Personel Satres Narkoba Polres Ogan Komering Ulu yang terluka parah saat membekuk pengedar narkotika kini dilaporkan dalam kondisi stabil dan melewati masa kritis pascaoperasi.
BATURAJA, NUSALY – Kondisi kesehatan Brigpol Joni Agustoni, anggota Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, terus menunjukkan perkembangan positif.
Setelah sempat kritis akibat menderita luka tikam senjata tajam saat menyergap bandar narkoba jenis sabu, personel Banit I Satres Narkoba tersebut kini dinyatakan mulai stabil.
Berdasarkan laporan perkembangan medis pada hari ketiga perawatan, tim dokter RSUD Ibnu Sutowo Baturaja menyatakan tingkat kesadaran Brigpol Joni berada pada skala baik.
Korban yang sebelumnya harus dipasangi berbagai alat penunjang medis pascaoperasi kini sudah diperbolehkan mengonsumsi cairan secara mandiri.
Dokter Pahala P yang menangani korban menjelaskan bahwa pemantauan intensif terhadap kondisi hemodinamik serta pengkajian skala nyeri pasien masih terus berjalan.
Kendati demikian, perkembangan klinis yang signifikan membuat pihak rumah sakit berencana memindahkan ruangan perawatan korban dalam waktu dekat.
“Rencana pindah ruangan hari ini, kondisi pasien mulai membaik dan tetap dalam pemantauan,” ujar Pahala saat memberikan keterangan medis di Baturaja, Kamis (28/5/2026).
Sebelumnya, Brigpol Joni terpaksa dilarikan ke ruang urgen setelah mengalami luka tusuk serius di bagian pinggang kanan hingga menembus rongga dada dan perut.
Cedera parah tersebut didapatnya saat berjibaku melumpuhkan pelaku peredaran gelap narkotika di kawasan Pasar Atas Baturaja, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 10.10 WIB.
Perlawanan bersenjata
Peristiwa menegangkan tersebut bermula saat tim Satres Narkoba Polres OKU melakukan penangkapan taktis terhadap seorang bandar sabu kakap berinisial AJ alias Andri Badak.
Operasi penyergapan yang berlangsung di Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Baturaja Lama, Kecamatan Baturaja Timur tersebut mendadak ricuh saat pelaku mencoba meloloskan diri.
Kapolres OKU Ajun Komisaris Besar Endro Aribowo mengungkapkan, tersangka Andri Badak melakukan perlawanan brutal menggunakan sebilah pisau saat posisinya sudah terdesak oleh kepungan petugas di lapangan.
“Tusukan awalnya diarahkan ke Brigpol Hendri Setiawan, namun berhasil dihindari sehingga mengenai Brigpol Joni Agustoni,” kata Endro menjelaskan detik-detik terjadinya insiden penyerangan tersebut.
Meskipun salah satu personel terluka parah di tengah situasi kekacauan di lokasi publik, tim pemberantasan narkoba Polres OKU tetap bergerak sigap.
Melalui tindakan tegas dan terukur, tersangka akhirnya berhasil dilumpuhkan sepenuhnya sebelum menimbulkan korban lebih lanjut di pihak aparat maupun warga sipil di sekitar pasar.
Penegakan hukum
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan kekerasan maupun perlawanan bersenjata terhadap aparat hukum yang sedang menjalankan tugas di lapangan.
Penyerangan terhadap Brigpol Joni justru akan memperberat sanksi pidana yang bakal dihadapi oleh tersangka di pengadilan.
Dari tangan Andri Badak, petugas menyita sejumlah barang bukti krusial berupa tiga paket narkotika jenis sabu siap edar, sebilah pisau yang digunakan untuk menyerang petugas, sejumlah uang tunai diduga hasil transaksi, serta satu unit sepeda motor.
Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres OKU. Pihak penyidik satuan narkoba terus melakukan pemeriksaan intensif guna menguliti jaringan pengedar yang terhubung dengan Andri Badak, sementara pemulihan kesehatan Brigpol Joni tetap menjadi atensi utama institusi kemitraan tersebut. (radit)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
