MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
MotoGP

Langkah Dominan Pedro Acosta di Tengah Rontoknya Para Unggulan di Catalunya

Langkah Dominan Pedro Acosta di Tengah Rontoknya Para Unggulan di Catalunya
Pedro Acosta merebut pole position Grand Prix Catalunya 2026 saat duo Aprilia, Bezzecchi dan Martin, terjatuh. Dok. Crash.net

Pedro Acosta sukses mengamankan pole position kedua dalam kariernya pada sesi kualifikasi Grand Prix Catalunya 2026. Di tengah dominasi KTM, para penantang gelar utama dari Aprilia dan Ducati justru didera nasib buruk akibat kecelakaan dan kegagalan strategi.

BARCELONA, NUSALY – Sesi kualifikasi MotoGP seri keenam di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Sabtu (16/5/2026) siang waktu setempat, menyajikan drama dan anomali di lintasan.

Pebalap muda Red Bull KTM, Pedro Acosta, tampil tanpa celah untuk mengamankan posisi start terdepan setelah mencatatkan waktu tercepat 1 menit 38,068 detik.

Keberhasilan ini mengulangi performa impresifnya sejak latihan hari Jumat, sekaligus menjadi pole position kedua sepanjang kariernya di kelas premier.

Namun, daya tarik utama babak kualifikasi kali ini bukan hanya tentang dominasi Acosta. Lanskap start di baris depan dan tengah justru jungkir balik akibat rentetan kecelakaan yang menimpa para pemuncak klasemen serta kegagalan taktis tim pabrikan besar.

Karakter sirkuit Catalunya yang dikenal memiliki tingkat cengkeraman (grip) rendah kembali memakan korban para pebalap yang terlalu memaksakan batas motor mereka di atas aspal yang licin.

Kegagalan Taktis

Kejutan terbesar sebetulnya sudah dimulai sejak sesi Kualifikasi 1 (Q1). Juara dunia dua kali dari tim Ducati Lenovo, Francesco “Pecco” Bagnaia, harus menerima kenyataan pahit start dari posisi ke-13 setelah gagal menembus dua besar di Q1.

Ironisnya, kegagalan Bagnaia terjadi karena kesalahan kalkulasi ruang dan angin (towing) di lintasan yang tidak disengaja.

Pada putaran terakhirnya, Bagnaia memacu motor secara maksimal untuk mengamankan waktu. Namun, dia kurang jeli melihat pergerakan kompetitor di belakangnya.

Posisi Bagnaia justru memberikan keuntungan aerodinamis bagi Franco Morbidelli yang menempel ketat di belakangnya. Di kelas premier modern, efek seretan angin ini sangat krusial untuk memangkas sepersekian detik waktu putaran.

Morbidelli yang menunggangi motor GP25 milik Pertamina VR46 Ducati memanfaatkan momentum tersebut untuk melesat menjadi yang tercepat di Q1 dengan 1 menit 38,550 detik.

Bagnaia akhirnya terlempar dari zona kelolosan Q2 hanya dengan selisih tipis 0,051 detik dari batas aman. Hasil ini menjadi kerugian besar bagi Ducati Lenovo, terlebih di akhir pekan ini mereka harus berlaga tanpa kehadiran pilar penting lainnya, Marc Marquez.

Penderitaan Aprilia

Dua penantang gelar juara dunia dari kubu Aprilia Racing, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, juga mengalami sesi kualifikasi yang traumatis akibat runtuhnya benteng pertahanan psikologis mereka.

Martin, yang datang dengan modal kemenangan di GP Prancis, sudah harus merangkak dari Q1 akibat kecelakaan hebat pada sesi latihan hari Jumat.

Meskipun sempat bangkit dan menyamai catatan waktu Enea Bastianini untuk lolos ke Q2, Martin kembali terjatuh di Tikungan 5 saat sesi Q1 menyisakan tiga menit.

Efek domino psikologis dari kecelakaan beruntun ini terlihat jelas saat dia memasuki sesi perebutan posisi start menggunakan motor kedua.

Pebalap Spanyol itu tampak tidak nyaman, sering terlambat melakukan pengereman, dan akhirnya harus puas start dari posisi kesembilan setelah sempat tertinggal hingga 2,1 detik di awal sesi Q2.

Nasib lebih sial menimpa rekan setimnya sekaligus pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi.

Saat sesi Q2 menyisakan empat menit, momen krusial di mana para pebalap mulai melakukan serangan waktu (time attack) menggunakan ban lunak baru, Bezzecchi kehilangan kendali bagian depan motornya di Tikungan 2.

Motor RS-GP26 miliknya terseret ke hamparan kerikil, mengunci posisinya di urutan ke-12. Kecelakaan ini menghadirkan pemandangan langka di garasi, sang mentor, Valentino Rossi, terlihat mengangkat kedua tangan ke udara sebagai ekspresi kekecewaan yang mendalam.

Barisan Kejutan

Di balik runtuhnya para unggulan, berkah ketenangan justru didapatkan oleh Franco Morbidelli dan Alex Marquez (BK8 Gresini Ducati).

Morbidelli yang lolos dari lubang jarum Q1 mampu meneruskan momentumnya untuk mengunci posisi start kedua di belakang Acosta dengan selisih 0,233 detik. Hasil ini menjadi capaian start terbaik Morbidelli sepanjang musim ini.

Sementara itu Alex Marquez, yang merupakan juara bertahan Grand Prix Catalunya, melengkapi baris terdepan di posisi ketiga setelah menunjukkan kematangan strategi tanpa terjebak dalam kepanikan putaran final.

Baris kedua juga diisi oleh nama-nama kejutan, mulai dari Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia) di posisi keempat, disusul pebalap veteran Johann Zarco yang memberikan angin segar bagi LCR Honda di posisi kelima, serta Fabio Di Giannantonio di tempat keenam.

Kualifikasi di Barcelona akhir pekan ini menegaskan kembali kredo lama dunia balap, kecepatan murni tanpa manajemen emosi dan strategi ruang yang matang hanya akan berakhir di atas hamparan kerikil sirkuit.

Sesi akan berlanjut dengan persaingan ketat yang diprediksi terjadi pada sesi Sprint sepanjang 12 putaran, yang akan dimulai sore ini pukul 15.00 waktu setempat atau pukul 20.00 WIB. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version