PALEMBANG, NUSALY — Harapan warga Musi Banyuasin (Muba) untuk mendapatkan kualitas layanan listrik yang setara dengan wilayah perkotaan mulai menemui titik terang. Pada Jumat (9/1/2026), Wakil Bupati Muba Kyai Abdur Rohman Husen mendatangi Kantor PT PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) di Palembang dengan membawa misi besar: menuntaskan transisi energi di tingkat lokal.
Kunjungan strategis ini menjadi forum evaluasi atas salah satu proyek migrasi pelanggan terbesar di Sumatera Selatan, yakni pengalihan pelanggan dari BUMD PT Muba Elektrik Power (MEP) ke PT PLN (Persero). Di hadapan jajaran manajemen PLN, Wabup Muba menegaskan bahwa listrik adalah urusan martabat dan kualitas hidup warga yang tidak boleh ditunda.
Menuntaskan Transisi Migrasi Pelanggan PT MEP
Persoalan kelistrikan di Muba selama bertahun-tahun terjebak pada kendala teknis dan jangkauan layanan BUMD. Kini, proses migrasi pelanggan menjadi solusi mutlak. Berdasarkan data terbaru, dari total sekitar 56.000 pelanggan PT MEP yang tersebar di pelosok Muba, baru sekitar 16.000 pelanggan atau 30 persen yang berhasil dialihkan ke layanan PLN.
“Pertemuan ini menjadi ruang evaluasi bersama untuk mempercepat progres pengalihan pelanggan. Kami ingin memastikan transisi ini berjalan tanpa hambatan teknis yang merugikan masyarakat,” ujar Kyai Abdur Rohman Husen.
Direktur PT MEP, Andi Wijaya Busro, mengakui bahwa sisa 70 persen pelanggan lainnya merupakan tantangan besar yang harus segera dituntaskan secara bertahap. Percepatan ini menjadi harga mati agar standardisasi layanan kelistrikan di seluruh kecamatan Kabupaten Muba dapat tercapai dalam waktu dekat.
Perluasan Listrik Desa sebagai Penggerak Ekonomi Digital
Selain urusan migrasi, Wabup Muba juga menyoroti realisasi Program Listrik Desa yang telah menyentuh enam desa dan satu dusun hingga awal tahun 2026. Namun, bagi Pemkab Muba, angka tersebut hanyalah permulaan. Di era di mana pendidikan dan ekonomi mulai berbasis digital, ketiadaan listrik di desa adalah bentuk ketertinggalan yang nyata.
“Listrik bukan lagi sekadar alat penerangan, tetapi infrastruktur dasar untuk pendidikan anak-anak kita dan penggerak ekonomi kreatif di desa. Kami berharap PLN tidak hanya berhenti di angka saat ini, tetapi terus memperluas jangkauan ke desa-desa yang selama ini masih berada dalam kegelapan,” tegas Abdur Rohman Husen.
General Manager PT PLN UID S2JB, Adhi Herlambang, menyikapi positif desakan tersebut. Ia memastikan komitmen PLN untuk mempercepat integrasi jaringan dan meningkatkan rasio elektrifikasi di Muba. PLN melihat komitmen kuat dari Pemkab Muba sebagai modal penting dalam mengatasi kendala sosiogis maupun geografis dalam penarikan jaringan baru ke wilayah terpencil.
Upaya diplomasi kelistrikan yang dilakukan Wabup Muba ini merupakan catatan penting bagi tata kelola energi daerah. Keberhasilan migrasi PT MEP dan perluasan listrik desa nantinya akan menjadi tolok ukur sejauh mana pemerintah mampu memberikan keadilan sosial melalui kabel-kabel listrik yang menjangkau hingga ke rumah warga di ujung dusun.
(hra)
NUSALY Channel
Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.
