, melainkan diwajibkan memanfaatkan pojok baca untuk membedah buku biografi tokoh-tokoh bangsa, termasuk biografi Presiden Prabowo Subianto, lalu mempresentasikan resume esainya di hadapan petugas.

Penyediaan literatur ketokohan tersebut dinilai memiliki nilai strategis dalam merehabilitasi cara pandang para pelanggar hukum agar memiliki ketahanan mental dan nasionalisme yang kuat. Buku biografi diposisikan sebagai instrumen transfer nilai mengenai kepemimpinan, disiplin, integritas, serta kerja keras.

“Saya juga menilai penyediaan berbagai buku biografi Presiden Prabowo dan para tokoh bangsa merupakan upaya yang baik untuk memperkenalkan nilai-nilai kepemimpinan, perjuangan, disiplin, integritas, kerja keras, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” tutur politisi dari Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Internalisasi nilai-nilai positif dari para tokoh nasional tersebut dipandang sangat krusial sebagai bekal bagi warga binaan dalam menata masa depan. Ketika masa hukuman berakhir, mereka diharapkan dapat kembali menjadi bagian masyarakat yang produktif dan tidak lagi mengulangi tindakan pelanggaran hukum.

“Nilai-nilai tersebut penting sebagai bekal bagi warga binaan dalam menata masa depan dan mempersiapkan diri untuk kembali menjadi bagian yang produktif di tengah masyarakat,” ucap Sugiat menegaskan.

Kesadaran Jangka Panjang

Secara terpisah, Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo mengonfirmasi bahwa program bertajuk Literasi Pemasyarakatan, Gerakan Membaca Warga Binaan ini memang sengaja diwajibkan untuk mendorong perubahan perilaku yang lebih permanen. Evaluasi internal menunjukkan bahwa hukuman fisik konvensional justru sering memicu resistensi psikologis atau menyisakan dendam.

Sebaliknya, metode kontemplatif seperti membaca dan menulis memaksa warga binaan untuk berkaca secara mendalam atas kesalahan yang telah mereka perbuat. Pola ini mengedukasi mereka untuk memahami konsekuensi dari setiap tindakan secara logis dan sadar.

“Kami meyakini bahwa perubahan perilaku yang bertahan lama lahir dari kesadaran, bukan sekadar hukuman. Karena itu, melalui Program Literasi Pemasyarakatan, Warga Binaan kami dorong untuk membaca dan menulis esai sebagai sarana refleksi diri. Saat mereka memahami nilai-nilai perjuangan, disiplin, integritas, dan tanggung jawab dari buku yang dibaca, termasuk biografi Presiden dan para tokoh bangsa, kami berharap tumbuh kesadaran untuk memperbaiki diri, memperkuat karakter, dan menata masa depan yang lebih baik,” kata Adi Wibowo.

INFOGRAFIS REFORMASI SANKSI DISIPLIN_ LITERASI PEMASYARAKATAN. Dok. NUSALY.COM

Replikasi Nasional

Melihat dampak positif di tingkat tapak, Komisi XIII DPR RI memandang keberhasilan di Rutan Surabaya ini selayaknya tidak berhenti sebagai program lokal berskala sektoral. Terobosan humanis ini dinilai sangat layak diadopsi secara nasional melalui standardisasi kebijakan di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Replikasi model pembinaan berbasis literasi yang adaptif ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif bagi berbagai lembaga pemasyarakatan dan rutan di seluruh penjuru Indonesia. Terutama dalam menghadapi tantangan klasik berupa kelebihan kapasitas hunian dan keterbatasan personel pengamanan di lapangan.

“Semoga inovasi seperti ini terus berkembang dan dapat menjadi inspirasi bagi satuan kerja pemasyarakatan lainnya dalam menghadirkan pembinaan yang semakin humanis, berkualitas, dan berdampak nyata bagi perubahan perilaku serta pembangunan karakter warga binaan,” ujar Sugiat mengakhiri komentarnya. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version