MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Ogan Ilir Bangkit

Langkah Panca Wijaya Akbar Menjangkau Muara Kuang di Malam Ramadan

Langkah Panca Wijaya Akbar Menjangkau Muara Kuang di Malam Ramadan
Kunjungan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir ke wilayah selatan menjadi cara Bupati Panca Wijaya Akbar memangkas jarak birokrasi. Dok. Diskominfo Ogan Ilir

Kunjungan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir ke wilayah selatan menjadi cara Bupati Panca Wijaya Akbar memangkas jarak birokrasi. Di Masjid Mulkan Muhtar, kehadiran pimpinan daerah bukan sekadar formalitas pembagian bantuan, melainkan upaya memastikan bahwa kebijakan dari pusat kabupaten benar-benar menyentuh warga di wilayah perbatasan.

MUARA KUANG, NUSALY – Perjalanan menuju Muara Kuang dari pusat pemerintahan di Indralaya bukanlah jarak yang pendek. Menjelajahi aspal menuju ujung selatan Ogan Ilir saat hari mulai gelap memberikan gambaran nyata tentang tantangan geografis Bumi Caram Seguguk. Namun, bagi jajaran pemerintah daerah, jarak ini harus ditempuh. Bulan Ramadan menjadi jembatan untuk mendatangi wilayah-wilayah yang secara fisik jauh dari pusat administrasi, memastikan warga di sana tidak merasa berjalan sendiri dalam pembangunan.

Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, Kamis (5/3/2026) malam, menjejakkan kaki di Kelurahan Muara Kuang. Masjid Mulkan Muhtar yang menjadi titik pertemuan malam itu dipadati warga. Mereka datang bukan sekadar untuk melaksanakan tarawih berjamaah, melainkan untuk bertemu langsung dengan sosok yang selama ini mereka lihat lewat layar atau baliho. Di sini, Panca melepaskan atribut birokrasi yang kaku. Ia membaur, bersujud di saf yang sama, dan mendengar langsung gumam harapan dari warga perbatasan.

Langkah Panca malam itu didampingi oleh Pj Sekda Ogan Ilir Dicky Syailendra dan Ketua DPRD Ogan Ilir H. Edwin Cahya Putra. Kehadiran dua pilar kekuasaan—eksekutif dan legislatif—secara bersamaan di Muara Kuang memberikan pesan penting. Ini bukan sekadar jalan-jalan religi. Kehadiran para kepala dinas di rombongan tersebut juga bertujuan agar setiap persoalan yang muncul di wilayah selatan bisa langsung masuk dalam catatan kerja pemerintah untuk tahun-tahun mendatang.

Bukan Sekadar Seremoni

Di hadapan para jamaah, Panca Wijaya Akbar tidak ingin terjebak dalam pidato panjang yang penuh angka pertumbuhan. Ia lebih memilih bicara tentang rasa kebersamaan. Menurutnya, Ramadan adalah saat yang tepat untuk merekatkan kembali ikatan sosial yang mungkin sempat renggang karena kesibukan atau perbedaan pandangan. Pembangunan daerah, seberapa pun besar anggarannya, akan sia-sia jika masyarakatnya tidak merasa memiliki atau tidak mendukung keamanan dan stabilitas di wilayahnya sendiri.

“Ramadan ini waktu kita untuk berbenah. Jaga terus kekompakan. Ogan Ilir ini luas, kalau masyarakatnya tidak mau bersatu mendukung pembangunan, kita akan lambat majunya,” kata Panca di depan jamaah. Pesan ini bukan tanpa alasan. Sebagai pimpinan muda, ia paham betul bahwa kepercayaan warga di wilayah pelosok seperti Muara Kuang adalah modal sosial yang sangat mahal. Jika mereka merasa diperhatikan, maka setiap program pemerintah di sana akan mendapatkan pengawalan alami dari warga sendiri.

Dialog yang tercipta malam itu terasa sangat cair. Beberapa warga tampak memanfaatkan momen setelah salat untuk sekadar bersalaman atau menyampaikan keluhan ringan tentang kondisi desa mereka. Bagi warga di ujung selatan, bisa bertatap muka langsung dengan Bupati adalah kebanggaan tersendiri. Ini adalah bentuk pengakuan bahwa mereka adalah bagian sah dari kemajuan Ogan Ilir, bukan sekadar penonton di tepian.

Di Masjid Mulkan Muhtar, kehadiran pimpinan daerah bukan sekadar formalitas pembagian bantuan, melainkan upaya memastikan bahwa kebijakan dari pusat kabupaten benar-benar menyentuh warga di wilayah perbatasan. Dok. Diskominfo Ogan Ilir

Kepedulian di Balik Paket Bantuan

Acara malam itu ditutup dengan penyerahan berbagai bentuk dukungan untuk masyarakat. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir membawa titipan amanah berupa uang tunai dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Ogan Ilir. Selain itu, ada juga bantuan pribadi dari kantong Bupati Panca yang diserahkan untuk pengelola Masjid Mulkan Muhtar. Dana ini diharapkan bisa meringankan biaya operasional masjid yang biasanya meningkat selama bulan suci.

Perhatian pemerintah juga menyasar pada kebutuhan pangan warga. Penyerahan paket beras kepada mereka yang kurang mampu menjadi langkah nyata untuk meredam dampak kenaikan harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang lebaran. Bagi keluarga penerima, bantuan ini mungkin sederhana, namun kehadirannya di saat yang tepat memberikan rasa tenang. Tak lupa, sebuah jam digital pengingat waktu shalat juga diserahkan sebagai perlengkapan penunjang ibadah jamaah masjid.

Safari Ramadan di Muara Kuang ini pada akhirnya menjadi cermin dari gaya kepemimpinan yang turun ke bawah. Panca Wijaya Akbar sedang menunjukkan bahwa kebijakan tidak boleh hanya lahir dari balik meja dingin di Indralaya. Ia harus diuji dengan melihat langsung wajah-warga di ujung selatan. Dengan terus merajut komunikasi yang jujur seperti ini, Ogan Ilir diharapkan tumbuh menjadi daerah yang inklusif—daerah yang kemajuannya bisa dirasakan dari pusat kota hingga ke perbatasan di Muara Kuang. (dhi)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version