Jasad seorang ibu rumah tangga ditemukan tergeletak di bahu jalan Desa Sungai Rasau, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir, Kamis (26/3/2026) malam. Polisi kini memburu petunjuk dari serpihan barang bukti di lokasi guna memastikan motif di balik kematian warga Banyuasin tersebut.
OGAN ILIR, NUSALY – Ruas jalan Desa Sungai Rasau yang biasanya sepi mendadak mencekam sekira pukul 19.30 WIB. Safitri Utami (35), warga Desa Sungai Nebong, Kecamatan Rambutan, Banyuasin, ditemukan tak bernyawa dengan kondisi fisik yang mengundang tanya.
Luka robek di wajah serta memar di pinggang belakang menjadi titik awal tim gabungan Satreskrim Polres Ogan Ilir dan Polsek Pemulutan merajut kronologi peristiwa.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo memastikan olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan dengan sangat teliti untuk mengamankan bukti sekecil apa pun.
Secara kasatmata, luka-luka pada tubuh korban memberikan sinyal adanya benturan keras atau kekerasan fisik. Namun, apakah ini murni penganiayaan atau buntut dari insiden di jalan raya, penyidik masih menutup rapat kesimpulan sementara.
Anomali bukti
Di balik garis polisi, penyidik menemukan barang-barang personal korban seperti tas selempang biru dan pakaian kaos merah. Namun, ada dua benda yang menjadi sorotan utama karena kondisinya yang ganjil: sebuah ponsel dengan layar yang hancur total dan satu keping tutup box aki sepeda motor. Keberadaan tutup box aki ini menjadi “saksi bisu” yang paling krusial dalam konstruksi perkara.
Logika penyidikan kini diarahkan pada keterkaitan komponen motor tersebut dengan luka fisik korban. Jika ponsel hancur mengindikasikan adanya tekanan atau hantaman hebat, keberadaan tutup box aki yang terlepas memperkuat dugaan adanya keterlibatan kendaraan bermotor dalam peristiwa ini—entah sebagai alat kejahatan atau kendaraan yang mengalami insiden bersama korban.
Polisi kini harus membedah apakah Safitri dibuang di lokasi tersebut atau dieksekusi di tempat yang sama.
Kepastian medis
Guna mengakhiri spekulasi, jenazah Safitri telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk menjalani autopsi. Prosedur forensik ini menjadi satu-satunya jalan untuk membedah jenis kekerasan yang dialami korban secara saintifik. Apakah luka di wajah akibat senjata tajam atau benturan aspal, hasilnya akan menentukan arah perburuan terhadap terduga pelaku.
Sejauh ini, pemeriksaan terhadap saksi Budi (35) dan Deni (37) terus didalami untuk mencari benang merah keberadaan korban sebelum ditemukan tewas. Kapolres menegaskan penanganan kasus lintas kabupaten ini akan dilakukan secara transparan hingga tabir kematian Safitri terungkap.
“Tim sudah bekerja maksimal mengumpulkan alat bukti. Proses ini dilakukan profesional agar penyebab kematian korban bisa dipastikan,” tegas Bagus. Pihak keluarga kini menanti kepastian di balik hilangnya nyawa ibu rumah tangga tersebut. (ika)
nusaly.com di WhatsApp
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
