MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Palembang Berdaya

Menjawab Keluhan Klasik Warga, Siasat Pemkot Palembang Pecah Kebuntuan Banjir dan Kemacetan Kota

Menjawab Keluhan Klasik Warga, Siasat Pemkot Palembang Pecah Kebuntuan Banjir dan Kemacetan Kota
Pemkot Palembang rombak pola penanganan banjir dan macet kronis lewat pasukan gabungan lintas dinas yang bergerak simultan di lapangan. Foto Ilustrasi. Dok. Diskominfo Palembang

Langkah taktis pembentukan tim terpadu lintas sektoral menjadi strategi baru pemerintah kota Palembang dalam mempercepat respons darurat penanganan genangan air dan penyumbatan arus lalu lintas.

PALEMBANG, NUSALY – Hujan deras sebentar, Palembang langsung macet dan tergenang. Keluhan klasik ini terus berulang dan membakar ruang publik. Menghadapi situasi kronis tersebut, Pemerintah Kota Palembang akhirnya merombak total pola birokrasi mereka.

Pola kerja sendiri-sendiri ditinggalkan. Sebagai gantinya, sebuah tim terpadu lintas dinas resmi dibentuk untuk mengepung masalah langsung di titik krisis.

Langkah darurat ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. Di lapangan, koordinasi antarinstansi dipotong kompas agar eksekusi berjalan lebih cepat. Arus informasi diperpendek. Tujuannya satu, publik tidak boleh dibiarkan menunggu lama saat kota dikepung air.

Sekretaris Daerah Kota Palembang Aprizal Hasyim menegaskan, pembentukan pasukan gabungan ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Palembang. Ego sektoral antar-organisasi perangkat daerah harus runtuh.

“Pak Wali Kota berpesan agar seluruh pihak bergerak bersama-sama dengan ikhlas,” ujar Aprizal saat memberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (29/5/2026).

Semua dinas kini wajib bersiaga penuh tanpa terkecuali. Tugas mereka sudah dibagi habis berdasarkan kluster kerawanan wilayah.

Skenario urai simpul lumpuh

Dinas Perhubungan mengambil porsi utama di jalan raya. Saat genangan memutus aspal, personel perhubungan wajib langsung turun tangan mengurai simpul kendaraan yang mengunci jalan.

Tugas mereka melebar. Mereka juga harus mengawal mobilisasi evakuasi, menyiapkan lokasi pengungsian sementara, hingga menyalurkan logistik darurat.

Koordinasi teknis dengan dinas lain dipercepat. Perahu karet disiagakan di titik rawan agar mobilitas warga tak lumpuh total.

Di saat yang sama, giliran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan yang bergerak masuk ke area permukiman. Fokus mereka adalah menyelamatkan nyawa manusia.

Kelompok paling rentan didahulukan. Lansia, anak-anak, dan warga yang sedang terbaring sakit menjadi prioritas utama untuk segera dievakuasi keluar dari zona bahaya.

Pasukan pemadam kebakaran juga membawa persenjataan teknis mereka. Mobil pompa besar dan mesin portabel langsung dipasang di lokasi genangan untuk menyedot air secepat mungkin.

Menariknya, tugas mereka tidak berhenti di situ. Petugas Damkar juga harus bersiap menghalau ancaman sekunder, seperti ular atau biawak yang kerap keluar dari sarangnya dan menerobos masuk ke rumah-rumah warga saat air meninggi.

Jaring pengaman di akar rumput

Bagaimana dengan urusan logistik dan kebersihan pascabencana? Urusan perut warga diserahkan kepada Dinas Sosial. Pasukan Taruna Siaga Bencana atau Tagana disiagakan penuh selama 24 jam tanpa jeda di wilayah rawan.

Mereka menjadi mata dan telinga pemerintah di lapangan untuk melaporkan potensi bahaya secara berkala. Tugas kemanusiaan mereka mencakup pendistribusian makanan hangat, pakaian layak, dan pemenuhan kebutuhan dasar korban terdampak.

Masalah penyumbatan lingkungan dikunci oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Fokus mereka adalah membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat gorong-gorong kota. Tong sampah darurat dipasang di lokasi strategis agar warga tidak lagi membuang limbah sembarangan ke saluran air.

Di lini pengamanan, Satuan Polisi Pamong Praja dikerahkan untuk menjaga aset fasilitas umum sekaligus mempertebal personel dishub di titik kemacetan parah.

Semua pergerakan masif ini dikontrol melalui satu pintu informasi digital yang dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika. Edukasi mitigasi mandiri disebarkan secara masif lewat media sosial resmi pemerintah.

Data mengenai titik genangan terbaru, perkembangan cuaca dari BMKG, hingga progres penyedotan air dibuka secara transparan agar warga bisa mencari rute alternatif.

Bagi warga yang terjebak dalam kondisi darurat, Call Center 112 diaktifkan penuh tanpa biaya. Melalui integrasi total ini, Palembang sedang menguji sejauh mana mesin birokrasinya bisa bergerak gesit demi menyelamatkan kenyamanan warganya. (dhi)

NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang

Exit mobile version