Scroll untuk baca artikel
OKI Maju Bersama

Pacu Pemulihan 6.000 Hektare Sawah, Pemkab OKI Salurkan 142 Ton Benih Padi

×

Pacu Pemulihan 6.000 Hektare Sawah, Pemkab OKI Salurkan 142 Ton Benih Padi

Sebarkan artikel ini

Banjir besar mengancam produksi di lumbung pangan utama Kabupaten OKI. Bupati Muchendi menyalurkan 142.700 kg benih padi guna memastikan petani segera menanam ulang pasca-surut.

Pacu Pemulihan 6.000 Hektare Sawah, Pemkab OKI Salurkan 142 Ton Benih Padi
Pemerintah Kabupaten OKI menyalurkan bantuan 142.700 kilogram (142,7 ton) benih padi dari Kementerian Pertanian untuk para petani yang sawahnya terendam banjir. (Dok. Diskominfo OKI)

LEMPUING, NUSALY — Sektor pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tengah berupaya bangkit dari dampak cuaca ekstrem. Sebagai langkah nyata pemulihan lumbung pangan daerah, Pemerintah Kabupaten OKI menyalurkan bantuan 142.700 kilogram (142,7 ton) benih padi dari Kementerian Pertanian untuk para petani yang sawahnya terendam banjir.

Bantuan ini difokuskan untuk memulihkan produktivitas lahan sawah, terutama di wilayah yang menjadi sentra produksi padi seperti Kecamatan Lempuing, Lempuing Jaya, Jejawi, dan Air Sugihan. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPTPH) OKI, sekitar 6.000 hektare sawah terdampak banjir, dengan tingkat keparahan tertinggi berada di wilayah Lempuing.

Bupati OKI, H. Muchendi, saat meninjau langsung lokasi terdampak di Kecamatan Lempuing, Selasa (13/1/2026), menegaskan bahwa ketersediaan benih adalah kunci utama agar petani tidak kehilangan musim tanam berikutnya.

“Bantuan benih ini adalah komitmen kita bersama pusat untuk memulihkan ekonomi petani pascabanjir. Kita berharap air segera surut agar proses tanam ulang bisa dikebut,” ujar Muchendi.

Mengejar Ketertinggalan Indeks Pertanaman

Kekhawatiran utama pemerintah daerah adalah terjadinya penurunan angka produksi tahunan. Plt. Kepala DKPTPH OKI, Alexsander Bustomi, menjelaskan bahwa lahan yang terdampak banjir mayoritas memiliki Indeks Pertanaman (IP) 200 hingga IP 300. Artinya, petani di wilayah tersebut biasa menanam dua hingga tiga kali dalam setahun.

“Meski terjadi perlambatan masa tanam karena banjir, kami berupaya agar total produksi tidak berkurang. Bantuan 142 ton benih ini baru mencakup kebutuhan di Kecamatan Lempuing. Kami sedang mengupayakan tambahan dari Cadangan Benih Nasional (CBN) untuk wilayah terdampak lainnya,” jelas Alexsander.

Baca juga  Dukung Program Ketahanan Pangan, Kodim OKI Percepat Opla Lahan Pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir

Proses penyaluran bantuan lanjutan akan dilakukan secara selektif. Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) akan melakukan verifikasi di lapangan untuk menentukan apakah lahan benar-benar dinyatakan gagal panen (puso) sebagai syarat pengajuan bantuan tahap berikutnya.

Harapan dari Akar Rumput

Bagi petani seperti Sumarno asal Desa Sumber Makmur, bantuan ini merupakan penyelamat finansial. Kegagalan panen akibat banjir sebelumnya telah menguras modal kerja mereka.

“Kalau tidak ada bantuan benih, kami harus keluar biaya besar lagi untuk beli bibit, sementara hasil panen sebelumnya hilang. Sekarang kami tinggal menunggu sawah kering untuk langsung tanam,” kata Sumarno.

Seiring dengan penyaluran bantuan, Bupati Muchendi juga memerintahkan penyuluh pertanian untuk memberikan pendampingan teknis ekstra. Fokusnya adalah pada persiapan lahan pasca-terendam air guna mencegah serangan hama yang biasa muncul setelah banjir. Langkah ini menjadi krusial agar target ketahanan pangan OKI sebagai salah satu penyokong beras nasional tetap terjaga di tengah tantangan iklim.

(puputzch)

NUSALY Channel

Dapatkan kabar pilihan editor dan breaking news di Nusaly.com WhatsApp Channel. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.