Kebijakan ruang publik seperti Car Free Night dan Car Free Day sukses menggerakkan sektor domestik sekaligus menjaga ketahanan ekonomi kota dari ketidakpastian global
PALEMBANG, NUSALY – Aktivitas domestik dan roda ekonomi kerakyatan di Kota Palembang menunjukkan performa yang sangat impresif pada awal tahun ini.
Pemerintah Kota Palembang mencatat realisasi pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I tahun 2026 mampu tumbuh signifikan mencapai angka 5,91 persen, Selasa (9/6/2026).
Capaian pertumbuhan tersebut menjadi catatan penting lantaran berhasil melaju melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi secara nasional yang berada di angka 5,61 persen.
Keberhasilan menembus target nasional ini dinilai sebagai bukti konkret dari kokohnya ketahanan ekonomi Bumi Sriwijaya di tengah berbagai tantangan makro.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengungkapkan bahwa lompatan pertumbuhan dari angka sebelumnya sebesar 5,14 persen menjadi 5,91 persen ini mengindikasikan bahwa strategi pembangunan daerah berada di jalur yang tepat.
Otoritas kota berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas performa ini guna mendorong pembangunan yang berkelanjutan di segala lini.
“Angka ini melebih pertumbuhan ekonomi secara nasional 5,61 persen. Tentu capaian tersebut sebagai bukti ketahanan ekonomi daerah. Pemkot Palembang akan terus mendorong pembangunan berkelanjutan,” ujar Ratu Dewa saat memaparkan capaian daerah di Palembang.
Sektor unggulan
Berdasarkan rilis data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang, performa impresif ini ditopang secara kuat oleh pergerakan positif di seluruh bidang lapangan usaha. Namun, terdapat empat sektor utama yang tercatat menjadi motor penggerak paling dominan sepanjang triwulan pertama ini.
Keempat sektor yang tumbuh akseleratif tersebut adalah penyediaan akomodasi makan dan minum, jasa pendidikan, sektor informasi dan komunikasi, serta industri real estate.
Melambungnya sektor akomodasi serta makan dan minum menjadi indikator paling riil bahwa daya beli masyarakat lokal dalam urusan kuliner dan pariwisata urban tetap terjaga dengan sangat baik.
Ratu Dewa menegaskan bahwa geliat di sektor-sektor unggulan ini tidak terjadi secara instan. Lompatan performa ini merupakan dampak langsung dari konsistensi Pemkot Palembang dalam membuka ruang-ruang ekonomi baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui aktivasi ruang publik.
“Empat sektor unggulan itu salah satu pemicunya beberapa program CFN dan CFD. Artinya ekonomi kerakyatan bergerak pesat,” kata Ratu Dewa menjelaskan korelasi kebijakan daerah dengan perputaran uang di masyarakat.
Penopang utama
Di sisi lain, struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Palembang juga memperlihatkan fondasi yang semakin kokoh pada awal tahun anggaran ini.
Berdasarkan analisis data makro sosiopolitik, kekuatan ekonomi kota masih disumbang secara masif oleh tiga sektor tradisional yang padat karya.
Sektor industri pengolahan, sektor perdagangan, serta sektor konstruksi tercatat memberikan kontribusi kumulatif yang sangat besar, yakni mencapai 65,31 persen terhadap total PDRB Palembang.
Fakta bahwa seluruh lapangan usaha mampu bergerak di zona positif mencerminkan adanya ekosistem bisnis yang sehat dan kondusif bagi para investor maupun pelaku usaha lokal.
Melalui sinergi antara industri skala besar dan ekspansi ekonomi kreatif di tingkat tapak seperti Car Free Night (CFN) dan Car Free Day (CFD), Pemkot Palembang optimistis laju penyerapan tenaga kerja dan stabilitas kesejahteraan masyarakat akan terus terjaga.
Capaian angka 5,91 persen ini menjadi fondasi kuat bagi ketahanan wilayah dalam menghadapi dinamika ekonomi sepanjang sisa tahun anggaran berjalan. (desta)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
