Penggeledahan di Pos Wilayah Kerja Sungai Baung menjadi babak baru untuk mengurai sistem gurita korupsi pelayanan maritim yang diduga mengendap sejak lima tahun terakhir
PALEMBANG, NUSALY – Tindakan tegas kejaksaan dalam memberantas praktik transaksional di sektor pelayanan maritim Sumatera Selatan kini memasuki fase krusial. Setelah melakukan operasi tangkap tangan, penyidik bergerak cepat membidik pembongkaran manifes data guna mengikis pungutan liar yang merugikan iklim investasi dan logistik perairan.
Langkah progresif tersebut diperlihatkan oleh Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Mereka melakukan penggeledahan mendalam di Pos Wilayah Kerja Sungai Baung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat (5/6/2026).
Kantor perwakilan ini merupakan bagian integral dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Sungai Lumpur OKI.
Penggeledahan taktis tersebut merupakan kelanjutan langsung dari operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar sehari sebelumnya. Dalam operasi senyap itu, jaksa penyidik mengamankan Kepala KUPP Sungai Lumpur berinisial IM beserta empat orang stafnya atas dugaan praktik rasuah dalam proses penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).
Pola transaksional berdurasi lima tahun
Upaya paksa penggeledahan yang berlangsung di wilayah perairan Sungai Baung tersebut dilaporkan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Dari meja kerja dan lemari arsip kantor pelabuhan tersebut, penyidik menyita sedikitnya 17 bundel dokumen SPB yang diindikasikan kuat berkaitan erat dengan skema rasuah yang tengah diusut.
Sita kejaksaan terhadap 17 bundel SPB ini bernilai sangat strategis dalam memperkuat konstruksi hukum perkara. Dokumen-dokumen transaksional tersebut akan menjadi jangkar bagi penyidik untuk menelusuri pola pungutan di luar ketentuan resmi negara, mengidentifikasi kapal-kapal yang memperoleh layanan, hingga memetakan korporasi atau agen pelayaran yang terlibat.
Bidik penyidikan Kejati Sumsel tidak lagi sekadar tertuju pada nominal uang tunai yang ditemukan saat tangkap tangan. Aparat penegak hukum kini tengah mengurai potensi adanya kejahatan struktural yang melembaga. Berdasarkan rentang waktu perkara yang dibatasi dari tahun 2021 hingga 2026, penyidik menduga kuat bahwa praktik lancung berupa suap, gratifikasi, atau penerimaan hadiah ini telah mengendap dan berlangsung selama bertahun-tahun secara rapi.
Dokumen vital penentu keselamatan pelayaran
Dalam arsitektur hukum maritim, Surat Persetujuan Berlayar bukanlah dokumen administratif pelengkap semata. SPB merupakan dokumen negara yang sifatnya wajib dan mutlak dimiliki oleh setiap nahkoda kapal sebelum menggerakkan armadanya keluar dari pelabuhan.
Lembaran ini menjadi jaminan legal bahwa kapal telah sepenuhnya lolos uji persyaratan keselamatan, pemenuhan administrasi, serta kelayakan teknis untuk beroperasi di laut lepas atau jalur sungai.
Mengingat sifatnya yang vital bagi mata rantai logistik regional, otoritas penerbitan SPB memegang posisi yang sangat strategis sekaligus rawan terhadap penyalahgunaan wewenang. Ketika proses penerbitannya dapat dibeli melalui jalur pintas ilegal, esensi keselamatan transportasi air di wilayah perairan Sumatera Selatan berada dalam pertaruhan besar.
Sebelumnya, selain menahan lima oknum pegawai KUPP Kelas III Sungai Lumpur, tim kejaksaan juga mengamankan sejumlah barang bukti awal berupa uang tunai, telepon seluler, perangkat elektronik, buku catatan khusus, serta beberapa kartu ATM yang diduga menjadi instrumen penampung aliran dana ilegal.
Seluruh materi hasil sitaan tersebut kini tengah dianalisis secara mendalam di laboratorium forensik kejaksaan untuk dicocokkan dengan keterangan para saksi.
Kejati Sumsel menegaskan bahwa proses hukum masih terus bergulir dinamis dan membuka peluang lebar bagi penambahan tersangka baru dari pihak pengusaha maupun pejabat otoritas yang lebih tinggi.
Ketegasan penegakan hukum di koridor maritim OKI ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penghukuman oknum, melainkan mampu mendorong reformasi tata kelola pelabuhan yang bersih, transparan, dan berwibawa demi melindungi urat nadi perekonomian perairan Bumi Sriwijaya. (dhi)
NUSALY.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.. Gabung saluran WhatsApp NUSALY.com sekarang
