MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Kamtibmas

Menembus 120 Meter demi Setitik Air Bersih di Talang Betutu

Menembus 120 Meter demi Setitik Air Bersih di Talang Betutu
Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin langsung peresmian serentak 50 titik sumur bor oleh Polda Sumatera Selatan di 17 kabupaten dan kota, Jumat (8/5/2026) di Masjid Ar-Rahman Kelurahan Talang Betutu. Dok. Humas Polda Sumsel

Tanah keras di Talang Betutu memaksa bor kepolisian bekerja ekstra hingga kedalaman seratus meter lebih. Di balik angka-angka teknis ini, tersimpan misi besar untuk menghapus dahaga warga Sumatera Selatan yang selama ini kesulitan mengakses air layak konsumsi.

PALEMBANG, NUSALY – Perjuangan mencari mata air di pinggiran Palembang bukanlah urusan gampang. Di Kelurahan Talang Betutu, mesin bor harus meraung hingga menembus kedalaman 120 meter.

Tanpa kedalaman itu, mustahil warga bisa mendapatkan aliran air yang jernih dan stabil di tengah kondisi geografis yang kian menantang.

Keseriusan ini mewujud dalam peresmian serentak 50 titik sumur bor oleh Polda Sumatera Selatan di 17 kabupaten dan kota, Jumat (8/5/2026).

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memimpin langsung peresmian di Masjid Ar-Rahman, sebuah lokasi yang kini tak lagi harus cemas soal pasokan air untuk ibadah maupun kebutuhan harian warga sekitar.

Bukan Sekadar Proyek Fisik

Pembangunan puluhan sumur ini sebenarnya potret dari kolaborasi lintas sektor yang jarang tersorot. Sandi Nugroho menekankan bahwa Polri tidak berjalan sendiri; ada andil pemerintah daerah, BUMD, hingga dunia usaha di dalamnya.

Dari 50 titik yang tersebar, peruntukannya meluas mulai dari sekolah yang gersang, pemukiman padat, hingga lahan pertanian yang kerap dilanda kekeringan.

“Kami ingin program ini tidak berhenti di sini saja, tapi berkembang mengikuti denyut kebutuhan masyarakat. Ada yang kami bangun baru, ada juga yang direnovasi agar fungsinya kembali pulih,” kata Sandi di sela agenda “Jumat Curhat” bersama warga.

Data kepolisian menunjukkan sebaran sumur ini membidik zona-zona merah krisis air. Musi Rawas mendapatkan porsi delapan titik, disusul Musi Banyuasin tujuh titik, serta wilayah OKU Timur dan Selatan yang masing-masing mendapat alokasi serupa.

Pemetaan ini bukan tanpa alasan, melainkan hasil verifikasi lapangan atas keluhan warga yang masuk ke jajaran polres.

Di balik angka-angka teknis ini, tersimpan misi besar untuk menghapus dahaga warga Sumatera Selatan yang selama ini kesulitan mengakses air layak konsumsi. Dok. Humas Polda Sumsel

Realisasi di Lapangan

Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, kepolisian nampaknya ingin bergeser dari sekadar seremoni baris-berbaris. Selain infrastruktur air, ada 500 paket sembako dan layanan kesehatan gratis yang disebar.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyebut ini sebagai cara “bumi” untuk menerjemahkan konsep Polri Presisi agar lebih dirasakan nyata oleh masyarakat.

Di Talang Betutu, air yang memancar dari pipa-pipa baru tersebut menjadi jawaban atas penantian panjang. Bagi masyarakat setempat, ketersediaan air adalah hulu dari segalanya—kesehatan rumah tangga hingga produktivitas kerja harian.

Keberadaan sumur-sumur ini pada akhirnya menitipkan pesan sederhana: kedaulatan atas air bersih adalah hak dasar yang tak boleh terabaikan.

Kucuran air dari kedalaman 120 meter itu tak sekadar membasahi tanah, tapi juga memelihara asa warga agar kehidupan ekonomi dan sosial di pelosok Sumatera Selatan tetap bisa tumbuh tanpa tercekik rasa haus. (Suherman)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Exit mobile version