Hanya berselang beberapa waktu setelah ditetapkan sebagai Direktur Perumda Tirta Agung yang baru, Masagus M. Hakim langsung terjun ke lapangan untuk meninjau infrastruktur pengolahan air di Pasar Kayuagung. Langkah ini menjadi sinyal adanya pergeseran prioritas manajemen dalam menjamin kebersihan air bagi ribuan pelanggan di Kabupaten Ogan Komering Ilir.
KAYUAGUNG, NUSALY – Urusan air bersih di kawasan pasar tradisional sering kali menjadi persoalan yang terpinggirkan, meski ia merupakan jantung dari aktivitas sanitasi pedagang dan konsumen. Menyadari hal tersebut, Dr. dr. H. Masagus M. Hakim, M.Kes., yang baru saja ditetapkan sebagai nakhoda baru Perumda Tirta Agung, memilih lokasi ini sebagai titik awal kerjanya pada Minggu (8/3/2026) siang.
Sidak yang dilakukan tanpa pengawalan protokoler yang ketat ini bukan sekadar kunjungan simbolis. Dr. Hakim (sapaan akrabnya-red) langsung memeriksa kondisi toren dan kolam pengolahan air bersih yang berada di area pasar. Baginya, memastikan air yang mengalir ke keran pedagang bukan hanya soal teknis distribusi, melainkan standar kesehatan publik yang harus dipenuhi secara kaku.
Perawatan Rutin
Di lokasi peninjauan, Dr. Hakim menemukan bahwa pemeliharaan infrastruktur selama ini masih menyisakan celah. Meski diklaim sebagai kegiatan tahunan, kualitas air yang dihasilkan dinilai masih bisa ditingkatkan secara signifikan. “Kegiatan ini memang dilakukan setiap tahun, tetapi masih kurang maksimal. Makanya ini akan kita maksimalkan lagi menjelang Lebaran,” ujar Dr. Hakim saat memantau bak pengolahan.
Rencana konkret pun langsung disusun. Pekan depan, unit pengolahan air (aerator) akan dikuras total untuk memastikan air yang tersalurkan benar-benar jernih. Langkah ini dipandang mendesak mengingat konsumsi air cenderung meningkat tajam menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pembersihan bak aerator dianggap sebagai langkah maintenance dasar yang tidak bisa ditunda jika ingin menjaga kepercayaan pelanggan.
Distribusi Pelanggan
Infrastruktur di kawasan pasar Kayuagung ini memiliki peran strategis karena menyangga kebutuhan sekitar 600 pelanggan. Cakupannya meluas mulai dari kios pedagang di sepanjang Lintas Timur hingga ke pemukiman warga di Kelurahan Mangunjaya, Cintaraja, dan sebagian wilayah Tanjung Rancing. Beban distribusi yang besar ini menuntut stabilitas pipa dan kebersihan kolam penampungan tetap berada pada level optimal.
Jika ditarik ke skala yang lebih luas, tantangan Dr. Hakim di Perumda Tirta Agung terbilang masif. Saat ini, terdapat sekitar 8.600 pelanggan yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kecamatan Kayuagung tetap menjadi lumbung pelanggan terbesar dengan angka 1.600 sambungan, sementara sisanya tersebar di Kecamatan SP Padang, Jejawi, dan Pampangan.
Tugas besar Direktur baru ini adalah melakukan sinkronisasi kualitas layanan di seluruh wilayah tersebut. Angka 8.600 pelanggan bukan sekadar statistik, melainkan tanggung jawab pemenuhan hak dasar warga yang selama ini sering kali terkendala oleh masalah teknis pipa maupun kejernihan air saat musim tertentu.
Standar Kesehatan
Membawa latar belakang medis ke dalam manajemen perusahaan daerah air minum memberikan perspektif berbeda dalam tata kelola. Dr. Hakim menekankan bahwa air bersih adalah hulu dari kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk menerapkan standar pemeliharaan yang lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya.
Transformasi Perumda Tirta Agung di bawah kepemimpinan baru ini akan diuji oleh waktu. Sidak di Pasar Kayuagung hanyalah langkah pembuka dari rangkaian pembenahan infrastruktur air bersih di OKI. Publik kini menanti, apakah langkah “bersih-bersih” bak airator pekan depan akan menjadi awal dari perbaikan permanen layanan air bersih di Bumi Bende Seguguk, atau sekadar euforia kepemimpinan baru.
Dengan pendekatan yang lebih praktis dan berorientasi pada hasil lapangan, Masagus Hakim seolah ingin menegaskan bahwa birokrasi air bersih harus bergerak secepat kebutuhan warga. Air yang jernih bukan lagi kemewahan, melainkan kewajiban yang harus ditunaikan oleh perusahaan daerah tanpa alasan klasik soal kendala anggaran atau infrastruktur tua. (dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
