MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Laporan Utama

Maut di Jalur Lintas Sumatera dan Evaluasi Keamanan Transportasi Publik

Maut di Jalur Lintas Sumatera dan Evaluasi Keamanan Transportasi Publik
Kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki di Jalinsum Muratara menelan 16 korban jiwa, memicu desakan evaluasi prosedur angkutan barang dalam bus penumpang. Dok. Suara.com

Tabrakan frontal antara bus ALS dan truk tangki di Musi Rawas Utara tidak hanya menyisakan duka bagi 16 nyawa yang melayang, tetapi juga menyingkap fakta berbahaya mengenai barang muatan yang memicu ledakan hebat di jalur utama Sumatera.

MURATARA, NUSALY – Siang bolong di kawasan Simpang Danau, Desa Terusan, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), berubah menjadi neraka dalam hitungan menit pada Rabu (6/5/2026).

Dentuman keras yang disusul kobaran api raksasa menghanguskan badan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) bernomor polisi BK-7778-DL setelah menghantam truk tangki milik PT Seleraya. Tragedi di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum) ini menelan sedikitnya 16 korban jiwa dalam suasana yang mencekam.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara Mugono menyebutkan bahwa api melalap habis seluruh badan kendaraan tak lama setelah benturan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB.

Korban yang terjebak di dalam bus tidak sempat menyelamatkan diri saat api membumbung tinggi disertai asap hitam pekat. Jeritan warga yang menyaksikan kejadian tersebut mewarnai video detik-detik kebakaran yang kini viral di berbagai platform media sosial.

Ganjalan Lubang dan Manuver Maut

Kronologi sementara yang dihimpun kepolisian menunjukkan bahwa bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi. Saat melintas di lokasi kejadian, bus diduga mencoba mengambil jalur kanan untuk menghindari lubang di badan jalan.

Namun dari arah berlawanan, truk tangki melaju dari arah Rupit sehingga tabrakan frontal tidak terhindarkan.

Sopir bus sempat berusaha membanting setir ke kanan guna menghindari benturan langsung, tetapi jarak yang terlalu dekat membuat bagian depan kedua kendaraan ringsek parah. Ledakan segera terjadi setelah tangki bahan bakar kendaraan tersulut percikan api.

Berdasarkan identifikasi awal, pengemudi mobil tangki Aryanto dan sopir bus Alif termasuk dalam daftar korban meninggal dunia yang dievakuasi tim gabungan.

Barang Bawaan yang Mematikan

Hal yang menjadi sorotan tajam dalam olah tempat kejadian perkara oleh penyidik Satlantas Polres Muratara adalah temuan benda-benda berbahaya di dalam kabin bus ALS. Polisi menemukan tabung gas, mesin motor, hingga dua unit sepeda motor utuh di dalam bus penumpang tersebut.

Keberadaan barang-barang yang mudah terbakar ini diduga kuat menjadi pemicu api membesar dengan sangat cepat hingga menghanguskan seluruh isi kendaraan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menjelaskan bahwa Tim Disaster Victim Identification (DVI) masih bekerja keras di RS Bhayangkara Palembang untuk mengidentifikasi 11 jenazah lainnya.

Kondisi luka bakar yang sangat serius membuat identifikasi memerlukan pemeriksaan DNA secara mendalam. Fakta mengenai muatan barang di dalam bus penumpang kini menjadi materi penyelidikan penting terkait pelanggaran prosedur keselamatan transportasi.

Luka dan Trauma Penyintas

Di tengah duka yang mendalam, empat orang dilaporkan berhasil selamat dari maut meski menderita luka bakar serius. Jumiatun dan Ngadiono, penumpang asal Pati, Jawa Tengah, kini menjalani perawatan intensif di RSUD Rupit bersama Muhammad Fahrul Hubaidi asal Tegal.

Mereka menjadi saksi hidup betapa cepatnya api merambat dan menjebak rekan perjalanan mereka di dalam bus.

Salah satu awak bus yang selamat, M Fadli, hanya mengalami luka lecet namun mengalami trauma mendalam atas insiden yang merenggut nyawa rekan kerjanya.

Identifikasi terhadap kenek bus asal Medan bernama Saf dan Maleh juga telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang, menambah daftar panjang korban yang harus dipulangkan ke kampung halaman dalam kondisi tak bernyawa.

Urgensi Audit Keselamatan

Tragedi Muratara ini menjadi pengingat pahit tentang risiko besar di Jalur Lintas Sumatera yang selama ini dikenal rawan kecelakaan.

Selain kondisi infrastruktur jalan yang berlubang, pengawasan terhadap muatan bus antarprovinsi kembali dipertanyakan. Praktik membawa barang-barang berbahaya di ruang penumpang jelas merupakan ancaman nyata bagi keselamatan nyawa.

Polda Sumsel bersama Direktorat Lalu Lintas kini tengah mendalami penyebab pasti ledakan serta mengevaluasi kepatuhan operasional perusahaan otobus.

Tanpa pengawasan ketat terhadap standar keamanan muatan dan perbaikan infrastruktur jalan yang memadai, jalur nadi Sumatera ini dikhawatirkan akan terus memakan korban.

Peristiwa ini menuntut langkah lebih dari sekadar belasungkawa, yakni audit menyeluruh terhadap sistem transportasi darat di Indonesia. (nvr)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version