Tim medis Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0402/OKI menyisir dusun di Mesuji Makmur, memastikan layanan kesehatan tak lagi terhalang jarak bagi warga yang selama ini sulit menjangkau Puskesmas.
OGAN KOMERING ILIR, NUSALY – Bagi sebagian warga di pelosok Desa Pematang Sukatani, urusan berobat bukan sekadar soal biaya, melainkan tentang sanggup tidaknya kaki melangkah menuju fasilitas kesehatan.
Jarak yang membentang di Kecamatan Mesuji Makmur sering kali membuat warga, terutama lansia, memilih memendam keluhan sakitnya. Situasi inilah yang coba dipatahkan oleh Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 melalui aksi jemput bola, Rabu (6/5/2026).
Prajurit TNI tidak duduk manis di posko. Mereka mengetuk pintu satu per satu. Layanan kesehatan door-to-door ini menjadi antitesis dari birokrasi medis yang kaku.
Fokusnya jelas: inklusivitas. Tidak boleh ada warga yang terabaikan hanya karena rumahnya jauh di ujung dusun atau karena tubuhnya tak lagi kuat menempuh perjalanan jauh.
Kolaborasi Tanpa Sekat
Di lapangan, Peltu Abuchori Anwar yang memimpin Tim Kesehatan Satgas bergerak lincah. Dia tidak sendiri. Ada Yesiana, bidan desa setempat, yang mendampingi setiap langkah tim militer ini.
Perpaduan ini sangat strategis. Yesiana memegang data riwayat kesehatan warga, sementara tim TNI menyediakan tenaga ekstra dan pasokan logistik medis yang dibutuhkan.
Bukan cuma soal tensi darah atau bagi-bagi obat. Interaksi di teras-teras rumah warga ini lebih banyak diisi dengan konsultasi santai dan edukasi pola hidup bersih.
“Kami ingin memastikan mereka yang sulit bergerak tetap punya akses medis yang layak. Ini murni soal pengabdian,” ujar Abuchori singkat di sela kunjungannya.
Deteksi di Garis Depan
Sering kali, penyakit menjadi kronis hanya karena terlambat dideteksi. Warga desa punya kecenderungan enggan memeriksakan diri jika gejala dianggap “masih bisa ditahan”.
Kehadiran tim medis di depan pintu rumah seketika meruntuhkan keraguan itu. Warga jadi lebih terbuka bercerita tentang nyeri sendi atau pusing yang mereka rasakan selama ini.
Bagi tenaga kesehatan desa seperti Yesiana, dukungan Satgas TMMD Ke-128 adalah “napas tambahan”. Terbatasnya personel di tingkat akar rumput selama ini menjadi ganjalan utama untuk melakukan kunjungan rumah secara rutin. Kolaborasi ini pun otomatis memperluas jaring pengaman kesehatan di Pematang Sukatani secara masif.
Urat Nadi Desa
Pembangunan nonfisik dalam TMMD Ke-128 ini punya bobot yang setara dengan proyek infrastruktur jalan. Percuma jalan mulus jika masyarakatnya didera penyakit.
Ketahanan sebuah wilayah justru bermula dari raga warga yang sehat. Di sini, TNI sedang membangun urat nadi kekuatan desa yang sebenarnya: kualitas hidup manusianya.
Percakapan-percakapan kecil yang terjadi saat pemeriksaan—dari soal keluhan asam urat hingga candaan soal cuaca—secara alami merajut kembali kedekatan emosional antara rakyat dan tentara.
Melalui layanan medis pintu ke pintu, TMMD Ke-128 di Ogan Komering Ilir mengirim pesan kuat: pengabdian sejati adalah yang bersedia melangkah jauh, melewati batas geografis, demi martabat kesehatan setiap nyawa di pelosok negeri. (dhi)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
