Kilas Daerah

Merah Putih dan Misi Menjaga Bumi Lengkiti dari Karhutla

Merah Putih dan Misi Menjaga Bumi Lengkiti dari Karhutla
Polsek Lengkiti bersama Muspika perkuat sinergi jelang HUT RI. Kapolsek IPTU Jauhari Effendy ajak warga pasang bendera dan cegah karhutla. Dok. Radit / NUSALY

Di balik persiapan menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran Muspika Lengkiti menyatukan barisan. Kibaran bendera merah putih di pekarangan warga kini disandingkan dengan komitmen bersama mencegah ancaman kebakaran hutan dan lahan.

OKU, NUSALY — Suasana Aula Kantor Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu, tampak hangat pada Selasa pagi. Di bawah atap aula yang sederhana, unsur Pimpinan Kecamatan (Muspika) duduk melingkar bersama para kepala desa, tokoh agama, hingga jajaran petugas pemadam kebakaran. Mereka berkumpul bukan sekadar untuk formalitas koordinasi rutin, melainkan mematangkan dua agenda krusial yang saling bertaut: merayakan kemerdekaan dan menjaga bentang alam daerah dari ancaman api.

Rapat koordinasi lintas sektor ini dipimpin Camat Lengkiti Eldaniati bersama Kapolsek Lengkiti IPTU Jauhari Effendy, perwakilan Koramil Simpang Serka Supriyadi, Kepala KUA Efendi, hingga jajaran UPTD Puskesmas dan Damkar.

Meski pelaksanaan upacara bendera skala besar tidak diwajibkan di tingkat kecamatan pada tahun ini, semangat kemerdekaan tidak surut sedikit pun. Muspika mewajibkan seluruh instansi, kantor desa, hingga rumah-rumah warga untuk menyemarakkan suasana dengan memasang bendera merah putih dan umbul-umbul di sepanjang jalan protokol.

Namun, di balik semarak warna merah dan putih yang mulai menghiasi sudut-sudut desa, ada kecemasan lain yang diantisipasi dengan cermat oleh aparat kepolisian setempat. Musim kemarau yang mulai terasa di wilayah OKU membawa potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebuah bencana tahunan yang selalu mengintai kawasan perkebunan warga.

Kapolsek Lengkiti IPTU Jauhari Effendy bersama Muspika memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi di Aula Kantor Kecamatan Lengkiti. Dok. Radit / NUSALY

Ikhtiar Mencegah Asap

Kapolsek Lengkiti IPTU Jauhari Effendy menegaskan bahwa perlindungan terhadap lingkungan hidup adalah bagian tak terpisahkan dari makna kemerdekaan itu sendiri. Kemerdekaan masyarakat untuk hidup sehat dan menghirup udara bersih jangan sampai terenggut oleh kepulan asap akibat aktivitas pembakaran lahan secara sembarangan.

Jauhari meminta jajaran kepala desa dan perangkatnya berada di barisan terdepan untuk terus mengedukasi warga. Kesadaran untuk tidak membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar harus ditanamkan secara persuasif hingga ke tingkat pelosok desa.

”Menjaga tanah air tidak hanya dilakukan dengan mengibarkan bendera merah putih di depan rumah, tetapi juga dengan menjaga bumi kita agar tidak terbakar. Kami mengajak seluruh kepala desa dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mensosialisasikan pelarangan karhutla ini kepada warga,” ujar Jauhari usai rapat koordinasi di Tanjung Lengkayap.

Langkah preventif ini diperkuat dengan pengoptimalan peran Bhabinkamtibmas di lapangan. Jauhari menginstruksikan para personil Bhabinkamtibmas untuk aktif menyisir pemukiman warga, berkoordinasi dengan pemerintah desa guna memastikan seluruh rumah penduduk telah terpasang bendera kemerdekaan sekaligus menyampaikan imbauan bahaya api.

“Menjaga tanah air tidak hanya dilakukan dengan mengibarkan bendera merah putih di depan rumah, tetapi juga dengan menjaga bumi kita agar tidak terbakar.”

Garda Terdepan di Desa

Pendekatan humanis dan kolaboratif ini disambut baik oleh para kepala desa se-Kecamatan Lengkiti. Para kades menyatakan kesiapannya untuk membantu jajaran Polsek Lengkiti dan Koramil dalam memantau wilayah perkebunan warga yang rawan terbakar.

Keberadaan pemadam kebakaran kecamatan serta tenaga kesehatan Puskesmas Tanjung Lengkayap juga disiagakan untuk mengantisipasi skenario terburuk jika muncul titik api di wilayah perbatasan.

Bagi IPTU Jauhari Effendy, sinergi lintas sektoral di Kecamatan Lengkiti ini adalah fondasi utama dalam menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan partisipasi aktif seluruh elemen warga, Lengkiti tidak hanya semarak oleh deretan bendera merah putih, tetapi juga aman dari ancaman bencana karhutla sepanjang musim kemarau. (radit)

Exit mobile version