MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Sumsel Maju Terus untuk Semua

Mengurai Urat Nadi Logistik Perkotaan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pelindo Pacu Infrastruktur Baru di Tanjung Carat

Mengurai Urat Nadi Logistik Perkotaan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pelindo Pacu Infrastruktur Baru di Tanjung Carat
Pemprov Sumsel dan Pelindo mempercepat pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai solusi pemindahan jalur truk logistik dari pusat Kota Palembang. Dok. BHP Pemprov Sumsel

Kebijakan memindahkan episentrum bongkar muat barang ke pesisir pantai mengemban misi ganda untuk mendongkrak volume perdagangan internasional sekaligus mengembalikan ruang kenyamanan dan keselamatan warga di pusat kota.

PALEMBANG, NUSALY – Keberadaan pelabuhan logistik utama yang terletak tepat di jantung kota kerap memicu benturan kepentingan antara kepentingan pertumbuhan ekonomi makro dan hak kenyamanan sosial warga. Di tengah tuntutan arus perdagangan ekspor-impor yang kian tinggi, keterbatasan infrastruktur jalan dalam kota menjadi beban tersendiri yang berisiko menurunkan efisiensi distribusi sekaligus mengancam keselamatan pengguna jalan harian.

Resolusi atas kendala tata ruang dan logistik tersebut melandasi pertemuan strategis antara jajaran pemerintah daerah dengan otoritas pelabuhan nasional. Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menerima kunjungan kerja jajaran Direksi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di ruang tamu utama Gubernur Sumsel, Palembang, Rabu (20/5/2026) sore.

Audiensi ini memfokuskan pembahasan pada langkah percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat. Infrastruktur maritim modern ini dirancang bukan sekadar sebagai perluasan kapasitas bisnis kepelabuhanan semata, melainkan instrumen penting untuk memecah konsentrasi kepadatan arus angkutan berat yang selama ini membebani jalan-jalan protokol perkotaan.

Dimensi kemanusiaan kota

Dalam pemaparannya, Gubernur Herman Deru mengemukakan bahwa proyek strategis nasional di Tanjung Carat memiliki nilai kemanusiaan yang sangat mendasar bagi warga Sumatera Selatan. Dinamika pembangunan saat ini menempatkan Palembang sebagai satu-satunya kota besar di wilayahnya yang operasional pelabuhan utamanya masih berada di kawasan permukiman padat tengah kota.

Kondisi faktual tersebut melahirkan persoalan komparatif terkait aspek keselamatan, nilai estetika, serta kenyamanan sosiologis warga perkotaan akibat pergerakan truk kontainer bervolume besar. Oleh karena itu, percepatan realisasi pelabuhan baru di pesisir menjadi mutlak dilakukan agar pintu gerbang perdagangan luar negeri dapat berjalan terintegrasi dan jauh lebih efisien.

Kendati pengawasan dan pembatasan operasional truk angkutan berat di tengah kota akan semakin diperketat, pemerintah daerah menjamin tidak akan mematikan aktivitas perekonomian di fasilitas kepelabuhanan lama. Fokus penataan difokuskan pada pengalihan rute komoditas nonpelabuhan yang selama ini menyumbang angka kemacetan tertinggi di ruang publik perkotaan.

Sistem penyangga logistik

Menjawab tantangan penataan ruang tersebut, Direktur Komersial PT Pelindo Farid Padang menegaskan komitmen penuh korporasi negara untuk mengakselerasi seluruh tahapan konstruksi fisik Pelabuhan Tanjung Carat. Berdasarkan cetak biru yang disiapkan, kawasan ini diproyeksikan sebagai gerbang internasional baru yang menyatukan kawasan industri terpadu dengan dermaga pelabuhan modern.

Formulasi pengembangan ini mengadopsi kisah sukses tata kelola pelabuhan global di berbagai negara maju, di mana fasilitas baru sengaja dibangun untuk memperkuat, bukan mengeliminasi, pelabuhan eksisting. Dalam skema operasional jangka panjang, Pelabuhan Boom Baru dan Pelabuhan Sungai Lais akan tetap dipertahankan keberadaannya.

Kedua pelabuhan lama di dalam kota tersebut akan mengalami redistribusi fungsi menjadi penyangga taktis (feeder) dan pengumpul barang awal. Arus logistik regional akan dikonsolidasikan terlebih dahulu di fasilitas eksisting tersebut sebelum diteruskan menuju dermaga utama di Tanjung Carat sebagai titik lepas ekspor, sehingga efisiensi waktu dan biaya operasional dapat ditekan secara maksimal.

Kolaborasi manajemen hulu

Akselerasi megaproyek ini memerlukan keterlibatan aktif dan integrasi penuh dari pihak operator dalam seluruh rantai pengelolaan serta operasional di lapangan. Kesiapan teknis, baik pada pengkondisian lahan eksisting maupun pengembangan sistem manajemen digital ke depan, terus dimatangkan agar sejalan dengan target penyelesaian yang dipatok pemerintah daerah.

Langkah percepatan ini dikawal ketat oleh tim gabungan yang melibatkan berbagai instansi teknis terkait. Dalam tatap muka tersebut, Gubernur didampingi oleh Asisten II Pemprov Sumsel Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Ir. Basyaruddin Akhmad, M.Sc. guna menyelaraskan regulasi daerah dengan kebutuhan taktis korporasi.

Sinergi penataan hulu maritim ini juga diperkuat oleh kehadiran jajaran petinggi Pelindo, di antaranya Direktur Strategi dan Komersial PT Pelindo Jasa Maritim Suhendra Yusuf Ratu Prawiranegara, Group Head Pemasaran dan Aliansi Bisnis Fahrus Salam, Plt Executive Director 2 Regional 2 Budi Prasetio, Department Head Ekosistem Industri Penunjang Pelabuhan Dewa Cipta Hari, serta General Manager PT Pelindo Regional 2 Palembang Nunu Husnul Khitam. Keterlibatan menyeluruh jajaran manajerial ini menjadi garansi bagi percepatan perwujudan ekosistem ekspor Sumatera Selatan yang mandiri dan kompetitif. (ADV)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version