MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Kilas Daerah

Memutus Rantai Sanitasi Buruk, Lima Unit MCK TMMD di OKI Memasuki Tahap Akhir

Memutus Rantai Sanitasi Buruk, Lima Unit MCK TMMD di OKI Memasuki Tahap Akhir
Pembangunan lima unit MCK oleh Kodim 0402/OKI di Mesuji Makmur memasuki tahap akhir. Dok. Pendim 0402

Akses terhadap fasilitas mandi, cuci, dan kakus yang layak masih menjadi barang mewah di sebagian wilayah pedalaman Ogan Komering Ilir. Lewat pengerjaan fisik terpadu, sarana saniter komunal ini disiapkan untuk menghentikan kebiasaan lama warga yang rentan memicu penyakit.

OKI, NUSALY – Kebiasaan sebagian masyarakat pedesaan di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang masih bergantung pada bilik kayu darurat di tepi sungai dan kolam peliharaan pelan-pelan mulai dialihkan.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128, penyediaan sarana sanitasi yang memenuhi standar kesehatan kini dikejar penyelesaiannya agar bisa langsung digunakan oleh warga.

Hingga Senin (18/5/2026) sore, proyek pembangunan lima unit MCK umum di Desa Pematang Sukatani, Kecamatan Mesuji Makmur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sudah mendekati garis finis.

Para prajurit bersama warga setempat kini tinggal menyelesaikan pekerjaan akhir berupa pemasangan saluran pipa air bersih, ubin lantai, serta pengecatan dinding semen.

Sarana baru ini disiapkan sebagai solusi konkret bagi pemukiman padat pedesaan yang selama ini kesulitan membuat fasilitas MCK permanen secara mandiri karena kendala biaya.

Masalah Kesehatan Dasar

Desa Pematang Sukatani termasuk salah satu wilayah pelosok yang warganya bermata pencaharian sebagai petani kebun karet dan sawit swadaya.

Jauhnya akses dari pusat kota berbanding lurus dengan minimnya ketersediaan infrastruktur dasar, terutama jamban keluarga yang sehat. Akibatnya, kasus gangguan pencernaan seperti diare berkepanjangan pada anak-anak kerap muncul akibat pencemaran bakteri pada sumber air tanah hulu.

Kondisi riil di lapangan inilah yang membuat komando distrik militer setempat menempatkan pembangunan fasilitas saniter komunal sebagai program fisik prioritas.

Koordinator Lapangan Pembangunan MCK Kodim 0402/OKI Kapten Arm Murod menjelaskan, pihaknya tidak sekadar mengejar target mendirikan dinding bata dan semen.

Fokus utama tim adalah menyediakan sarana pembuangan yang memiliki sistem pengolahan kotoran bawah tanah (septic tank) yang aman agar tidak merembes ke sumur warga.

“Kami ingin fasilitas ini benar-benar membawa perubahan bagi kualitas hidup harian di desa. MCK ini bukan cuma soal fisik bangunan, melainkan kenyamanan warga agar mereka bisa hidup di lingkungan yang lebih sehat. Kami menggarap tiap unit dengan serius, mulai dari kekuatan cor fondasi sampai kelancaran aliran air bersihnya,” kata Murod saat memeriksa bak penampungan air di lokasi kerja.

Tenaga Swadaya Petani

Meski sempat terkendala oleh rusaknya akses jalan tanah menuju dusun-dusun di Kecamatan Mesuji Makmur yang menghambat truk pengangkut material, pengerjaan kelima unit MCK ini bisa selesai tepat waktu.

Kuncinya berada pada gotong royong warga yang rela meluangkan waktu di sela-sela jadwal menyadap karet untuk membantu mengangkat semen dan memelester dinding bangunan.

Pelibatan tenaga swadaya masyarakat sejak awal penggalian tanah sengaja dilakukan agar tumbuh rasa memiliki yang kuat. Dengan begitu, urusan perawatan sarana publik ini ke depan tidak lagi bergantung pada petugas, melainkan menjadi tanggung jawab bersama komunitas desa.

Murod menambahkan, kebersamaan yang terlihat di lapangan menjadi modal sosial yang penting bagi penyelesaian program TMMD kali ini.

Antusiasme warga yang tinggi memperlihatkan bahwa keberadaan sarana mandi dan pembuangan yang bersih memang sudah lama mereka butuhkan untuk menunjang aktivitas harian.

Pembentukan Pengelola

Pemerintah Desa Pematang Sukatani menyambut baik tuntasnya proyek sanitasi ini. Mengingat sebagian besar warga berpenghasilan pas-pasan, keberadaan lima titik MCK komunal yang dapat diakses secara gratis ini sangat meringankan beban ekonomi domestik mereka.

Saat ini, pihak Kodim 0402/OKI bersama perangkat desa sedang menyusun kelompok kecil dari perwakilan warga dusun untuk bertugas sebagai pengelola operasional.

Kelompok ini yang nantinya menggalang iuran sukarela swadaya untuk biaya listrik pompa air, mengatur jadwal pembersihan bilik secara bergilir, serta menjaga keawetan mesin air agar manfaat jangka panjangnya bisa dirasakan terus-menerus. (puputzch)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version