MARHABAN YA RAMADAN LANGKAH EMAS RAIH KEMENANGAN
MEMUAT... 00:00:00
-- Ramadan 1447 H Memuat Tanggal...
Puasa Hari Ke- --
Laporan Utama

Nyago Bumi Sriwijaya: Ribuan Ojek Online dan Buruh Jadi “Mata” Polri di Jalanan

Nyago Bumi Sriwijaya: Ribuan Ojek Online dan Buruh Jadi "Mata" Polri di Jalanan
Apel Ojol dan Buruh Kamtibmas yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. di Stadion Bumi Sriwijaya, Palembang, Minggu pagi (8/3/2026). Dok. Humas Polda Sumsel

Stadion Bumi Sriwijaya mendadak berubah menjadi lautan warna-warni jaket ojek online dan atribut buruh. Di hadapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, 5.000 pekerja transportasi dan manufaktur ini bukan lagi sekadar pelengkap seremonial, melainkan dikukuhkan sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan Sumatera Selatan.

PALEMBANG, NUSALY — Minggu pagi (8/3/2026), pusat Kota Palembang tidak seperti biasanya. Ribuan pengemudi ojek online dari berbagai bendera—Maxim, Grab, Gojek, hingga Shopee—berkonvoi tertib menuju Stadion Bumi Sriwijaya. Mereka bergabung dengan massa organisasi buruh seperti KSPSI, KASBI, hingga NIKUEBA-KSBSI. Bukan untuk turun ke jalan menuntut kebijakan, melainkan untuk mengikat janji dalam deklarasi “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae“.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, didampingi Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho dan jajaran pimpinan daerah termasuk Gubernur Herman Deru, berdiri di tengah kepungan massa pekerja tersebut. Bagi Kapolri, ribuan ojol dan buruh ini adalah mitra paling strategis. Mengapa? Karena mereka adalah orang-orang yang menguasai jalanan dan pabrik selama 24 jam. Mereka punya mata dan telinga yang menjangkau sudut-sudut yang mungkin tidak terjangkau patroli rutin polisi.

Puncak acara ditandai dengan penyematan rompi khusus. Namun, rompi itu hanyalah simbol. Esensi sebenarnya adalah pemberian peran sebagai community policing. Komunitas pekerja ini kini didorong untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk potensi kriminalitas atau gangguan kamtibmas di lingkungannya. Lewat deklarasi ini, mereka resmi menjadi bagian dari sistem keamanan berbasis partisipasi masyarakat di Sumatera Selatan.

Pangan, Energi, dan Nasib Pekerja

Dalam amanatnya yang lugas, Kapolri tidak hanya bicara soal keamanan dalam negeri. Ia menarik garis merah ke situasi global yang sedang memanas. Konflik di Timur Tengah disebutnya bukan sekadar berita luar negeri, tapi ancaman nyata bagi harga energi dan pangan di pasar-pasar lokal Indonesia. Stabilitas sosial di daerah, seperti di Sumatera Selatan, menjadi benteng terakhir agar ekonomi masyarakat tidak goyah akibat gejolak dunia.

“Kita semua punya tanggung jawab menjaga persatuan. Kalau daerah aman, ekonomi jalan, dan kita tidak mudah terombang-ambing situasi global,” tegas Kapolri di hadapan massa.

Untuk mendukung peran baru ojol ini, Polri memperkenalkan fitur panic button khusus di aplikasi mereka. Tujuannya sederhana: jika pengemudi dalam bahaya atau melihat kejahatan, bantuan kepolisian bisa datang secepat kilat. Selain itu, Kapolri menjanjikan akses kesehatan di RS Bhayangkara bagi kaum buruh dan pembentukan Desk Ketenagakerjaan di Polda serta Polres untuk mengawal hak-hak mereka. Ini adalah cara Polri menunjukkan bahwa mereka juga peduli pada kesejahteraan, bukan cuma penegakan hukum.

Persiapan Mudik dan Jaring Pengaman

Mengingat Hari Raya Idul Fitri yang kian dekat, Kapolri juga menyelipkan instruksi bagi Operasi Ketupat. Jalur mudik di Sumsel akan dijaga ketat dengan ribuan personel dan pos terpadu. Menariknya, ia secara terbuka “menantang” perusahaan aplikator ojek online untuk memberikan program mudik gratis bagi mitra mereka. Menurutnya, ini adalah bentuk apresiasi sosial yang paling nyata bagi mereka yang sudah bekerja keras di jalanan.

Usai apel, suasana stadion makin riuh saat ribuan paket bahan pokok mulai dibagikan. Beras, minyak goreng, dan gula menjadi buah tangan bagi para peserta. Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya bantuan rutin, tapi bagi pengemudi ojol dan buruh yang tiap hari bertarung dengan kenaikan harga barang, ini adalah bentuk perhatian yang sangat berarti.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Sandi Nugroho melalui Kabid Humas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan, strategi keamanan berbasis warga adalah masa depan kamtibmas. Ojol dan buruh di Palembang kini resmi menyandang status sebagai “Mata dan Telinga” Polri. Pesan dari Stadion Bumi Sriwijaya hari ini sangat jernih: keamanan Palembang kini dijaga bersama, dari pimpinan tertinggi kepolisian hingga mereka yang setiap hari memegang kemudi di aspal jalanan. (suherman)

nusaly.com di WhatsApp

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

error: Content is protected !!
Exit mobile version